Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sultan Muhammad Al Fatih Produk Khilafah Islam dan Bagaimana Generasi Selanjutnya Menaklukkan Romawi Barat

Romawi Timur kandas berganti dengan Romawi Barat. Romawi Barat belum dikuasai kekuatan Kaum Muslimin karena syahidnya Sultan Muhammad Al Fatih.
Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Sultan Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dengan dalam usia yang sangat muda yakni 23 tahun. Prestasi yang sangat besar yang belum bisa dilampaui oleh para pemuda mana pun diluar peradaban Islam.

Kota yang ditaklukkan bukan kota kecil tetapi kota dengan pertahanan terkuat pada masanya. Napoleon Bonaparte sang Penakluk asal Eropa pernah berkata jika dunia ini adalah satu negara maka Konstantinopel yang paling pantas jadi ibukotanya.

Kota ini pun jatuh ke tangan Kaum Muslimin karena ketakwaan dan kecerdasan yang dimiliki Sultan Muhammad Al Fatih beserta seluruh pasukannya. Beliau mampu menjadikan gunung dan perbukitan sebagai lautan bagi kapal-kapal perangnya dalam waktu semalam.

Pasukan Sang Sultan berhasil menaklukkan Konstantinopel dan mengganti namanya dengan istilah Islambul (full of Islam atau penuh dengan Islam).

Kota yang digadang-gadang sebagai Ibukota Satu Negara Dunia hanya mampu ditaklukkan oleh Kekuatan Islam yakni Khilafah. Tidak ada kekuatan yang lain yang mampu menggoyangnya.

Sebaik-baiknya Panglima militer adalah Panglima Penakluknya. Sebaik-baiknya pasukan adalah para Pasukan yang menaklukkannya.

Romawi Timur kandas berganti dengan Romawi Barat. Romawi Barat belum dikuasai kekuatan Kaum Muslimin karena syahidnya Sultan Muhammad Al Fatih.

Namun upaya untuk menaklukkan Romawi Barat meninggalkan tantangan untuk menjadi generasi terbaik Kaum Muslimin selanjutnya. Sabda Rasulullah SAW akan terbukti bahwa kota selanjutnya yang akan ditaklukkan adalah Kota Roma setelah Konstantinopel.

Lalu bagaimana caranya membebaskan Kota Roma? Ya tentu dengan mengulang kembali sistem kepemimpinan yang melahirkan Sultan Muhammad Al Fatih.

Beliau bisa menjadi Pemimpin besar karena keagungan sistem Khilafah itu sendiri. Dididik dan dimotivasi oleh para Ulama setiap hari bahwa Beliau lah orang yang akan menaklukkan konstantinopel.

Sultan tidak bisa sukses sendiri kalau negaranya tidak terbentuk dari Khilafah Islam. Khilafahlah yang membentuk kepemimpinan penduduknya.

Begitu juga dengan Konstantinopel. Tak akan mudah ditaklukkan jika tidak disokong oleh kekuatan imperialis Timur kala itu. Romawi Timur adalah penjajah Afrika dan Jazirah Syam.

Penjajahannya dihentikan oleh Kaum Muslimin sejak zaman Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, Khilafah Ummayah dan Khilafah Abbasiyah. Sultan Muhammad Al Fatih mengakui Khilafah Abbasiyah dan menjadi gubernurnya yang berhasil menaklukkan Konstantinopel.

Sekarang Romawi Barat masih menjajah dunia. Palestina, Afganistan, Suriah dan negeri-negeri Kaum Muslimin lainnya di bawah kekuasaan negara-negara kapitalis Romawi Barat (baca: Amerika, Inggris dan sekutunya). Negeri-negeri Non Muslim juga hidup merana dalam kesulitan hidup.

Amerika menjadi negeri Kapitalis yang mengeksploitasi kekayaan alam banyak negara. Amerika dan sekutunya hanya mementingkan dirinya sendiri dan tak ingin ada negara lain untuk muncul sebagai negara kuat.

Maka jika ingin membebaskan Romawi Barat lengkap bersama ibukotanya (yang dijaga ketat oleh negara-negara kapitalis penjajah, Romawi Barat), Kaum Muslimin harus menyatukan 53 negeri Kaum Muslimin dalam satu Kekhilafahan.

Setelah bersatu akan terjadilah seleksi sistem. Muncullah seorang pemimpin baru yang bisa saja melampaui Sultan Muhammad Al Fatih dan kemudian membebaskan Kota Roma (menepati Bisyarah Rasulullah SAW). Pemimpin ini akan menggerakkan kekuatan Khilafah Islam dan menghentikan penjajahan kapitalisme atas dunia. []

Bumi Allah SWT, 4 Oktober 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Sultan Muhammad Al Fatih Produk Khilafah Islam dan Bagaimana Generasi Selanjutnya Menaklukkan Romawi Barat"