Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinyal Kebangkitan Islam Menguat dengan Hadirnya Ulama Akhirat

Aksi bela Nabi Saw, hingga saat ini masih terus dilakukan umat Islam Indonesia, sebagai bentuk kemarahan atas sikap Presiden Prancis Emannuel Macron pada Islam dan Rasulullah Saw. Pertanda ‘nyawa’ umat untuk serukan persatuan Islam masih ada. Kini cucu Baginda Nabi Saw juga tiba di Indonesia. Semakin menambah gelora semangat perjuangan umat Islam untuk melawan segala bentuk kezaliman.

Oleh : Rindyanti Septiana S.H.I (Kontributor Muslimah News, Pemerhati SosPol)

Pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam tiba di Indonesia pada Selasa (10/11/2020). Setelah tiga tahun berada di Arab Saudi. Tak terhitung jumlah masa yang datang menyambut kepulangan beliau, begitu besar antusiasme umat Islam karena ulama yang dirindukan telah kembali, ulama yang menjadi harapan umat dan Islam.

HRS mengucapkan syukur karena bisa kembali ke Tanah Air, dari sunroof mobilnya ia berkata, “Alhamdulillah dengan pertolongan Allah, dengan inayah dari Allah, akhirnya hari ini kita bisa berkumpul kembali di Tanah Air.Kalau Allah sudah tentukan harus pulang, tidak ada kekuatan mana pun yang bisa menghalangi. Takbir!” seru Habib. (kompas.com, 10/11/2020)

Habib juga menyampaikan kepulangan beliau untuk berjuang bersama Muslim di negeri ini. Beliau menyerukan soal revolusi akhlak. Beliau juga menyerukan pada umat untuk melakukan perubahan, dari perbuatan buruk ke perbuatan baik, ganyang kezaliman, kita lawan segala korupsi, revolusi akhlak akan membawa dari sifat bohong ke sifat jujur. Disambut dengan jawaban setuju dari masa yang hadir. Dikutip dari (@PutraErlangga_, (10/11/2020) lewat tweetannya di Twitter.

Tak lupa yel-yel ayo revolusi diteriakkan. Semakin menambah semangat umat untuk meninggalkan segala bentuk kezaliman menuju Islam. Hal ini tentu yang membuat musuh-musuh Islam mati ketakutan. Namun para haters mempertanyakan revolusi macam apa yang akan dilakukan beliau? Para pembenci tetaplah pembenci, mereka akan terus berupaya mencari salah HRS dengan pengikutnya.

Sinyal Kebangkitan Islam Kian Menguat

Aksi bela Nabi Saw, hingga saat ini masih terus dilakukan umat Islam Indonesia, sebagai bentuk kemarahan atas sikap Presiden Prancis Emannuel Macron pada Islam dan Rasulullah Saw. Pertanda ‘nyawa’ umat untuk serukan persatuan Islam masih ada. Kini cucu Baginda Nabi Saw juga tiba di Indonesia. Semakin menambah gelora semangat perjuangan umat Islam untuk melawan segala bentuk kezaliman.

Mengapa dikatakan segala bentuk kezaliman? Umat telah merasakan perihnya hidup dalam sistem demokrasi-kapitalis. Tak ada satu pun dari kebijakan yang dihasilkan membawa pada kesejahteraan. Malah sekarang negeri ini terperosok ke jurang resesi yang memperihatinkan.

Lagi-lagi rakyat menjadi korban atas ketidakbecusan pemimpinnya.

Kehadiran Ulama Besar, Imam besar umat Islam Indonesia, HRS menjadi pengobat di tengah ketidak-becusan pengurusan atas rakyat di negeri ini. Wajar jika sambutan yang diberikan umat Islam begitu besar, hingga memenuhi Bandara Soekarno Hatta.

Siapa yang bisa menahan kerinduan umat akan Islam, kerinduan umat atas ulama akhirat? Ulama yang hanya takut kepada Allah, tidak pernah takut kepada selain-Nya, walaupun seorang penguasa dunia. Ulama yang senantiasa berada di posisi terdepan menentang segala bentuk kezaliman yang dilakukan penguasa.

Seperti halnya sosok Hasan al-Bashri yang merupakan salah seorang di antara ulama akhirat yang begitu besar rasa takutnya kepada Allah. Beliau berani menentang penguasa Hijaj bin Yusuf ats-Tsaqafi, penguasa Irak yang lalim pada zamannya. Ia berani mengungkap keburukan perilaku penguasa tersebut di hadapan rakyat dan menyampaikan kebenaran di hadapannya.

Ucapan beliau yang sangat terkenal, “Sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian dari para pemilik ilmu untuk menjelaskan ilmu yang dimilikinya kepada manusia dan tidak menyembunyikannya.” Sebab keberaniannya, menjadikan beliau menanggung penderitaan.

Ulama yang tabah dan sabar menghadapi segala macam tantangan dan halangan demi memperjuangkan Islam dan umatnya, bukan demi membela kepentingan pribadi, pimpinan atau kelompoknya. Mereka selalu menegakkan kewajiban dan mencegah kemungkaran. Tidak menyembunyikan apalagi memutarbalikkan syariah Islam.

Karena mereka memahami dengan baik firman Allah SWT,

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثمَّ لَا تُنصَرُونَ

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan(QS. Hud [11] : 113)

Berjuang semata-mata untuk menyampaikan al-haq pada manusia termasuk penguasa. Perjuangan mereka menjadi penguat bagi setiap Muslim. Istiqamah membela kebenaran meski di hadapkan dengan berbagai resiko perjuangan.

Revolusi Islam, Berjuang Tegakkan Khilafah

Jika seruan revolusi telah di dengar oleh umat, maka sesunggunya perubahan itu merupakan suatu keniscayaan. Namun revolusi yang hakiki hendaknya disandarkan pada Islam. Revolusi Islam yang bertujuan untuk menegakkan Khilafah dan menerapkan syariah secara kaffah.

Sebab fajar Khilafah itu kini hampir tiba, oleh karena itu kaum kafir dan sekutunya takkan pernah tinggal diam. Berupaya siang dan malam untuk menggagalkan lahirnya janin Khilafah ke dunia. Sebagaimana firman Allah SWT, “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang Kafir tidak menyukai.” (Q.S at-Taubah [9]: 32)

Perbedaan kelompok Islam dan mazhab bukan penghalang tegaknya Khilafah, justru semakin melengkapi dan mengisi. Jika sudah memiliki kesadaran yang sama tentang wajibnya mengembalikan Khilafah maka mudah untuk menyatukan langkah perjuangan. Hal ini telah dibuktikan dalam sejarah Islam pada masa lalu.

Ketika semua mazhab dalam Islam sepakat bahwa menegakkan dan menjaga Khilafah hukumnya wajib. Mereka semua bahu-membahu untuk menegakkan dan menjaga Khilafah. Semestinya tidak ada keraguan bagi Ulama dan umat untuk memperjuangkan tegaknya Khilafah.

Sebab kembalinya Khilafah telah dinyatakan oleh wahyu, baik Al-Qur’an maupun as-Sunnah. Khilafah juga merupakan fakta sejarah dan peradaban Islam yang agung. Sejarah atasnya terukir dengan tinta emas, maka mengulang sejarah agung yang pernah ada lebih mudah. Ditambah lagi keberadaan umat Islam yang memiliki akidah yang sama, maka potensi untuk kembali lagi menjadi satu umat dalam satu kepemimpinan Islam bukan perkara yang utopis.

Apalagi krisis yang ditimbulkan ideologi dan sistem kufur bernama demokrasi-kapitalisme telah menyadarkan umat untuk segera mencampakkannya dan beralih pada Islam. Semua alasan di atas meyakinkan kita, bahwa kembalinya Khilafah perkara waktu saja.

Sikap Ulama dan Umat Terhadap Perjuangan Khilafah

Mengutip apa yang disampaikan Ustadz Hafidz Abdurrahman, “para ulama wajib berjuang untuk menegakkan Khilafah di garda terdepan bukan semata-mata karena Khilafah wajib diperjuangkan. Tetapi Khilafah jugalah yang akan menjadikan ilmu mereka menjadi ilmu yang bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan. Sebab hanya Khilafah yang bisa memastikan bahwa Islam secara kaffah yang selama ini diajarkan di madrasah, pesantren dan masjid bisa diwujudkan.” (al-waie.id)

Pahala ilmu ulama akan terus mengalir jika ilmu mereka diterapkan dalam Khilafah meski mereka telah tiada. Ulama pun didoakan oleh para malaikat, seluruh penghuni langit, bumi, bahkan ikan di laut pun memanjatkan doa untuk mereka. Ulama akan dipuji Nabi Saw juga dianugerahi kebaikan melebihi dunia dan seisinya.

Namun, ini tidak hanya diperuntukkan bagi ulama, melainkan setiap Muslim yang memperjuangkan kewajiban tegaknya Khilafah. Perlu dipahami oleh umat Islam bahwa kekuasaan politik di dunia tidak ada yang abadi. Semua ada umurnya, keabadian itu hanya milik Allah SWT. Maka hunjamkan keyakinan bahwa hanya sistem yang datangnya dari Illahi akan membawa negeri pada keberkahan dunia wal akhirat.

Perjuangan menegakkan Khilafah merupakan sesuatu yang diperintahkan Allah, mengurus urusan Allah, jika kita mengurus urusan Allah, maka Allah mengurus urusan hidup kita. Oleh karena itu dibutuhkan kesabaran, keistiqamahan dan keikhlasan semata-mata berjuang karena-Nya. Tetap teguh dalam perjuangan hingga Allah memenangkan urusan-Nya atau memanggil kita untuk kembali.[]

Post a Comment for "Sinyal Kebangkitan Islam Menguat dengan Hadirnya Ulama Akhirat"