Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hanya Khilafah Yang Mampu Berantas Aksi Teror OPM

OPM alias Organisasi Papua Merdeka adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang pro aktif melakukan teror. Tujuan organisasi ini adalah menyukseskan separatisme Papua dari Indonesia.
Oleh Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

OPM alias Organisasi Papua Merdeka adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang pro aktif melakukan teror. Tujuan organisasi ini adalah menyukseskan separatisme Papua dari Indonesia.

Tindakan teror yang dilakukan selalu menempuh aksi militer berdarah. Tak sedikit korban dari aksi teror OPM ini yakni TNI, Polri, hingga masyarakat biasa. OPM juga pernah menyandera suku tertentu di Papua (salahsatu aksi penyanderaan terbesar di Indonesia).

Bahkan seperti dikutip dari Sindonews dalam Visi Muslim media (21/9/2020), OPM semakin memuncak keberingasannya. Pada hari Senin (14/9/2020), OPM menembak dua pengemudi ojek pangkalan di Kabupaten Intan Jaya. Kemudian pada hari Kamis(17/9/2020), KKB ini membacok seorang tukang ojek lagi bernama Badawi, 51 di Intan Jaya.

KKB juga menembak mati anggota kodim 1404/Pinrang, bernama Serka Sahlan dalam perjalanan membawa logistik.

Pada hari Jum'at (18/9/2020) pagi, KKB menembaki pesawat Dabi Air PK DPG saat mendarat di Bandara Bilorai, Kampung Bilogai, Kabupaten Intan Jaya. Saat itu pesawat akan mengevakuasi jenazah Serka Sahlan. Beruntung badan pesawat yang dipiloti Rofliudin tidak terkena tembakan.

Sabtu (19/9/2020), bersamaan dengan upacara pemakaman jenazah Serka Sahlan, aksi teror gerombolan ini kembali menelan korban yaitu Pratu Dwi Akbar Utomo, anggota Yonif 711/RKS Brigif 22/OTA Kodam XIII/Mdk, yang bertugas sebagai Satgas BKO aparat Teritorial Koramil Persiapan Hitadipa di Kabupaten Intan Jaya. Kontak tembak terjadi sekitar pukul 13.17 WIT.

KKB OPM merasa bebas melakukan aksi terornya karena merasa dilindungi oleh sistem demokrasi selain ada kekuatan besar yang berada dibalik organisasi ini. Selalu saja alasan pelanggaran HAM yang diangkat jika OPM coba ditindak oleh aparat.

Padahal apa yang dilakukan oleh OPM adalah tindakan extraordinary terror (teror luar biasa). Ini menunjukkan bahwa sistem demokrasi lemah dalam memberantas aksi separatisme. Sama halnya dengan kasus Timor Leste yang lepas dari Indonesia menunjukkan bahwa demokrasi gagal melindungi negara dari ancaman separatisme.

Lalu bagaimana sistem Khilafah mampu memberantas separatisme? Untuk kasus Papua, adanya penjarahan SDA di Tembagapura oleh perusahaan kapitalis menjadi sumber terjadinya separatisme.

Ketika Sistem Khilafah diterapkan, SDA diambilalih oleh negara sehingga keuntungannya tidak dibawa lari keluar negeri. Kontrak karya Freeport akan dihentikan dan perusahaan negara seperti Pertamina akan mengambilalih usaha. Keuntungan 100% untuk negara dan dipakai untuk memakmurkan warga Papua dan Indonesia.

Khilafah akan mengratiskan layanan kesehatan dan pendidikan bagi semua warga Papua. Membangun infrastruktur dan mengusir pengaruh Amerika Serikat dari tanah Papua.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa gerakan OPM mendapatkan bantuan senjata dari luar negeri. Maka rantai ini harus diputus. Apabila rakyat Papua berhasil dimakmurkan, tidak akan ada pemberontakan ala separatisme lagi.

Kalau pun ada gerakan separatisme itu bukan karena ketidakadilan tetapi karena ada konspirasi barat di tanah Papua. Khilafah memang telah terbukti menjadi sistem kepemimpinan yang banyak dirindukan manusia.

Seperti dulu Khilafah diundang oleh warga Mesir untuk mengusir tentara Romawi. Warga Mesir tahu Khilafah itu adil sedangkan Romawi hanya ingin mengambil keuntungan dari Mesir berupa pajak yang sangat tinggi. Rakyat Mesir hidup kesulitan dan hasil upeti diangkut ke Romawi.

Dalam sejarah Khilafah warga negara Non Muslim pernah menghadang pasukan Salib di perbatasan Khilafah. Mereka ridho berperang atas nama Khilafah karena Khilafah adil sedangkan Eropa kala itu tidak bisa berlaku adil meski kepada warga Non Muslim.

Kasus Mesir itu imperialisme kuno sedangkan di Papua ada kekuatan kapitalisme modern yang menekan Indonesia agar tunduk dengan kemauan Barat. Oleh karena itu ketika Khilafah tegak, Khilafah akan membebaskan Papua dan daerah lainnya di dunia ini dari penjajahan neo- imperialisme Barat dengan izin Allah SWT. []

Bumi Allah SWT, 21 September 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Hanya Khilafah Yang Mampu Berantas Aksi Teror OPM"