Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ide Khilafah Semakin Menguat di Dunia Online dan Offline

Khilafah bersumber dari ajaran Islam. Sebuah sistem peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat. Menegakkan Khilafah berarti menegakkan kembali Sistem Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Oleh : Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Penulis Nasional dan Pemerhati Politik Asal NTT)

Khilafah bersumber dari ajaran Islam. Sebuah sistem peninggalan Rasulullah SAW dan para sahabat. Menegakkan Khilafah berarti menegakkan kembali Sistem Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Khilafah dulu merupakan kekuatan adidaya yang mampu menandingi Eropa dan menyatukan berbagai bangsa dalam satu sistem Kepimpinan. Eropa dalam rangka menjajah dunia berhasil menghancurkan Khilafah sebagai induk dari Kaum Muslimin pada tanggal 3 Maret 1924.

Sejak saat itu berbagai keterpurukan menimpa Kaum Muslimin. Pembantaian besar-besaran terjadi di Bosnia Herzegovina, Palestina, Uighur, Rohingya. Tak ada yang bisa melindungi  saudara seakidah ini.

Banyak negeri Kaum Muslimin yang dijajah secara militer dan pemikiran. SDA mereka direnggut, korupsi membabi buta, penistaan agama Islam semakin menjadi-jadi. Itu akibat Kaum Muslimin kehilangan Khilafah negara adidayanya.

Namun, ghirah kebangkitan Kaum Muslimin mulai memuncak. Dan insyaAllah akan terus konsisten untuk mengembalikan Islam sebagai pemimpin dunia. Walau begitu banyak halangan menghadang, umat semakin banyak yang sadar untuk menyebarkan ide Khilafah baik itu secara online maupun offline.

Sempat viral kasus pemasukan kata Khilafah dalam deklarasi anti Komunis di salahsatu daerah di Jawa Barat. Namun, dibatalkan oleh para peserta karena mereka menolak mensejajarkan Khilafah yang merupakan ajaran Islam dengan ajaran Komunis. Umat memang harus anti komunis tapi menghina Khilafah itu seperti menghina ajaran-ajaran Islam, Allah SWT, Rasulullah SAW dan seluruh kaum Muslimin.

Patut diduga ada agenda terselubung "yang sengaja" dilakukan oleh anggota forum itu untuk memasukkan kata Khilafah dalam deklarasi. Ia menduga semua orang juga anti Khilafah. Padahal dia sendiri yang kemudian mendapatkan respon keras agar mengeluarkan kata Khilafah dari deklarasi anti komunis tersebut.

Khilafah bukan hal baru. Istilah Khilafah sudah diucapkan oleh lisan Rasulullah SAW yang mulia, kemudian para Khalifah, para Ulama hingga zaman sekarang. Apa yang dilakukan para anggota forum sudah tepat dan mewakili suara umat secara keseluruhan.

Ide Khilafah kini diperjuangkan oleh berbagai elemen Umat seperti Ulama, Intelektual, Mahasiswa, Pengusaha dan Masyarakat lainnya. Melawan Khilafah adalah seperti melawan kaum Muslimin secara keseluruhan.

RUU HIP yang ditunggangi ide Khilafahisme (menyamakan Khilafah dengan gerakan Komunis) mulai mendapatkan penolakan keras. Baik itu di media online seperti Youtube, WA, Facebook, IG, Line maupun di alam offline. Organisasi besar seperti MUI, NU dan Muhammadiyah menolak keras RUU HIP diikuti oleh segenap Kaum Muslimin.

Para politisi sekuler pun mulai berfikir ulang, menimbang akibat politis jika mereka semakin berani menembak ajaran Islam yakni Khilafah. Sebab jika mereka ingin menghantam langsung hanya akan menjadi pemantik persatuan umat.

Mereka belajar dari fenomena Arab Spring dimana para Neo Fir'aun dan partainya tumbang secara bergiliran. Tagar #KhilafahAjaranIslam, #Khilafah, #RinduSyariahIslam begitu trendingnya. Mereka ingin menyaingi tetapi dengan jumlah tweetnya sedikit dan buzzer yang terbatas.

Belum lagi akan melawan kekuatan persatuan Umat Islam di dunia offline sangat mengkhawatirkan. Melarang Khilafah bisa saja mengundang gelombang Umat Islam yang lebih besar dari aksi 411 dan 212. Apalagi dunia Offline dan Online itu saling mendukung. Fenomena di dunia offline menimbulkan badai postingan di media online.

Postingan di media online sering menciptakan lautan gerakan massa di dunia online. Apalagi jejak digital para politis sekuler sungguh menyanyat hati umat. Maka potensi kesadaran umat pun bisa saja muncul di setiap waktu.

Umat sekarang sedang mengelus-elus dada atas tindakan mereka yang pro asing, aseng dan asong. Umat sekarang menunggu sebuah momen dan sebuah sistem yang akan memberikan mereka kesempatan untuk memilih seorang pemimpin dan menegakkan sebuah sistem keadidayaan.

Pada saat itu, ketika 2/3 dunia ini bersatu dalam satu Kekhilafahan Islam yang baru, tidak akan ada lagi dominasi kapitalisme dan Komunisme. Dan dunia akang digenggam Islam dengan keadilan dan kesejahteraan. []

Bumi Allah SWT, 14 Juli 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Ide Khilafah Semakin Menguat di Dunia Online dan Offline"