Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Meneladani Khalifah Umar bin Khattab dalam Mengatasi Pandemi

Pandemi tidak hanya terjadi di era modern. Dulu, ketika zaman Rasulullah kemudian zaman Kekhilafahan juga pernah terjadi. Terbukti, para penguasa muslim mampu bersegera dalam menangani wabah.

Oleh: Choirin Fitri

Pandemi Covid-19 jelang berusia 1 tahun. Bukannya segera hilang, namun malah semakin banyak yang terjangkiti. Terbaru, sosok para kepala daerah beserta jajarannya menjadi mangsa virus kasat mata ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpapar COVID-19 disampaikan pada Selasa (1/12/2020) lalu. Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dinyatakan positif COVID-19. (Detikcom, 02/12/2020)

Selain itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengumumkan jika dirinya positif virus COVID-19. Sutiaji positif COVID-19 berdasarkan hasil uji swab. Pernyataan Sutiaji mengenai dirinya terkonfirmasi positif COVID-19 disampaikan melalui akun instagram resminya @sam.sutiaji. (detikNews, 01/02/2020)

Beberapa pejabat lain juga sempat disatroni Covid-19 diantaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Covid-19 pada 14 Maret 2020, ia tercatat sebagai pasien nomor 76. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Achmad mengaku sempat dinyatakan positif Covid-19.Bima Arya dinyatakan positif setelah pulang dari lawatannya ke Turki pada Maret 2020 lalu. Ia menduga tertular Covid-19 dalam perjalanan pulang di pesawat dari Turki ke Indonesia.Purnomo Wakil Walikota Solo dinyatakan positif Covid-19 setelah mengikuti swab test pada Sabtu (18/7/2020), dua hari setelah bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara. (Kompas.com, 02/12/2020)

Ini baru beberapa pejabat. Masih banyak pejabat maupun ASN lainnya yang terjangkiti virus ini. Dari kalangan masyarakat umum termasuk tenaga kesehatan jauh lebih banyak lagi.

Rabu (2/12) kasus positif Covid-19 bertambah 5.533 menjadi 549.508 kasus. Pasien sembuh bertambah 4.001 menjadi 458.880 orang. Pasien meninggal bertambah 118 menjadi 17.199 orang. (Merdeka.com, 02/12/20)

Ini menjadi bukti bahwa keseriusan pemerintah dalam menangani Pandemi belum tampak. Bahkan, solusi yang diberikan terkesan tambal sulam. Contohnya: sekolah diberikan kebijakan daring sementara tempat wisata dibuka lebar.

Pandemi tidak hanya terjadi di era modern. Dulu, ketika zaman Rasulullah kemudian zaman Kekhilafahan juga pernah terjadi. Terbukti, para penguasa muslim mampu bersegera dalam menangani wabah.

Khalifah Umar bin Khattab misalnya. Dalam kitab Ash-Shahihain dikisahkan ketika mendengar kabar ada salah satu bagian negerinya mengalami wabah dia segera bertindak. Sang Khalifah mengumpulkan para pembesar dari kalangan Anshar dan muhajirin namun tidak menemukan titik terang.

"Sudahlah, akhiri perdebatan ini! Kalau begitu, sekarang hadirkan pembesar-pembesar Quraisy yang berhijrah di masa pembebasan Makkah," kata Umar.

Mereka kemudian dipanggil dan dihadirkan. Ternyata, tidak ada yang berdebat, kecuali dua orang saja. Dari sini tampak ada jalan terang.

"Menurut kami, engkau harus mengevakuasi orang-orang itu, dan jangan biarkan mereka mendatangi wabah ini," kata salah seorang pembesar Quraisy.

Umar bin Khattab lalu mengizinkan mereka.

"Wahai Amirul Mukminin, apakah ini lari dari takdir Allah?" tanya Abu Ubaidah.

"Mestinya orang selain engkau yang mengatakan itu, wahai Abu Ubaidah. Benar, ini lari atau berpaling dari takdir Allah ke takdir Allah yang lain. Tidakkah engkau melihat, seandainya saja engkau memiliki unta dan lewat di suatu lembah dan menemukan dua tempat untamu; yang pertama subur dan yang kedua gersang. Bukankah ketika engkau memelihara unta itu di tempat yang subur, berarti itu adalah takdir Allah. Demikian juga apabila engkau memeliharanya di tempat yang gersang, apakah itu juga takdir Allah?" tanya Umar.

Abdurrahman bin Auf kemudian datang padahal sebelumnya dia tidak hadir dalam pertemuan itu. Karena, dia sedang mencari dan memenuhi kebutuhannya.

Abdurrahman lalu berkata, "Saya tahu tentang masalah ini. Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian berada di suatu tempat (yang terserang wabah), maka janganlah kalian keluar darinya. Apabila kalian mendengar wabah itu di suatu tempat, maka janganlah kalian mendatanginya."

Selain tidak mendatangi tempat terjadinya wabah, Khalifah juga memerintahkan mengevakuasi warga yang terjangkiti wabah, serta menjamin kebutuhan hidup dan memberikan pelayanan kesehatan dengan baik. Sehingga, pelan tapi pasti wabah pun di angkat dari negerinya.

Saat ini, kita membutuhkan penguasa yang benar-benar serius dalam menangani wabah sebagaimana sosok Khalifah Umar bin Khattab. Tidak hanya menyerukan protokol kesehatan yang nyatanya banyak dilanggar, tapi benar-benar serius menangani wabah. Sehingga, pandemi segera berakhir dan masyarakat tidak khawatir atas keselamatan jiwa serta kesejahteraannya.

Post a Comment for "Meneladani Khalifah Umar bin Khattab dalam Mengatasi Pandemi"