Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AHOK KEBELET INGIN JADI PRESIDEN

Kecurigaan besar umat Islam terhadap RUU Omnibus law cipta kerja sebagai 'jembatan emas' bagi Ahok untuk menjadi Presiden 2024. Apalagi Ahok mendapat "perlakuan" istimewa dari rezim yang berkuasa. Bahkan pejabat militer dan sipil konon banyak yang "takut" sama Ahok. Konon pula kartu truft Jokowi juga ada di Ahok.

by Tarmidzi Yusuf | Pegiat Dakwah dan Sosial

UUD tahun 2002 sebagai UUD hasil "kudeta" dari UUD tahun 1945 memungkinkan Ahok dan warga keturunan China menjadi Presiden Republik Indonesia. Gaungkan kembali ke UUD 1945 yang asli.

Persoalannya, maukah rakyat Indonesia punya Presiden seperti Ahok dan warga keturunan China lainnya?

Beberapa kali Pilkada telah membuktikan Ahok gagal menjadi Gubernur. Tahun 2007 Ahok kalah di Pilgub Bangka Belitung.

Pesaing Ahok ketika itu Eko Maulana Ali Suroso atau EMAS yang memenangi Pilgub pertama di salahsatu propinsi termuda Indonesia, Bangka Belitung.

Sepuluh tahun kemudian tepatnya 2017 Ahok kembali dipermalukan oleh Anies - Sandi pada Pilgub DKI. Pilgub "terpanas" dan "terseksi" di Indonesia dengan mencuatnya isu politik identitas yang berlanjut hingga Pilpres 2019.

Ahok pernah 'menang' dalam kontestasi Pilgub DKI tahun 2012 bukan sebagai Gubernur melainkan Wakil Gubernur mendampingi Jokowi.

'Kemenangan' Ahok pada Pilgub 2012 karena mendompleng Jokowi sebagai Wakil Gubernur bukan karena semata-mata figur Ahok.

Menyadari dua kali ikut Pilgub kalah secara memalukan selain faktor agama dan ras serta kebelet ingin menjadi orang nomor satu di Indonesia, Ahok bermain-main dengan isu sara.

Setahun sebelum Pilgub DKI tahun 2017 tepatnya tahun 2016 Ahok terjerat pasal penodaan agama. Sehingga lahirlah Aksi Bela Islam berjilid-jilid yang mengantarkan Ahok dibalik jeruji besi di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. _Allahua'lam_ dipenjara tidaknya.

Kasus penodaan agama menyebabkan Ahok tidak saja kalah Pilgub DKI juga harus mendekam di penjara selama 2 tahun.

Kasus penodaan agama ternyata tidak membuat Ahok berubah. Lisan yang buruk, arogan dan selalu mengajak "perang" umat Islam dengan ucapan yang rasis.

Beberapa hari yang lalu Ahok kembali membuka "front" dengan umat Islam. Sebagai Komisaris Utama PT Pertamina, Ahok menyebutkan jika dirinya menjadi direktur utama Pertamina bakal ada yang melakukan unjuk rasa dan memprotesnya. Ia mengistilahkan mereka yang mendemo dengan sebutan kadrun (kadal gurun).

Istilah kadrun berasal dari PKI untuk melabeli umat Islam. Istilah kadrun ini kembali mencuat dua tahun terakhir. Sebagai salahsatu indikasi bangkitnya PKI Perjuangan.

Ahok merupakan cerminan karakter sesungguhnya dari etnis dan agama minoritas di Indonesia. Arogan, menganggap remeh pribumi dan melecehkan agama mayoritas serta syahwat berkuasa yang besar.

Kecurigaan besar umat Islam terhadap RUU Omnibus law cipta kerja sebagai 'jembatan emas' bagi Ahok untuk menjadi Presiden 2024. Apalagi Ahok mendapat "perlakuan" istimewa dari rezim yang berkuasa. Bahkan pejabat militer dan sipil konon banyak yang "takut" sama Ahok. Konon pula kartu truft Jokowi juga ada di Ahok.

Patut kita waspadai RUU Omnibus law dan RUU lainnya yang berpotensi melakukan "kudeta" konstitusi dan memberi celah pilpres curang agar Ahok bisa jadi Presiden.

Umat Islam akan bersatu seperti tahun 2016 dan 2017 melawan Ahok dan etnis China lainnya. Ahok yang menebar rasis, Ahok pula akan menuai badai.

Bandung, 3 Safar 1442/20 September 2020

Post a Comment for "AHOK KEBELET INGIN JADI PRESIDEN"