Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ketika Korupsi Dan Demokrasi Saling Mencintai, Hukum Pun Lemah Tak Berdaya

Kasus korupsi itu semakin menguatkan pernyataan bahwa Indonesia, meskipun negeri yang kaya raya, mendapatkan peringkat 3 sebagai negara terkorup di Asia. Menurut Jerry Massie, seorang peneliti pada Political and Public Policy dalam artikelnya berani memprediksi, Indonesia bisa berada di peringkat 1 di Asia pada 2021 atau 2022 jika negara tetap tidak mau turun tangan

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Miris! Dana Bansos Covid dikorupsi oknum pejabat negara berinisial JB. Terkait kasus korupsi terbaru ini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pernah meminta pelaku korupsi anggaran penanganan pandemi virus corona(covid-19) dituntut dengan hukuman mati.

Ini tidak main-main. Ini saya minta betul nanti kalau ada yang tertangkap, saya minta diancam hukuman mati. Bahkan dieksekusi hukuman mati," terang Firli seperti dikutip dari CNNIndonesia.com,di Gedung Transmedia, Jakarta, Rabu (29/7) lalu.

Kasus korupsi itu semakin menguatkan pernyataan bahwa Indonesia, meskipun negeri yang kaya raya, mendapatkan peringkat 3 sebagai negara terkorup di Asia. Menurut Jerry Massie, seorang peneliti pada Political and Public Policy dalam artikelnya berani memprediksi, Indonesia bisa berada di peringkat 1 di Asia pada 2021 atau 2022 jika negara tetap tidak mau turun tangan (Rmol.8d,30/11/2020).

Korupsi telah lama menyerang Indonesia. Korupsi memiliki jangkauan kasus dan durasi yang jauh lebih lama dari Corona virus.

Corona mengakibatkan serangan akut pada sistem pernapasan. Kebanyakan korbannya adalah orang tua lansia dan bayi. Mayoritas orang dewasa sembuh.

Sedangkan korupsi dampaknya lebih berbahaya. Rakyat yang jadi korbannya. Uang keringat mereka yang diambil melalui jalur pajak dikorupsi oleh tikus-tikus berdasi.

Negara pun rugi triliunan rupiah. Berbagai koruptor kecil dan besar terus bermunculan tanpa diketahui kapan kasus ini akan berakhir. Seorang tersangka Koruptor yang juga menjabat Menteri, Edy Prabowo diduga menerima suap Rp. 3,4 miliar dan 100.000 dollar AS terkait izin ekspor benih lobster (Kompas.com, 26 November 2020).

Uang haram ini diduga digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis berbelanja pada 21 hingga 23 November 2020 di Honolulu, Amerika Serikat. Dia diduga menerima uang Rp.750 juta diterumanya berupa barang seperti jam tangan rolex, tas Tumi dan LV baju old Navy.

Ini baru satu orang koruptor. Belum selasai kasus ini divonis di pengadilan, ternyata ada 3 kader Partai Banteng yang terjaring KPK. Sehingga makin menguatkan predikat partai sebagai Partai terkorup di Indonesia.

Belum lagi ditambah dengan kasus-kasus korupsi sebelumnya. Menurut Kemendagri ada 392 Kepala Daerah korupsi dalam kurun waktu 13 tahun yakni 2004-2017 (JawaPos.com,11/12/2017).

Bagaimana dengan masa yang lain? Berapa jumlah kasus korupsi yang terjadi pada orde lama, orde baru dan reformasi? Mengapa korupsi tak pernah selesai dituntaskan?

Bahkan jumlahnya semakin besar dan merambah di berbagai instansi pemerintahan dan swasta. Kerugian yang diakibatkan oleh korupsi bahkan melebihi kerugian akibat Corona dan bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Korupsi subur karena mendapatkan perlindungan dari Sistem demokrasi. Ada hubungan cinta antara keduanya. Demokrasi pada era otoriter, menjadikan penguasa dan keluarganya memonopoli korupsi.

Sedangkan pada era reformasi, korupsi menemukan cinta sejatinya pada demokrasi. Dengan biaya politik yang sangat mahal, menghasilkan banyak penguasa baru yang melakukan aksi korupsi besar.

Korupsi dilakukan untuk membayar utang politik kepada partai dan para kapitalis. Sedangkan hukum dalam demokrasi malah semakin lemah menyentuh para koruptor.

Hanya koruptor kelas teri yang berhasil "dieksekusi". Sedangkan koruptor kelas ikan paus sampai saat ini hilang kabar penegakkan hukumnya.

Sebut saja kasus BLBI yang diduga merugikan negara Rp. 2000 T, Century Rp. 6,7, Jiawsraya, Hambalang dll. Hukum begitu lemah untuk bisa memisahkan dua kekasih gelap.

Koruptor akan berusaha mati-matian melindungi demokrasi. Karena melalui proses demokrasilah mereka bisa kaya dan memperkaya kapitalis dengan jalur korupsi. Kapitalis diuntungkan dengan proyek yang disetujui para koruptor.

Oleh karena sudah tiba saatnya kita menegakkan Sistem Islam yang akan menghilangkan sistem demokrasi. Para koruptor menentang sistem ini dan melabeli para Pejuangnya dengan label teroris dan radikal. Padahal sistem ini teruji memakmurkan seluruh warganya baik Muslim dan Non Muslim.

Sistem ini pernah mencegah kasus-kasus korupsi dan meminimalisir kasus kriminalitas. Sistem ini juga pernah menjadikan benua Afrika dari kemiskinan. Yuk tegakkan Sistem Islam.[]

Bumi Allah SWT, 19 Desember 2020

#DenganPenaMembelahDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Ketika Korupsi Dan Demokrasi Saling Mencintai, Hukum Pun Lemah Tak Berdaya"