Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Negara Butuh Sistem Terbaik, Bukan Menteri Terbaik

Majalah Global Markets kembali memberikan penghargaan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Finance Minister of the Year for East Asia Pacific tahun 2020. Ini merupakan penghargaan kedua kalinya setelah tahun 2018 dengan penghargaan serupa. Penghargaan ini diberikan kepada Sri Mulyani lantaran dinilai layak atas prestasinya dalam menangani pandemi Covid–19 di Indonesia.
Oleh: Laily Chusnul Ch. S.E (Pemerhati Ekonomi)

Majalah Global Markets kembali memberikan penghargaan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Finance Minister of the Year for East Asia Pacific tahun 2020. Ini merupakan penghargaan kedua kalinya setelah tahun 2018 dengan penghargaan serupa. Penghargaan ini diberikan kepada Sri Mulyani lantaran dinilai layak atas prestasinya dalam menangani pandemi Covid–19 di Indonesia. (Kompas.com, 13/10/2020)

Majalah Global Markets menilai komitmen memberikan stimulus fiskal dalam bentuk perlindungan sosial, insentif perpajakan, penjaminan pinjaman dan subsidi bagi sektor usaha yang terdampak paling besar layak diapresiasi. Selain itu, keputusan untuk memperlebar defisit melebihi batas maksimum yang di tetapkan dalam undang-undang sebesar 3 persen dari PDB juga menjadi alasan lain Menkeu memperoleh penghargaan tersebut.

Namun penghargaan ini berbanding terbalik dengan fakta realisasi dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Menkeu. Berdasarkan laporan laporan Bank Dunia berjudul International Debt Statistics (IDS) 2021, Indonesia masuk daftar 10 negara dengan utang luar negeri terbesar. Laporan yang terbit pada 12 Oktober 2020 ini berisi data dan analisis posisi utang negara di dunia di mana dalam salah satu bagian laporan menyebutkan perbandingan beberapa negara berpendapatan kecil dan menengah dengan Utang Luar Negeri (ULN) terbesar, termasuk Indonesia. (Bisnis.com, 14/10/2020)

Apakah ini prestasi yang membanggakan? Jika iya, siapa yang diuntungkan? Sementara berdasarkan catatan Kementerian Keuangan sendiri mencatat posisi utang pemerintah pusat per Agustus 2020 sebesar Rp5.594,93 triliun. Berdasarkan buku APBN Kita, angka ini mengalami kenaikan Rp160,07 triliun dari posisi Juli 2020. Sehingga jika jumlah utang tersebut dibebankan kepada seluruh rakyat Indonesia, maka per orang akan menanggung utang sebesar 20 juta.

Fadli Zon mengungkap bahwa banyak pihak yang mempertanyakan penghargaan yang didapatkan oleh Menkeu Sri Mulyani tersebut. Menurutnya saat ini perekonomian semakin sulit. Seperti nilai tukar rupiah yang melemah dan juga utang negara yang terus menumpuk. "Rupiah tidak semakin menguat dan juga utang kita semakin bertumpuk semakin menggunung yang akan menjadi warisan bagi anak cucu kita," ujarnya. Melihat kondisi perekonomian saat ini rasanya kurang tepat jika Menkeu Sri Mulyani dinobatkan sebagai menteri keuangan terbaik. Bahkan Rizal Ramli menyebutkan sebagai menteri keuangan terbalik. (Tribunapalu.com, 17/10/2020)

Terbaik Bagi Siapa?

Majalah Global Markets adalah majalah berita terkemuka di bidang pasar ekonomi internasional yang 30 tahun terakhir telah menjadi salah satu acuan bagi para pelaku dan institusi di sektor ekonomi dan keuangan internasional. Majalah ini diterbitkan pada saat pertemuan sidang tahunan IMF – World Bank Group. Berpusat di kota Manhattan, New York City, AS, target utama majalah ini terdiri dari Pimpinan, Presiden, CEO, CFO, Bendahara, dan pejabat keuangan lainnya. Majalah ini didistribusikan di 158 negara, dengan 50.050 pelanggan dan penerima global, disertifikasi oleh BPA Worldwide.

Penobatan Menkeu Sri Mulyani untuk kedua kalinya oleh lembaga asing tentu saja membuat publik bertanya-tanya. Mengapa lembaga asing memberikan apresiasi untuk negara lain sementara mereka tidak mengetahui secara pasti kondisi di negara tersebut?

Lebih jauh lagi standar penilaian yang diberikan oleh lembaga ini berpedoman pada cara pandang yang mereka anut yakni sekularisme kapitalis. Dalam sistem ekonomi kapitalis, adanya kepentingan konglomerasi dan pejabat adalah satu kesatuan yang saling menguntungkan satu sama lain. Sementara pengabaian terhadap kesejahteraan rakyat adalah sebuah keniscayaan akibat penerapan sistem ekonomi kapitalis. Sehingga wajar, demi melanggengkan kekuasaan dan kesejahteraan masing-masing akan saling bekerja sama, termasuk pemberian penghargaan.

Islam, Solusi Terbaik

Sistem apapun di dunia ini terbukti gagal dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Hanya ada satu sistem kehidupan yang terbukti berabad-abad menyejahterakan dan menjadikan kehidupan jauh lebih baik.

Islam dengan kesempurnaannya memiliki aturan dari Sang Pencipta alam semesta dan seisinya ini sebagai aturan terbaik yang bagi siapapun menjalankannya, tentu saja dia adalah manusia terbaik. Dalam al-Qur’an, Allah telah menegaskan sendiri tentang kebenaran Islam sebagai agama bagi seluruh umat manusia. Diantara penegasan tersebut terdapat dalam beberapa surat berikut:

Surat Ali Imran/3 ayat 83: "Apakah selain agama Allah yang mereka cari, padahal hanya kepada-Nya tunduk siapapun yang ada di langit-langit dan di bumi, baik karena taat maupun terpaksa. Dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan".

Ayat di atas menjelaskan bahwa agama yang benar adalah agama yang datang dari Allah SWT. Dalam firman-Nya yang lain, pada surat Ali Imran/3 ayat 19, Allah menegaskan: "Sungguh agama yang diridlai di sisi Allah adalah agama Islam".

Kemudian, dalam surat Ali Imran ayat 15, Allah SwT. berfirman: "Barangsiapa yang mencari agama lain selain Islam maka ia tidak akan diterima dan kelak di akhirat tergolong orang-orang yang merugi".

Dalam surat al-Ma’idah/5 ayat 3, Allah juga menegaskan: "Hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu dan Aku telah cukupkan bagimu nikmat-Ku dan aku telah meridlai Islam sebagai agama untukmu".

Telah sangat gamblang bahwa aturan terbaik hanya berasal dari aturan Allah SWT. Tak hanya aturan ibadah ritual, namun juga aturan manusia dengan dirinya sendiri maupun aturan dirinya dengan manusia lainnya seperti aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Sungguh sempurna. Andai para penguasa mengambil aturan islam dalam menjalankan kebijakan negara, maka sudah pasti bukan penghargaan dari manusia terlebih lembaga asing diperoleh tetapi keberkahan dari langit dan bumi akan Allah limpahkan berupa kesejahteraan bagi semua rakyat tanpa pandang status dan jabatan. Wallahu'alam bisshowab.

Post a Comment for "Negara Butuh Sistem Terbaik, Bukan Menteri Terbaik"