Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ada Apa Dengan Ulama 212

PA 212 dianggap bukan ormas sehingga tidak mendapatkan kuota dalam tubuh MUI. Begitulah yang disampaikan salah satu ulama yang mendukung kepengurusan baru MUI. Bahkan salah satu ormas terbesar mengatakan bahwa tidak ada unsur kesengajaan menyingkirkan PA 212 dari tubuh MUI.

Oleh: Surya Ummu Fahri (Pengamat kebijakan Publik)

Pengumuman kepengurusan MUI baru diumumkan Rabu malam 26 November 2020. Sejumlah ulama yang identik dengan aksi 212 hilang dari tubuh MUI (CNNIndonesia.com/nasional). Hal ini membuat berbagai pengamat politik menilai bahwa pemerintah ingin MUI berada dalam kendali sehingga kekritisan akan hilang dan dapat dikendalikan. Dan ini menunjukkan bahwa agama hanya dipakai sebagai alat mempermudah jalan pemerintahan. Bukan sebagai dasar dari kehidupan pemerintahan. Makin nampak bagaimana terpisahnya agama dengan kehidupan.

Mengapa Dengan Ulama 212

PA 212 dianggap bukan ormas sehingga tidak mendapatkan kuota dalam tubuh MUI. Begitulah yang disampaikan salah satu ulama yang mendukung kepengurusan baru MUI. Bahkan salah satu ormas terbesar mengatakan bahwa tidak ada unsur kesengajaan menyingkirkan PA 212 dari tubuh MUI.

Padahal tokoh-tokoh yang ada pada PA 212 sebenarnya adalah ulama yang lantang dalam menentang kedzaliman dan menolak arus moderasi. Keberadaan mereka harusnya menjadi tokoh-tokoh yang mampu menyeru muhasabah lil hukam agar rakyat tidak hanya menjadi korban dari kedzaliman pemerintahan.

Namun lagi-lagi kita hanya mampu melihat bahwa rezim saat ini bertindak represif. Para tokoh tokoh yang pernah bertentangan dengan kebijakan pemerintahan akan di perkarakan atau di black list dari ulama yang menjadi rujukan pemerintah.

Kemana Umat Percaya

Sejatinya ulama adalah pewaris nabi, yang doanya di maqbulkan. Kata-katanya bagai doa yang menyejukkan hati umat. Namun bagaimana mungkin ulama akan menyembuhkan berbagai permasalahan umat jika ulama harus berada pada kendali rezim yang represif. Ulama-ulama seperti itu hanya akan mampu menyesatkan umat dan menjatuhkan umat dalam kesengsaraan. Semoga saja ulama-ulama tersebut diberi hidayah oleh Allah dan dibukakan mata hatinya dengan segera bertobat.

Bahwa saat ini umat benar-benar membutuhkan ulama yang tsiqqoh dalam memegang agama. Tidak hanya menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai jalan untuk meraih kekuasaan atau jabatan, tapi untuk meraih ridho Allah dengan jalan memberikan perlindungan terhadap umat dalam mengatasi segala problematika umat dengan Islam yang kaffah.

Ulama yang lurus pemahamannya adalah dimana arah panah musuh Allah tertuju padanya. Maka semakin yakinlah kita siapa yang harusnya menjadi rujukan umat saat ini.

Wallahualam bish showab

Post a Comment for "Ada Apa Dengan Ulama 212"