Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inkonsistensi Pernyataan Prof Azra

Jejak Khilafah di Nusantara
Oleh. Diana Septiani

Awalnya bilang Khilafah itu cuma kepemimpinan setelah Rasulullah wafat, yaitu Khulafaur Rasyidin.

Di sesi ke dua lalu bilang, kalau Khilafah itu cuma dua. Hanya Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq ra dan Umar bin Khattab ra.

Di sesi ke tiga beda lagi pernyataanya. Tidak ada sistem Khilafah. Gak ada di Al-Qur'an. Yang ada hanyalah Khalifah fil Ardh. Di Q.S. al Baqarah ayat 28 ("kalau gak salah?" 😅 aduh pa, grogi ya.. itu di Q.S. Al Baqarah ayat 30, pak.

Di sesi terakhir, terungkaplah kalau ternyata semua pernyataan bapak ini beda waktu, beda pula pernyataannya 😁 Bahkan lisan dan tulisannya pun berbeda.

Saya agak kasihan melihat bapak Profesor 🙏 gerak gerik selama diskusi semalam, saya melihat bapak gelisah. Lirik sana lirik sini, seperti tak nyaman. Seperti ada yang mengganjal dan disembunyikan.

Jadi ingat perkataan ustaz Ismail Yusanto sewaktu Talkshow JKDN, Kamis 20 Agustus lalu. Yang intinya, saat ini banyak tokoh yang sengaja mengaburkan dan menguburkan sejarah Islam. Namun, kata pak Kiyai Rochmat S. Labib menghadang tegaknya Khilafah, bagaikan menghadang terbitnya mentari.

Mustahil!

Kenapa semakin membuming pembahasan Khilafah?

Karena, memang sudah saatnya...

Fajar kemenangan sudah semakin dekat.

Semakin gelap, sinar sang fajar kan menyingsing

Sudah saatnya tidak ada satu rumah pun yang tidak membincangkan topik Khilafah. Sudah saatnya kita semakin giat berdakwah, apalagi dakwah dipermudah dengan tulisan tatkala lisan terhalang.

Cibinong, 28 Agustus 2020

Dini hari di depan laptop yang masih menanti diselesaikan beragam desainan. Menjawab tantangan menulis Makku tercinta ❤️ Mak Sunarti PrixtiRhq

#SaatnyaBerubah
#SaatnyaBerdakwah
#SaatnyaPerjuangkanKhilafah
#SaatnyaDakwahIslamKaffah
#SaatnyaRinduSyariahKhilafah
#RevowriterWritingChallenge

Post a Comment for "Inkonsistensi Pernyataan Prof Azra"