Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tool Solusi Kok Malah Muncul Krisdayanti ?

Bagi para pengemban dakwah, Perlu kerja yang lebih keras untuk menyadarkan umat, sehingga Syariah Islam muncul sebagai kata kunci dalam pembanding ideal tadi, yaitu Kondisi dan Solusi.

Alhamdulillah, Allah Ta'ala telah memberi kesempatan hidup hingga kita sampai di hari senin yang cerah ini. Ditemani sepertiga isi cangkir kopi, sisa semalam yang ditinggal pergi mimpi, saya lihat-lihat trending topik dan  trenopini untuk hari ini.

Seperti biasa, tren pencarian google masih didominasi seputar selebriti, diikuti olah raga, kemudian peristiwa politik.
Agak berbeda dengan google, di twitter trending topik pertama diduduki oleh peristiwa politik, yang ke dua selebriti, yang ke tiga politik luar negeri, tapi tetap dari tujuh hastag terpopuler, topik selebriti yang menjadi juaranya.

Grafik-grafik ini setidaknya mewakili kondisi real masyarakat indonesah, topik-topik populer menentukan sejauh mana tingkat pemikiran masyarakat. Sejauh mana tingkat perhatian masyarakat terhadap situasi dan kondisi saat ini. Saya sendiri sangat prihatin (maaf ya pak SBY, saya pinjam dulu kalimatnya) melihat grafik populer di pagi hari ini. Mungkin juga hal ini menjadi kesimpulan sebagian pembaca artikel ini.

Di tengah pandemi covid-19, dalam kondisi sulit dan menjepit, tren populer malah diduduki oleh para Selebriti. Kalau kita pakai tool pembanding ideal, yaitu antara Kondisi dan Solusi, tidak akan pernah didapat korelasi, jika yang muncul malah "krisdayanti". Kecuali jika tool pembandingnya diganti, misal "Kondisi dengan bodo amat", atau "Solusi dengan Duda", maka akan didapatkan banyak kata kunci yang mungkin salah satunya nama selebriti.

Bagi para pengemban dakwah, Perlu kerja yang lebih keras untuk menyadarkan umat, sehingga Syariah Islam muncul sebagai kata kunci dalam pembanding ideal tadi, yaitu Kondisi dan Solusi.

Sebenarnya kurang lengkap tanpa menyertakan trending topik dari facebook, karena sampai saat ini, facebook masih tetap menduduki peringkat pertama dengan jumlah pengguna terbanyak. Tapi sayang seribu kali sayang, facebook menghapus fitur trendingnya pada tahun 2014 lalu.

Bagi para copywriting, terutama kontributor di website berita, sudah menjadi hal yang wajib memantau grafik trending ini, karena apa yang dia tulis akan meningkatkan SEO rank situs didaftar pencarian.

Bagi para analis sosial Politik, mereka juga wajib memperhatikan grafis trending ini, karena apa yang dicari dan apa yang sedang populer didunia maya, setidaknya mewakili realita yang ada sehingga para analis sospol, mampu memberikan analisanya dengan akurat.

Terlebih bagi para analisis dan penulis ideoligis, tool pencarian dan trending topik ini sangat-sangat perlu diperhatikan. Karena dengan memperhatikan hal ini, penulis ideologis akan dapat memetakan sejauh mana tingkat berfikir umat. Dan yang pasti, peristiwa sosial politik yang sedang populer akan menentukan tema tulisan-tulisannya.

Nah, untuk itu trenopini selalu menerima tulisan-tulisan berbobot dari para penulis ideologis sekalian, dengan analisa-analisa tajam dan "mencekam", mencerahkan dengan solusi Islaminya, sehingga mampu memberikan kesadaran kepada umat, untuk bangkit dari keterpurukan dengan diterapkannya Syariah Kaffah di Negeri ini.

Untuk tulisan Opini kirim via email ke trenopinimedia@gmail.com

Terimakasih
Ahmad Sakhroni

Post a Comment for "Tool Solusi Kok Malah Muncul Krisdayanti ?"