Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Revolusi Akhlak Menuju Revolusi Sistem

Hari ini boleh jadi revolusi akhlak, selanjutnya adalah revolusi sistem. Yaitu mengubah sistem sekuler menjadi sistem Islam yang merevolusi akhlak manusia. Nabi Saw diutus memperbaiki akhlak. Nabi pun juga diutus memperbaiki sistem jahiliyah saat itu. Kondisi ini tak jauh berbeda dengan sekarang. Sistem jahiliyah masa kini harus diubah menjadi sistem Ilahiyah yang bersandar pada Al-Qur'an dan sunah.

Oleh : Chusnatul Jannah - Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

Tokoh perlawanan terhadap kezaliman akhirnya kembali pulang. Kedatangan HRS disambut gembira umat. Hal itu tampak dari antusiasme umat menjemput beliau. Bandara Soetta seketika memutih dipadati ribuan umat. Sosok ulama fenomenal yang mampu menyatukan hati dan perasaan umat di bawah satu komandonya. Luar biasa.

HRS selain dikenal sebagai pimpinan Front Pembela Islam, beliaulah yang menginisiasi gerakan 212 dan beragam aksi Bela Islam kala Al-Qur'an dinista. Gerakan itu pun menjadi arus baru perjuangan umat.

Beliau juga dikenal lantang membela kebenaran dan melawan kezaliman. Mungkin karena sosoknya yang tak gentar membela kebenaran, penguasa zalim jadinya gemetar. Sebab, di zaman penuh fitnah, semakin sedikit ulama yang istikamah menyuarakan kebenaran di hadapan penguasa zalim. Sebagaimana sabda Nabi Saw yang menyatakan jihad paling utama adalah menyampaikan kebenaran di depan penguasa zalim.

Tidak berlebihan pula bila riuhnya ucapan ahlan wa sahlan kepada HRS terus menggema. Karena saat ini, umat sudah terlalu jengah dengan segala pencitraan dan kepalsuan yang melekat pada penguasa dan pejabat produk demokrasi.

Bilangnya pro rakyat, tapi kebijakannya tak maslahat. Ngakunya membela kepentingan rakyat, faktanya menyengsarakan rakyat. Katanya demokratis, tapi suara rakyat ditepis habis. Dulunya bilang kangen dikritik, tapi ujungnya antikritik.

Berbagai problematik negeri tak kunjung terurai dengan solusi pasti. Dari perilaku korupsi hingga khinati rakyat sendiri. Rezim lebih berpihak pada kepentingan kapitalis asing dibanding anak negeri. Sebagai ulama yang teguh melawan kemungkaran, HRS pun menyerukan revolusi akhlak.

Sang ulama barangkali gundah melihat banyak kemungkaran karena penguasa yang abaikan aturan Pencipta. Sang ulama mungkin teriris pula menyaksikan berbagai produk UU yang kian menggantung nasib rakyat. Sang ulama pun bisa jadi gelisah lantaran syariat Allah teronggok di pinggiran dasar kehidupan sekularistik.

Revolusi Akhlak, Sebuah Titik Awal

Di dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).

Akhlak adalah pengejawantahan dari pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan. Mustahil ia berakhlak karimah manakala ia tak melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Akhlak buruk adalah hasil diterapkannya perilaku manusia yang melawan perintah Allah. Sebab, baik buruk akhlak itu disandarkan pada syariat Islam.

Dalam setiap diri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tercakup seluruh akhlak baik. Itulah kenapa beliau dijadikan uswah bagi seluruh manusia di muka bumi ini. Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur'an dan As sunnah. Akhlak tentang pribadi beliau sebagai suami, orang tua, anak, anggota masyarakat, dan juga sebagai kepala negara. Semua itu harus menjadi teladan bagi kita semua.

Inilah maksud seruan revolusi akhlak yang disebutkan HRS. Melansir dari CNN Indonesia, 10/11/2020, beliau mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan revolusi akhlak. Revolusi akhlak dapat dimulai dengan hijrah dari perbuatan maksiat ke perbuatan yang lebih taat pada aturan agama.

"Karena itu, kepada umat Islam, mulai hari ini sudah revolusi akhlak dan semua yang tidak taat harus menjadi taat. Setuju?" kata HRS yang langsung dibalas jemaahnya. "Hijrah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik! Kita ganyang segala kezaliman. Kita lawan segala korupsi," tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Front Pembela Islam Munarman mengatakan revolusi akhlak yang diusung HRS Shihab berbeda dengan revolusi mental yang digaungkan Presiden Jokowi. Munarman mengatakan revolusi akhlak gagasan HRS akan menggantikan revolusi mental ala Jokowi yang gagal. Menurutnya, revolusi mental telah gagal karena tak berlandaskan Al-Qur'an dan sunah.

Sementara, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma'arif mengatakan revolusi akhlak punya sandaran yang jelas. Menurutnya, HRS hendak memperbaiki perilaku bangsa Indonesia sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Revolusi Akhlak Menuju Revolusi Sistem

Menurut KBBI, revolusi adalah perubahan mendasar. Maka, revolusi akhlak merupakan perubahan mendasar pada akhlak individu, masyarakat, dan pemimpin negeri. Seperti yang disampaikan HRS, revolusi akhlak itu bisa dimulai dengan hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan. Keataatan kepada siapa yang dimaksud? Tentu ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Ketaatan total agar tunduk pada aturan Allah Yang Maha Sempurna.

Hal itu bisa dimulai dari perbaikan individu sekaligus perbaikan masyarakat. Hari ini akhlak masyarakat rusak karena diterapkannya sistem sekuler liberal. Agama (Islam) tak lagi menjadi pedoman hidup. Islam sebatas terwujud dalam kehidupan pribadi. Itu pun juga masih tercemari rusaknya sistem sekuler. Sebab apa? Karena masyarakatnya juga berakhlak buruk. Apalagi mental pejabat yang jauh dari aturan Islam.

Buktinya, jabatan dan kekuasaan melenakan diri. Saat menjabat, nurani mati. Ketika berkuasa, hati tak berempati. Adakah pemimpin hari ini mau meneladani bagaimana cara Nabi Saw. menjalankan pemerintahan? Faktanya, mereka menjalankan negeri dengan mengadopsi demokrasi kapitalis ciptaan Barat. Sangat jauh dari ketentuan syariat.

Oleh karenanya, revolusi akhlak juga mestinya diikuti dengan revolusi sistem. Sebab, akhlak individu dan masyarakat yang buruk adalah akibat diterapkannya sistem kapitalis sekuler.

Hari ini boleh jadi revolusi akhlak, selanjutnya adalah revolusi sistem. Yaitu mengubah sistem sekuler menjadi sistem Islam yang merevolusi akhlak manusia. Nabi Saw diutus memperbaiki akhlak. Nabi pun juga diutus memperbaiki sistem jahiliyah saat itu. Kondisi ini tak jauh berbeda dengan sekarang. Sistem jahiliyah masa kini harus diubah menjadi sistem Ilahiyah yang bersandar pada Al-Qur'an dan sunah.

Post a Comment for "Revolusi Akhlak Menuju Revolusi Sistem"