Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Raja Bebek Penguasa Hoax, Rakyat Sakit Hati. Khalifah, Rakyat Jatuh Hati.

Raja dan Dewan bebek mengira rakyatnya akan membebek. Ternyata bebek pekerja sakit hati, rakyat bebek kecewa ada para penguasa yang tidak pro terhadap kepentingan masyarakat.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Alkisah di negeri bebek, Rajanya membuat aturan yang menyengsarakan bebek-bebek pekerja. Raja bebek bergantung pada bebek-bebek kapitalis yang mendaulatnya naik tahta.

Raja bebek pun didukung oleh Dewan bebek yang punya hubungan baik dengan perusahaan kapitalis. Tengah malam ketika rakyat bebek tidur pulas, Dewan bebek pun mengumumkan UU Lahan Kerja bebek.

Raja dan Dewan bebek mengira rakyatnya akan membebek. Ternyata bebek pekerja sakit hati, rakyat bebek kecewa ada para penguasa yang tidak pro terhadap kepentingan masyarakat.

Bebek-bebek pekerja didukung oleh elemen rakyat yang lain melakukan demo besar-besaran. Raja bebek yang dulu kangen didemo pun lari ke pulau lain melihat kawanan anak-anak bebek yang sedang bertumbuh dan berkembang.

Bebek pada umumnya heran mengapa Rajanya banyak mengumbar janji-janji hoax. Dulu berjanji akan memakmurkan rakyat dan tidak akan melukai rakyatnya ternyata kenyataannya membuat hati hancur berkeping-keping.

Harga barang naik, utang luar negeri menumpuk, korupsi mengganas, virus menular meluas. Ditambah UU yang baru banyak menguras tenaga bebek dalam negeri. Bebek luar negeri pun hendak diimpor dan mengancam bebek pekerja domestik.

Bebek dalam negeri putus asa gajinya dipangkas. Memacu energi untuk bekerja dengan waktu istirahat yang teramat sedikit. Bebek terus berdemonstrasi hingga terkabulkannya demonstrasi walau harus mempertaruhkan nyawa.

Raja bebek tentu lebih takut kelas kapitalis raksasa daripada rakyat kecil yang tak punya apa-apa. Paling demonya hanya bertahan sepekan saja dan UU akan tetap berjalan. Tak perlu ada perppu negeri bebek.

Ini hanya kisah di negeri bebek kalau ada kesamaan dengan kisah di dunia nyata berarti antara fakta dan imijinasi dalam alam Demokrasi saling beririsan. Irisan cukup tajam hingga meninggalkan luka dalam. Menjadi memori yang tak akan terlupakan.

Lain lagi dengan Kisah nyata di negeri yang pernah menguasai 2/3 dunia selama 14 abad. Sistemnya bernama Khilafah sedangkan Pemimpinnya bernama Khalifah. Para Khalifah ini berjumlah ratusan.

Mayoritas Khalifah adalah pemimpin yang amanah, berjasa besar dan tak pernah mengkhianati rakyat. Khalifah-khalifah agung tak pernah menyelewengkan kekuasaan dan fasilitas negara untuk memperkaya diri dan golongannya.

Khalifah Umar bin Khattab ra ketika diangkat menjadi Khalifah meminta rakyatnya menghukumnya jika ada yang dizhalimi. Khalifah hidup sederhana meski kekayaan negara melimpah. Ketika ghanimah berhamburan, Khalifah membaginya untuk seluruh warga.

Harta yang dibagikan dicatat agar tidak terjadi pendobelan. Besaran pembagian harta diatur berdasarkan siapa yang memeluk dan berkorban demi Islam terlebih dahulu (senioritas). Meski rakyatnya mendapatkan harta yang banyak, Khalifah Umar hidup di gubuk sederhana, ini dilihat langsung oleh utusan Kekaisaran Romawi yang mengunjunginya.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz (Khilafah Umayyah) menjadi Khalifah yang sangat dicintai kaum Muslimin. Pasalnya Beliau tidak pernah korupsi. Jika ada urusan pribadi, Beliau menggunakan harta pribadi tanpa menggunakan fasilitas negara.

Namun demikian rakyat yang termiskin di Khilafahnya memiliki rumah dan hewan tunggangan (standar kemiskinan kala itu). Kriminalitas minim, saking sejahteranya seekor serigala tidak memangsa seekor domba.

Khalifah Harun Ar Rasyid mengembangkan Kota Baghdad sebagai kota megapolitan dunia. Khalifah membangun Baitul Hikmah yang menjadi perpustakaan termegah pada zamannya dan sebagai pusat pembelajaran ilmiah terbaik. Rakyat dan pekerja hidup dalam keadaan yang baik tanpa utang luar negeri, pengangguran dan kelas-kelas kapitalis raksasa.

Mengapa para Khalifah bisa sebaik itu? Karena sistemnya mendukung. Tidak dikuasai oleh para kapitalis yang dilahirkan oleh ideologi kapitalisme. Sistem Khilafah membuat kekayaan beredar sama rata tidak dikuasai kelas pengusaha yang berkolaborasi dengan wakil rakyat.

Bagi para pemimpin Islam (Khalifah), rakyat adalah amanah sehingga harus diurusi dengan sistem Islam agar mereka sejahtera. Jika Khalifah lalai dan mengabaikan rakyatnya mereka takut akan dimintai pertanggungkawaban yang sangat berat di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sungguh, manusia yang paling dicintai Allah pada Hari Kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah ialah pemimpin yang adil. Orang yang paling dibenci Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah pemimpin yang zalim” (HR Tirmidzi).

Inilah yang membuat para Khalifah selalu berlaku adil dan dicintai rakyatnya. []

Bumi Allah SWT, 10 Oktober 2020

#DenganPenaMembelaDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Raja Bebek Penguasa Hoax, Rakyat Sakit Hati. Khalifah, Rakyat Jatuh Hati."