Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Khilafah: Masa Lalu Nusantara Dan Masa Depan Indonesia

Khilafah: Masa Lalu Nusantara Dan Masa Depan Indonesia

Oleh: Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Khalifah adalah pemimpin tunggal dan tertinggi Kaum Muslimin. Khalifah memimpin Khilafah dan menyebarkan dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia.

Beliau melanjutkan amanah dakwah Rasulullah SAW sebagai pemimpin orang-orang beriman (Amirul Mukminin) bukan sebagai Nabi. Karena risalah Nabi telah berakhir tetapi risalah kepemimpinan berjalan terus.

Khilafah memiliki banyak kontribusi untuk nusantara. Pembebasan Aceh dan Malaka dari tangan Portugis, pengutusan Wali Songo dan Pelantikan Sultan Jogja merupakan andil dari Sang Khalifah di Turki Utsmani.

Bagi sang Khalifah apa pun masa Kekhilafahannya, setiap permasalahan Umat adalah permasalahan Khalifah juga. Para Khalifah khawatir jika ada kaum Muslimin yang dizhalimi dan tidak ditolong oleh Khilafah, Khalifah itu akan dituntut di akhirat.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz misalnya khawatir bila ada jalan yang rusak, kerikilnya terlepas lalu ada unta yang jatuh tergelincir, maka ia akan dituntut di akhirat. Khalifah Al Mu'tashim Billah mengerahkan segenap pasukannya berbaris dari Baghdad hingga ke Benteng Romawi di Amuria Turki demi menyelamatkan seorang wanita Muslimah yang dilecehkan.

Sebanyaknya lima puluh ribu pasukan Romawi tewas dan Muslimah itu dibebaskan. Bagi Khalifah, semua Muslim punya hak yang sama untuk mendapatkan pertolongan dari Khilafah.

Nostalgia pembebasan Aceh dan Malaka adalah bukti tanggung jawab pemimpin Kaum Muslimin. Sejarah ini tak akan dilupakan oleh Muslim Nusantara.

Walaupun mereka akhirnya dijajah oleh Belanda selama 350 tahun lamanya. Karena memang pada saat itu Khilafah mendapatkan pelemahan dari musuh-musuh Barat Imperialis.

Pelemahan secara pemikiran dan masuknya budaya barat yang sekuler membuat Khilafah melemah. Andai Khilafah waktu itu memperkuat kekuatan pemikirannya niscaya umur Khilafah bisa lebih lama lagi dan mampu untuk mengusir semua penjajah dari tanah Kaum Muslimin.

Indonesia pun sekarang memerlukan Khilafah. Sebab walaupun sudah merdeka hampir 75 tahun lamanya, masih dijajah secara non fisik.

Efek penjajahan kapitalisme lebih rusak daripada zaman kolonial. Kapitalisme mengakibatkan penjarahan Sumber Daya Alam Indonesia.

Ada lebih dari 300 daerah tambang yang ada di Indonesia namun semuanya dikuasai Kapitalis Asing, Aseng dan Asong. Hal ini mengakibatkan kelas kapitalis yang jumlahnya sedikit orang itu menguasai SDA dan semakin kaya.

Sedangkan ratusan juta orang di Indonesia semakin bertambah miskin. Belum lagi mereka harus menyaksikan angka korupsi, pengangguran dan segudang masalah lainnya. Itu lah penjajahan dalam bentuk ideologi.

Sehingga Indonesia memerlukan sebuah tatanan sistem baru yang berlandaskan Islam. Sistem itu adalah Khilafah.

Khilafah akan mengambilalih setiap SDA yang ada dan menghukum para Koruptor. Dan hasil SDA untuk memakmurkan para warganya.

Dengan Khilafah, Indonesia akan semakin kuat dan bebas dari Utang Luar Negeri yang menggunung. Kapitalisme bisa dihapus.

Sebab Islam memberikan hak penguasaan SDA kepada negara. Yang dengannya Pendidikan dan Kesehatan bisa berkualitas dan gratis bagi seluruh rakyatnya tanpa membeda-bedakan Suku, Agama dan Ras.

Khilafah akan memajukan Indonesia seperti dulu memajukan benua Afrika. Zakat yang disalurkan oleh Khilafah pernah ditolak di Benua Afrika (yang masuk kekuasaan Khilafah Islam) karena rakyatnya telah dimakmurkan oleh Khilafah.

Tak dijumpai satupun warga yang miskin. Ini sejarah nyata bukan dongeng. Dan Indonesia pun bisa makmur asalkan mau bertakwa menjalankan Syariah Islam secara Kaffah dalam bingkai Khilafah Islamiyah. []

Bumi, 14 Agustus 2020

#DenganPenaMembelahDunia

#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

#JKDN1Muharram

Post a Comment for "Khilafah: Masa Lalu Nusantara Dan Masa Depan Indonesia"