Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Derita Muslim Rohingya, Khilafah Solusi Tuntas

Bangladesh mulai mengirim ratusan pengungsi Rohingya ke pulau kontroversial, Bhashan Char. Diketahui, pulau tersebut berada di dataran rendah dan berbahaya karena rentan terhadap topan dan banjir. Pulau yang tidak layak huni akan semakin memperburuk keadaan muslim Rohingya.

Oleh: Miladiah Al-Qibthiyah (Pegiat Literasi dan Media)

Penderitaan kaum muslim rohingya telah menyita perhatian dunia. Selama beberapa tahun terakhir Muslim Rohingya tak hentinya mengalami penindasan di Myanmar.

Kebengisan pemerintah Myanmar membuat hampir satu juta orang Rohingya, sebagian besar melarikan diri dari serangan militer di negara tetangga Myanmar pada tahun 2017 dan mereka tinggal di kamp-kamp kumuh di tenggara Bangladesh.

Dari berita yang beredar, Bangladesh mulai mengirim ratusan pengungsi Rohingya ke pulau kontroversial, Bhashan Char. Diketahui, pulau tersebut berada di dataran rendah dan berbahaya karena rentan terhadap topan dan banjir. Pulau yang tidak layak huni akan semakin memperburuk keadaan muslim Rohingya.

Lebih parahnya lagi, para penguasa muslim, terlebih yang terdekat dengan kawasan ASEAN berlepas diri dari kewajiban serta tanggungjawab terhadap nasib saudaranya. Mereka justru berlindung dari slogan "noninterference policy" yaitu politik tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain di lingkup ASEAN.

Sungguh, tak ada yang patut dibanggakan dari ikatan nasionalisme. Keberadaannya semakin menampakkan kerapuhan ikatannya dan kebobrokan kehidupannya. Nasionalisme meracuni dan melumpuhkan ukhuwah Islamiyah.

Pemimpin muslim pun semakin menunjukkan kelemahannya sebab tak mampu mewujudkan kedaulatan untuk membebaskan muslim Rohingya. Hal ini tampak dari tidak adanya desakan yang masif dari penguasa muslim, baik secara diplomasi, politik, maupun secara militer untuk menyelamatkan mereka.

Lembaga internasional seperti PBB yang katanya representasi agen perdamaian dunia, nyatanya hanya memberikan komentar-komentar sambil menonton penderitaan muslim Rohingya. Terbukti dari kantor PBB di Bangladesh mengeluarkan pernyataan singkat yang mengatakan pihaknya "tidak terlibat" dalam proses relokasi dan hanya diberi "informasi terbatas". Dikatakan, PBB tidak diizinkan untuk secara independen menilai "keamanan, kelayakan, dan kelangsungan" pulau itu sebagai tempat tinggal.

Mereka hanya menyajikan laporan tentang kekejaman paling mengerikan dan kejahatan terhadap kemanusiaan korban genosida. PBB, justru tidak melakukan apapun untuk mengakhiri tragedi yang menimpa etnis muslim rohingya. Mereka hanya sekedar merespon rezim militer Myanmar dan hanya meminta pemerintah Burma untuk memastikan tidak ada penggunaan kekuatan militer secara berlebihan di negara bagian Rakhine.

Khilafah akan memberikan pembelaan atas hak muskim seluruh dunia, melepaskan dari penindasan terutama dari kaum kafir meski tengah menegakkan hubungan luar negeri yang menghormati negara lain.

Khalifah tidak akan kehilangan rasa kemanusiaan. Khilafah akan menjadi kekuatan besar bagi kaum muslim. Mereka dipersatukan oleh ukhuwah Islamiyah cerminan aqidah Islam.

Rasulullah Saw. bersabda: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakit demam dan tidak bisa tidur" (HR Bukhari dan Muslim).

Demi menjaga umat Islam, Khilafah tidak akan segan mengerahkan pasukan mereka. Seperti kisah Al-Mu'tashim Billah yang tercatat dalam sejarah bahwa beliau memobilisasi pasukan besar dan kuat untuk menyelamatkan seorang wanita muslim yang disiksa dan ditangkap oleh seorang prajurit Romawi.

Khilafah mampu persatukan negeri-negeri kaum muslim. Mereka akan bersatu menjadi warga negara daulah tanpa membedakan etnis, suku, bahasa dan ras. Mereka adalah warga negara yang berhak menerima seluruh haknya sebagai kaum muslim. Bahkan, harta, darah, dan jiwa mereka dijamin terlindungi dari segala bentuk kezaliman dan penindasan. Wallaahu a'lam bi ash-shawab.

Post a Comment for "Derita Muslim Rohingya, Khilafah Solusi Tuntas"