Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MEREKA MENISTA " GO TO HELL KHILAFAH"

MEREKA MENISTA "  GO TO HELL KHILAFAH".

Oleh : Muis Karim

Rupanya kebencian kepada Khilafah sangat besar. Namun opini yang berangkat dari argumen ( dalil) kuat, tidak cukup dilawan hanya dengan stigma negatif apalagi fitnah, khilafahisme adalah stigma negatif. Khilafah akan merubah pancasila adalah fitnah.

Kini semua sudah terbantahkan, Khilafah bukan isme, Khilafah adalah perintah Allah yang diikuti dengan penegasan Sunnah Rasulullah Saw, hingga menjadi ijma' Sahabat. Sekaligus sebagai atsar sahabat.

Para sahabat Rasulullah Saw sebagai generasi terbaik menjalani hidup dengan Khilafah. Tak satupun yang berani mencuri kewenangan Khilafah yang sah, hingga datangnya masa Muawiyah.

Sekali lagi Khilafah bukan isme, seperti tudingan PDIP. Khilafah juga bukan akan merubah pancasila. Khilafah hanya datang lebih luas dari sekedar persatuan Indonesia yang tertuang pada sila ketiga.

Tapi khilafah menawarkan persatuan seluruh umat Islam sedunia tanpa sekat nation state (Nasionalisme). Yang ada adalah ummatan washotan ( umat yang eksis ditengah-tengah manusia).

Kini semua sudah terbukti, yang hendak merubah pancasila justru yang teriak-teriak 'saya pancasila'. Mungkin mereka sudah merubah teriakannya dengan 'saya trisila ataupun saya ekasila'.

Dan yang bela Pancasila malahan dari kalangan umat Islam. Bahkan menuntut kembalinya 7 kata yang dihilangkan dalam Piagam Jakarta.

Setelah semua stigma dan fitnah menemui jalan buntu. Kebencian pun menampakkan kata-katanya "Khilafah go to HELL".

Woi..
Yang go to hell itu adalah penentang khilafah, Karena khilafah adalah perintah Allah agar terlaksana seluruh syariat.

Yang go to hell itu adalah para pemuja Kapitalisme. Yang terus bersekongkol dengan asing mengeruk habis SDA negeri Islam.

Yang go to hell itu salah para pengikut komunisme. Yang tak bertuhan dan tak berperikemanusiaan. Sejarah Komunisme penuh darah santri dan ulama.

Post a Comment for "MEREKA MENISTA " GO TO HELL KHILAFAH""