Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Islam Itu Inspirasi, Aspirasi dan Solusi

sejatinya Islam adalah agama inspirasi. Dalam KBBI arti inspirasi adalah Ilham. Berarti Islam adalah ilham yang datang langsung dari zat yang maha kuasa yakni Allah SWT. Islam adalah cahaya, yang telah terbukti mampu mengubah peradaban manusia. Dari peradaban hina menjadi peradaban mulia. Mengubah perpecahan menjadi satu kesatuan yang kokoh yang diikat oleh aqidah.

Oleh : Verawati S.Pd (Pegiat Opini Islam dan Praktisi Pendidikan)

Tokoh mujadid abad ke-13 masehi, Ibn Taimiyyah (1969) menyebutkan "Apabila dipisahkan kuasa dari agama atau agama dari kuasa maka akan hancur binasalah urusan hidup mereka"

Kutipan pernyataannya di atas memang benar adanya. Islam sebagai sebuah agama yang sempurna telah mengatur kehidupan ini termasuk urusan politik. Sebab politik adalah pengurusan urusan umat. Maka apabila dipisahkan pasti akan menimbulkan kesengsaraan. Islam sendiri menganggap kepemimpinan sebagai sebuah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Namun, seiring dengan derasnya arus sekulerisme maka agama banyak yang dikerdilkan. Termasuk menganggap bahwa agama tidak boleh ikut campur dalam urusan politik. Dilansir oleh media viva.co.id (24/12/2020) Menteri Agama menyatakan bahwa agama sebagai inspirasi bukan aspirasi, agama urusan pribadi yang menenangkan jiwa, jangan ada lagi pemanfaatan agama untuk membenturkan kelompok satu dengan yang lainnya dan agama jangan dijadikan sebagai kendaraan politik.

Betul, sejatinya Islam adalah agama inspirasi. Dalam KBBI arti inspirasi adalah Ilham. Berarti Islam adalah ilham yang datang langsung dari zat yang maha kuasa yakni Allah SWT. Islam adalah cahaya, yang telah terbukti mampu mengubah peradaban manusia. Dari peradaban hina menjadi peradaban mulia. Mengubah perpecahan menjadi satu kesatuan yang kokoh yang diikat oleh aqidah.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara." (QS Ali Imran:103)

Islam juga sebagai aspirasi. Yakni harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang. Bagaimana tidak ketika sistem yang saat ini diterapkan yakni demokrasi-sekularisme tengah menyengsarakan manusia. Jurang sosial si kaya dan si miskin begitu jauh dan hukum seperti pisau dapur, tumpul ke atas tajam ke bawah dan lain-lainnya. Sungguh miris, setiap saat kita disuguhkan berita pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, mati kelaparan, narkoba, miras, hamil di luar nikah, anak SD sudah berzina, orang tua membunuh atau memperkosa anaknya, penjualan manusia dan masih banyak lagi. Inilah fakta kehidupan saat ini. Semuanya berpangkal dari aturan kehidupan yang diterapkan saat ini adalah sistem buatan manusia yakni demokrasi-sekularisme.

Sebuah sistem yang memisahkan aturan agama dari kehidupan. Agama hanya dibolehkan diranah individu. "Anda boleh sholat, sedangkan ekonomi harus riba, pergaulan bebas boleh, hukum berdasarkan kesepakatan penguasa, jangan bawa-bawa agama dalam politik". begitulah kata demokrasi-kapitalisme. Sehingga kita temukan penguasa-penguasa yang dzalim, berbuat korupsi dan ingkar terhadap hukum Allah SWT.

Oleh karena itu, harapan satu-satunya sekaligus solusi terhadap semua permasalahan hidup adalah kita kembali kepada Islam. Agama yang sempurna dan memberikan solusi tuntas atas permasalahan yang terjadi.

Sebagaimana firman Allah SWT "...Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu....". (TQS Al-Maidah : 3)

Demikianlah Islam hadir sebagai inspirasi, aspirasi dan solusi untuk manusia. Akan terwujud keberkahan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Semuanya akan terwujud manakala Islam diterapkan sebagai sebuah aturan kehidupan dalam bingkai khilafah Islamiyyah.

Wallahu'alam bish-showab

Post a Comment for "Islam Itu Inspirasi, Aspirasi dan Solusi"