Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PETA PALESTINA TAK SIRNA

Peta Palestina tidak sirna. Tetapi memang tak pernah ada sejak semula.

© Doni Riw

Sejak kapan Palestina sirna dari peta google? Sepekan lalu? Tiga tahun lalu? Tidak.

Juru bicara google menyatakan bahwa sejak semula google belum pernah menggunakan label Palestina di peta onlinenya (CNBC,24/7/20).

Peta Palestina tidak sirna. Tetapi memang tak pernah ada sejak semula.

Ini tidak aneh. Google didirikan oleh Larry Page dari keluarga yahudi israel. Wajar jika dia tak cantumkan Palestina di peta online miliknya.

Umat Islam sedunia boleh kecewa lantaran peta buatan yahudi itu tak mencantumkan Palestina.

Tetapi semestinya lebih kecewa lagi pada penyebab hilangnya kedaulatan Palestina secara nyata.

Tanah suci Palestina dibebaskan oleh Khalifah Umar di era Khilafah Rasyidah tahun 636. Diserbu pasukan salib Katolik di bawah Paus Urbanus II tahun 1099. Dibebaskan kembali oleh Salahudin Al Ayubi tahun 1187.

Selanjutnya, Palestina selalu berada dalam lindungan Khilafah Islam sampai era Khilafah Turki Usmani.

Tahun 1896, bapak zionis, Theodor Herzel, ingin membeli sepetak tanah Palestina kepada Khalifah Abdul Hamid II. Tapi ditolak mentah-mentah. Karena Khalifah tahu bahwa Israel punya rencana untuk mendirikan negara di atasnya.

Akhirnya Herzel dengan mesin Zionismenya membuat berbagai siasat licik menggulingkan Khilafah Turki Usmani.

Siasat Zionis sukses tahun 1924. Khilafah Islam runtuh. Dengannya, Israel berhasil menduduki dan melenyapkan Palestina. Secara nyata, mapun di atas peta.

Palestina selalu ada karena dibebaskan dan dilindungi oleh Khilafah Islam. Palestina sirna bukan karena peta. Tapi karena Khilafah telah tiada.

Ingin Palestina kembali? Rindu Masid Al Aqsa merdeka? Mari turut serta dakwahkan penegakan kembali Khilafah yang telah diruntuhkan israel sebelumnya.

Menghalangi dakwah Khilafah adalah mendukung Israel untuk tetap menguasai Palestina.

Karena hanya Khilafahlah yang kelak akan mampu membebaskan kembali Palestina.

Seperti saat Khalifah Umar bin Khattab dan Salahudin Al Ayubi membebaskannya. Seperti saat Khalifah Abdul Hamid II mempertahankannya.

Jogja 26720

IG @doniriw
t.me/doniriw_channel

#petapalestinataksirna #doniriw

Post a Comment for "PETA PALESTINA TAK SIRNA"