Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah Islamiyyah: Menggentarkan Negara Penghina Nabi

Saat ini Umat Islam di seluruh dunia di buat geram oleh sikap dan pernyataan presiden Prancis Emanuel Macron. Bagaimana tidak? Macron si laknatullah alaihi telah menghina islam dengan mendukung penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW. Dan apa yang dilakukan olehnya ini menuai protes dunia, khususnya umat Islam yang ada di berbagai belahan dunia

Oleh: Juliana Ummu Maryam

Saat ini Umat Islam di seluruh dunia di buat geram oleh sikap dan pernyataan presiden Prancis Emanuel Macron. Bagaimana tidak? Macron si laknatullah alaihi telah menghina islam dengan mendukung penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW. Dan apa yang dilakukan olehnya ini menuai protes dunia, khususnya umat Islam yang ada di berbagai belahan dunia.

Nabi yang sangat dicintai oleh umat islam dihina dalam bentuk sikap yang sangat menyakiti hati dan perasaan kaum muslimin. Padahal Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya tidaklah beriman seseorang sebelum dia mencintai Rasulullah SAW, melebihi dirinya sendiri."

Karena kecintaan itulah seluruh dunia menyeru untuk melakukan pemboikotan besar-besaran kepada setiap produk-produk Prancis. Dengan melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Prancis, akan mengakibatkan pada hilangnya pasar ekonomi dunia. Pemboikotan ini dilakukan di seluruh belahan dunia, terutama negara dengan mayoritas muslim seperti Lebanon hingga Indonesia.

Namun perlu diingat, bahwa penghinaan yang dilakukan oleh negara Prancis bukanlah kali pertama ini. Pelecehan atas nama kebebasan pun pernah dilakukan pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid. Prancis pernah merancang drama teater yang diambil dari karya Voltaire (seorang pemikir Eropa ). Drama itu berjudul "Muhammad atau kefanatikan".

Begitu mengetahui rencana pementasan tersebut, Sultan Abdul Hamid memberi perintah kepada pemerintah Prancis melalui dutanya di Paris supaya menghentikan pementasan drama itu. Jika Prancis meneruskan pementasan drama tersebut, Sultan Abdul Hamid akan siap tempur dengan Prancis.

Dan hal serupa juga pernah dilakukan oleh Inggris. Saat Inggris melakukan pementasan drama yang serupa, Sultan Abdul Hamid memberikan perintah kepada Inggris untuk membatalkan drama tersebut. Inggris menolak perintah itu dengan alasan tiket telah terjual dan pembatalan drama itu bertentangan dengan prinsip kebebasan rakyatnya.

Setelah mendengar jawaban itu, Sultan Abdul Hamid memberi perintah dengan mengatakan, "Saya akan mengeluarkan perintah kepada umat Islam dengan mengumumkan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasulullah kami. Saya akan kobarkan jihad akbar." Tanpa berpikir panjang Inggris dengan serta merta langsung melupakan keinginannya untuk mengamalkan kebebasan berekspresi. Pementasan drama itu pun akhirnya dibatalkan.

Nah, mengapa Inggris dan Prancis pada saat itu tidak berani menghina nabi Muhammad SAW meskipun dengan alasan kebebasan? Ya itu semua dikarenakan umat Islam memiliki kekuatan politik yang mampu menyatukan umat Islam sedunia. Namun saat ini ketika umat Islam lemah dan terpecah belah, maka dengan entengnya Barat merestui setiap penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW; manusia yang paling mulia dan dicintai umat Islam seluruh dunia.

Maka dari itu seharusnya yang dilakukan oleh umat Islam tidak hanya memboikot produk produk negara penghina Nabi Muhammad SAW, namun juga harus mencampakkan segala ide dan pemahamannya seperti demokrasi, kapitalisme, sekulerisme dan liberalisme. Melakukan amar makruf nahi mungkar kepada umat Islam di belahan dunia, serta menghilangkan sekat-sekat perbedaan antara mahzhab, partai dan lainnya.

Menyatukan satu kekuatan politik, yaitu Khilafah Islamiyyah yang akan mampu membuat gentar siapa pun yang ingin menghina dunia islam, baik ajarannya mau pun utusannya yang Mulia Nabi Muhammad SAW.

Wallahu alam Bisshowwab.

Post a Comment for "Khilafah Islamiyyah: Menggentarkan Negara Penghina Nabi"