Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Good Looking, se-Radikal Itukah?

Istilah 'good looking' sedang ramai diperbincangkan. Mulanya berawal dari pernyataan seorang Menteri pada pertemuan Webinar tentang Strategi Menangkal Radikalisme pada ASN di kanal Youtube Kemenpan RB (2/9/20).
Oleh: Cynthia Putri

Istilah 'good looking' sedang ramai diperbincangkan. Mulanya berawal dari pernyataan seorang Menteri pada pertemuan Webinar tentang Strategi Menangkal Radikalisme pada ASN di kanal Youtube Kemenpan RB (2/9/20). Dalam forum tersebut muncul statement bahwasanya paham radikalisme masuk masjid melalui anak yang 'good looking' sebagaimana yang diunggah oleh situs berita www.cnnindonesia.com, pada 3 September 2020 lalu.

Berdasarkan hasil penulusuran kamus online, dapat disimpulkan bahwa good looking artinya berpenampilan menarik dan enak dipandang. Lagipula, berpenampilan yang enak dipandang itu juga merupakan Sunnah Nabi.

Dari Abu Dzar, Nabi SAW. bersabda, “Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri” (HR. Imam Muslim no. 2626).

Lalu apa hubungannya Good Looking dengan Radikalisme?

Setelah berselancar di dunia maya untuk mencari arti kata radikal. Ternyata, kata radikal ini sebenarnya netral. Radikalis merupakan kata sifat yang berasal dari bahasa Latin 'radix' atau 'radici'. Berdasarkan The Concise Oxford Dictionary (1987), istilah radikal berarti 'akar', 'sumber', atau 'asal-mula'. Arti serupa juga dimuat dalam kamus KBBI versi online bahwa radiks berarti 'origin' (https://kbbi.web.id/radiks).

Maka Islam Radikal berarti Islam yang mengakar (berasal dari sumber asalnya) dan orisinil. Lantas, apakah ada yang salah dengan Islam yang orisinil? Bukankah itu berarti Islam yang sesungguhnya? Bukankah merupakan suatu hal yang baik apabila kita menjalankan ajaran Islam yang murni belum terkontaminasi tangan jahil manusia?

Namun, kata radikal tersebut kini mengalami pergeseran makna. Merujuk KBBI keluaran tahun 1990, istilah radikal diartikan sebagai “secara menyeluruh,” “habis-habisan,” dan “maju dalam berpikir atau bertindak. Itu berarti bahwa makna radikal cenderung “positif”, atau bisa dibilang netral. Namun kini makna radikal terkesan mengarah pada hal “negatif”.

Maka, narasi bahwa anak Good Looking yang merupakan agen Radikalisme merupakan pernyataan yang tak berdasar. Apalagi radikalisme yang dimaksud sebagaimana penafsiran di masa kini yang cenderung bermakna “negatif”. Penafsiran subyektif tersebut menimbulkan kerancuan mengenai standar indikator seseorang dapat dikatakan radikal.

Di samping itu, anugerah fisik berupa penampilan yang menarik juga dimanfaatkan oleh para penganut materialisme. SPG/SPB yang good looking juga seringkali ditempatkan di garda terdepan guna menarik minat beli customer misalnya.

Sudah selayaknya anugerah fisik pemberian Allah ta'ala ini kita pergunakan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah. Karena Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk (QS. At-Tin: 3). Yakni manusia memiliki bentuk paling baik dibandingkan dengan makhluk yang lain.

Taat menjalankan syariat Islam merupakan wujud rasa syukur kita terhadap karunia yang Allah berikan. Karena kita diciptakan sebagai manusia. Bukan sebagai makhluk yang lain. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

Maka kita harus menggunakan karunia badan yang masih sempurna ini sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Karena Allah akan meminta pertanggungjawabannya kelak. Sebagaimana firman Allah berikut: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya”. (QS. Al-Isra’: 36)

Hikmah dari ayat tersebut ialah semua tindakan yang kita lakukan baik itu menggunakan mata, telinga, mulut, tangan, dan kaki semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya. Jangan sampai kita biarkan mata kita melihat hal-hal yang dilarang bahkan dilaknat oleh Allah SWT.

Serta marilah kita gunakan mulut dan telinga ini dengan memperbanyak membaca al-Qur’an, berdzikir kepada Allah SWT serta mendakwahkan kebenaran di tengah-tengah masyarakat.

Amar ma’ruf nahi munkar, seraya membenahi pemahaman yang keliru di tengah masyarakat mengenai Islam yang sesungguhnya. The truly Islam. Tidak terkecoh dengan narasi buruk dari para agen pembenci Islam. Sehingga umat pun memahami hakikat ajaran Islam yang sebenarnya. Tidak phobia dengan Islam itu sendiri. Hingga kemudian umat menginginkan diterapkannya kembali seluruh syariat Islam secara syamilan (lengkap meliputi segala sesuatu) dan kamilan (sempurna) di setiap lini kehidupan.

Post a Comment for "Good Looking, se-Radikal Itukah?"