Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah Bukan Lagu Dan Drama Melankolis, Khilafah Menginspirasi Dunia Selama 14 Abad

Setelah Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar As Shiddiq didaulat menjadi Khalifah. Kisah Khilafah pun dimulai. Penaklukan demi penaklukan silih berganti hingga 2/3 dunia dalam genggaman Islam selama 14 abad.
Oleh : Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Makkah dulunya tidak dianggap apa-apa oleh dunia. Sebuah tempat yang berada jauh dalam padang pasir. Kota ini tak memiliki sumber daya alam atau penghasilan yang melimpah.

Kota yang penuh dengan berbagai aksi jahiliyah. Perang saudara, mengubur bayi perempuan hidup-hidup, judi, riba, zina dan sebagainya. Kota ini bukan penguasa dunia dan pusat perdagangan.

Lalu kisah nyata pun dimulai. Diutuslah hanya satu pria untuk berdakwah dan berhasil mendapatkan 40 pemuda Shaleh selama 12 tahun. Tahun ke 13, kelompok kecil ini berhasil mendirikan Daulah Islam di Madinah. Setelahnya berhasil memfutuhat berbagai daerah di Jazirah Arab dan mengalahkan Romawi.

Setelah Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar As Shiddiq didaulat menjadi Khalifah. Kisah Khilafah pun dimulai. Penaklukan demi penaklukan silih berganti hingga 2/3 dunia dalam genggaman Islam selama 14 abad.

Tidak ada kisah cinta melankolis dan lagu-lagu baperan didalamnya. Tidak ada kisah patah hati karena diputus pacar.

Tidak ada istilah pacaran. Pacaran, lagu dan film yang membangkitkan hasrat mencurahkan kasih dan cinta dibawa dari budaya Barat masuk ke wilayah negeri-negeri Kaum Muslimin.

Tujuannya untuk melemahkan para Pemuda untuk dekat dengan ghirah Islam. Cinta sejak zaman Rasulullah hingga kekhilafahan terus berganti-ganti dihargai dengan mahligai pernikahan.

Prestasi pemuda adalah membebaskan daerah-daerah baru dengan 3 pilihan. Pertama masuk Islam, kedua membayar jizyah dan ketiga diperangi hingga kalah (bukan dimusnahkan seperti penjajahan As atas suku Indian).

Para pemuda Islam yang membuka dunia dengan keadilan dan kemakmuran jumlahnya sangat banyak. Misalnya Sultan Muhammad Al Fatih, Sultan Shalahudin Al Ayyubi, Khulafaur Rasyidin (yang memulai karirnya sejak sangat muda), dan lain-lain.

Ilmuwan dan Ulama Khilafah Islam juga telah banyak yang menjadi inspirator dunia. Misalnya Al Khawrizmi penemu Aljabar dan angka nol yang membangun sistem teknologi modern. Di bidang sosial, pendidikan dan kesehatan digratiskan untuk semua warga negara.

Di bidang pemerintahan, Ibnu Khaldun didaulat menjadi Bapak pemerintahan karena menulis kitab pendahuluan ilmu pemerintahan. Ilmi dari Ibnu Khaldun pun menjadi inspirasi Barat untuk melawan sistem kerajaan meski sistem pemerintahannya ditunggangi oleh demokrasi.

Khilafah pun menjadi pusat belajar bagi sarjana-sarjana Muslim dan Barat. Melindungi warga Yahudi dari perburuan bangsa Eropa. Menyantuni Amerika dan Eropa ketika musim paceklik besar (the great hunger).

Maka jika kisah Rasulullah SAW dan para penerusnya, Khalifah, difilmkan pun tetap akan menginspirasi. Apalagi kalau diamalkan dalam kehidupan nyata.

Sayang sekali Khilafah masih belum dilirik. Ketika kehidupan negara makin carut marut karena kapitalisme, ada penguasa yang menganjurkan para pemuda untuk menonton lagu dan drama K-POP. Padahal banyak terdapat nilai kebebasan didalamnya.

Yang menyibukkan para remaja dan pemuda hanya dalam urusan cinta berbalut syahwat. Mereka dibiasakan dengan kisah imajinatif yang belum ada sumbangsih nyatanya. Para pemuda kita dididik untuk menilai segala sesuatu dari chasingnya.

Padahal jika para pemuda itu mau serius mendalami Islam dan mempelajari Khilafah tentu mereka akan menjadi pemuda pembangun peradaban Dunia. []

Bumi Allah SWT, 23 September 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Khilafah Bukan Lagu Dan Drama Melankolis, Khilafah Menginspirasi Dunia Selama 14 Abad"