Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Islam Semakin Sakti Ketika Rasulullah SAW Menegakkan Dan Mewariskan Sistem Islam (Daulah Khilafah)

Penistaan agama semakin bertambah banyak. Setelah Sheikh Ali Jaber ditikam penikam ganas, kini Musholla menjadi sasaran anti Islam.

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Penistaan agama semakin bertambah banyak. Setelah Sheikh Ali Jaber ditikam penikam ganas, kini Musholla menjadi sasaran anti Islam.

Seperti dikutip dari Trenopini.com (29 dan 30 September 2020) pelaku anti Islam ini mencurat coret Musholla di Tangerang dan kemudian berhasil diringkus aparat hanya dalam kurun waktu 4 jam. Tulisan dengan pilox hitam pada Musholla bernada SARA seperti; saya kafir, anti Islam, anti Khilafah.

Kejadian ini sangat menyesakkan dada. Mengapa semakin banyak orang yang berani menghina Islam? Menyerang para ulama, melecehkan rumah ibadahnya dan menghina ajaran Islam.

Maka tak heran jika banyak orang menyatakan bahwa sistem yang ada sekarang ini sistem yang gagal total menyelamatkan Islam. Demokrasi hanya jadi lahan bagi banyak orang untuk menghina agama Islam.

Demokrasi pantas disebut sebagai zaman jahiliyah reborn. Sebab ditengah derasnya arus korupsi, kemiskinan, perzinahan, pengangguran, serangan terhadap Islam semakin menjadi-jadi.

Ini persis seperti dulu ketika bayi perempuan dikubur hidup-hidup, perzinahan, perjudian, penyembahan berhala terjadi dan lain-lain. Rasulullah SAW dan para sahabat pun berusaha untuk menghilangkan segala dosa dan kriminalitas meskipun harus dipersekusi oleh kaum Kafir Quraisy.

Para pemimpin Quraisy merasa terancam dengan kehadiran dakwah Islam oleh Rasulullah SAW dan para Sahabat. Takut kehilangan sistem dan kekuasaan, Golongan kafir ini pun mencoba membunuh Rasulullah SAW.

Namun, ketika puncak persekusi itu terjadi, Allah SWT menyelamatkan Rasulullah SAW ke Madinah dengan menurunkan kekuasaan kepada Beliau SAW lewat perantara para pemimpin di Madinah. Daulah Islam pun tegak dan semakin sakti.

Islam mampu menyatukan golongan Anshor (Aus dan Khajraj) dalam satu kepemimpinan dan persaudaraan. Islam pun mampu membuat Kaum Yahudi mau diatur dengan sistem kepemimpinan Islam.

Islam pun dalam bentuk satu sistem kepemimpinan berhasil menaklukkan Kafir Quraisy dalam perang badar. Walaupun kalah di perang Uhud, Islam berhasil bangkit dalam perang Khandaq dan berhasil memfutuhat Makkah.

Dari sini kita belajar bahwa ketika Islam dalam ketiadaan pemimpin maka Islam tak memiliki banyak kekuatan untuk menghilangkan kejahiliyahan dan menggantikannya dengan cahaya Islam.

Setelah Rasulullah SAW wafat pun, Kekhilafahan Islam semakin sakti. Islam mampu menundukkan seluruh jazirah Arab, bumi Syam, Benua Afrika, Sebagian besar Asia dan Eropa.
Keadilan pun menyebar ke seluruh dunia. Pendidikan dan kesehatan gratis merata bagi semua warga negara apa pun suku, agama dan rasnya.

Bahkan Eropa berguru ke Khilafah dan terinspirasi untuk keluar dari the dark age (masa kegelapan). Begitu juga yang terjadi pada zaman sekarang.

Kejahiliahan itu semakin parah. Kalau dulu orang mengubur bayi perempuan hidup-hidup, sekarang lebih keji, belum tahu jenis kelaminnya, sudah 2 juta janin yang diaborsi setiap tahunnya (solopos.com).

Penistaan agama terhadap Ulama, Al Qur'an, Rumah Ibadah dan Ajaran Islam tentu akan hilang jika sistem jahiliyah demokrasi warisan Yunani ini segera diganti. Ketika Khilafah tegak, segala bentuk penistaan agama akan dihilangkan.

Para penista agama akan takut untuk menista Islam karena tahu ada pelindung umat Islam. Kaum Muslimin akan bebas beribadah dan berdakwah tanpa takut diintimidasi dan dipersekusi.

Non Muslim juga akan tenang karena Rasulullah SAW pernah menjamin bahwa barangsiapa yang menyakiti irang-orang Ahlu Dzimmi (Warga Negara Non Muslim) maka seperti menyakiti Rasulullah SAW. Sepanjang sejarah kekhilafahan Islam, Warga Non Muslim mendapatkan banyak pelayanan super dari Kaum Muslimin yang tidak mereka dapatkan di Barat (Eropa).

Sungguh ketika Khilafah ditegakkan, InsyaAllah dengan Izin Allah SWT, kemakmuran akan meliputi seluruh penjuru negeri.

Anti Islam akan berubah menjadi Pro Islam. Anti Khilafah akan berubah menjadi Pro Khilafah. Seperti dulu warga Non Muslim pernah membela Khilafah mengusir pasukan Salib karena merasakan keadilan yang luar biasa dari sistem kepemimpinan Islam (Khilafah). []

Bumi Allah SWT, 1 Oktober 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Islam Semakin Sakti Ketika Rasulullah SAW Menegakkan Dan Mewariskan Sistem Islam (Daulah Khilafah)"