Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

HAGIA SHOPIA DAN KEMBALINYA KHILAFAH

Hagia Sophia secara harfiah maknanya  "Kebijaksanaan Suci". Hagia Sophia adalah sebuah bangunan bekas basilika, difungsikan menjadi masjid pada masa penaklukan Konstantinopel, disekulerkan dan difungsikan sebagai Museum oleh Mustafa Kamal La'natullah pasca keruntuhan kekhilafahan Turki Usmani. Hagia Sophia terletak di Istanbul, Turki.

Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Hagia Sophia secara harfiah maknanya  "Kebijaksanaan Suci". Hagia Sophia adalah sebuah bangunan bekas basilika, difungsikan menjadi masjid pada masa penaklukan Konstantinopel, disekulerkan dan difungsikan sebagai Museum oleh Mustafa Kamal La'natullah pasca keruntuhan kekhilafahan Turki Usmani. Hagia Sophia terletak di Istanbul, Turki.

Pada tahun 537 M sampai 1453 M, bangunan ini merupakan Gereja katedral Ortodoks dan tempat kedudukan Patriark Ekumenis Konstantinopel. Namun, pada tahun 1204 sampai 1261, ketika tempat ini diubah oleh Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel.

Bangunan ini awalnya dibangun sebagai sebuah gereja antara tahun 532-537 atas perintah Kaisar Rowami Timur Yustinianus I dan merupakan Gereja Kebijaksanaan Suci ketiga yang dibangun di tanah yang sama, dua bangunan sebelumnya telah hancur karena kerusuhan. Bangunan ini didesain oleh ahli ukur Yunani, Isidore dari Miletus dan Anthemius dari Tralles.

Bangunan ini menjadi masjid mulai 29 Mei 1453 sampai 1931 pada masa kekuasaan Kesultanan Utsmani. Kemudian bangunan ini disekulerkan dan dibuka sebagai museum pada 1 Februari 1935 oleh Republik Turki.

Belum lama ini setelah 16 Tahun digugat, Pengadilan Turki akhirnya mengeluarkan Putusan Hagia Sophia Kembali Menjadi Masjid

Masjid Hagia Sophia.

Putusan ini diumumkan oleh Pengadilan Turki pada Jumat, 10 Juli 2020. Putusan ini menganulir kebijakan Mustafa Kamal La'natullah  yang dulu mengubah fungsi Hagia Sophia dari masjid menjadi museum pada tahun 1934.

Tentu saja ini kabar gembira bagi seluruh kaum muslimin. Di sosial media, beredar viral video kumandang adzan di Masjid Hagia Sophia setelah nyaris satu abad tak terdengar.

Kembalinya Hagia Sophia seolah menjadi kabar pembuka, tentang kembalinya kejayaan Islam sebelum kabar ini disempurnakan dengan tegaknya Khilafah. Bagaimanapun, Hagia Sophia sangat terkait erat dengan sejarah Khilafah.

Konstantinopel ditaklukkan oleh Muhamad Al Fatih, yang kemudian wilayah kekuasaan Bizantium ini menjadi wilayah kekuasaan Daulah Khilafah. Sejak penaklukan itulah, fungsi Hagia Sophia menjadi Masjid, dilanjutkan para Khalifah-Khalifah Islam, hingga akhirnya kekhilafahan Islam terakhir di runtuhkan di Turki pada tahun 1924.

Siapapun Umat Islam, pasti gembira dan bahagia mendengar kabar kembalinya masjid Hagia Sophia. Siapapun, umat Islam juga pasti menunggu kabar gembira selanjutnya, yakni kabar kembalinya Kekuasaan Islam, kembalinya Kekhilafahan Islam, sistem pemerintahan yang dahulu membidani Hagia Sophia menjadi Masjid.

InsyaAllah, Hagia Sophia adalah kabar permulaan, kabar tamsil, dan akan segera diikuti kabar gembira selanjutnya. Yakni, kabar dibaiatnya seorang Khalifah, kabar kembalinya Kekuasaan Islam, kabar tegaknya Daulah Khilafah ditengah tengah kaum muslimin.

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

"Apabila Pertolongan Allah dan Kemenangan telah tiba, dan kamu saksikan umat manusia berbondong-bondong menganut agama Allah, maka semarakkanlah puji-pujian untuk Tuhanmu dan mohonlah pengampunanNya, sungguh Dialah Yang Maha Mengasihani."[QS : An Nasr ].

Post a Comment for "HAGIA SHOPIA DAN KEMBALINYA KHILAFAH"