Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MENOLAK RUU HIP KARENA APA ?

Menolak RUU HIP karena apa ?

Oleh : Ahmad Khozinudin | Aktivis, Anggota Hizbut Tahrir

Sesungguhnya segala amalan itu bergantung pada niat. Amalan sama, jika niatnya berbeda akan berkonsekuensi berbeda.

Pada saat Rasulullah SAW hijrah, banyak sahabat yang hijrah mengikuti beliau. Ternyata, tersiar kabar ada yang berhijrah, bukan atas niat taat pada Rasulullah SAW, tetapi karena yang lain. Maka sabda Rasulullah SAW dalam hadits innamal a'malu binniyat, adalah dalam rangka memberikan nasehat agar meluruskan niat.

Hari ini, segenap Umat Islam menolak RUU HIP. Secara amalan, semua sama. Menolak dan menuntut RUU HIP dihentikan dari pembahasan di DPR, dihapus dari Prolegnas.

Namun, jika kita teliti ada setidaknya 3 (tiga) arus penolakan dengan motif berbeda :

Pertama, kaum muslimin yang menolak RUU HIP, dikarenakan RUU HIP bernafaskan Komunisme, sementara komunisme berakidah atheisme yang bertentangan dengan akidah Islam, sehingga umat Islam wajib menolaknya karena membela akidah Islam.

Kedua, kaum muslimin yang menolak RUU HIP, dikarenakan RUU HIP bernafaskan Komunisme, sementara komunisme berakidah atheisme yang bertentangan dengan akidah Islam, sehingga umat Islam wajib menolaknya karena membela akidah Islam

Hanya saja, kelompok kedua ini dalam komunikasi politik tidak terbuka membela Islam, tidak terbuka menyatakan Komunisme bertentangan dengan Islam, tapi menggunakan narasi politik bahwa Komunisme bertentangan dengan Pancasila, dengan berbagai tafsir yang mendukungnya.

Misalnya saja, Komunisme bertentangan dengan sila ketuhanan yang maha esa, karenanya RUU HIP yang bernafaskan Komunisme, yang menempatkan ketuhanan pada sila ketiga dalam Trisila, dan bahkan merancukan makna Pancasila dengan membuat redaksi "Ketuhanan yang berkebudayaan".

Ketiga,kaum muslimin yang menolak RUU HIP, dikarenakan RUU HIP bernafaskan Komunisme, sementara komunisme berakidah atheisme yang dianggap bertentangan dengan Pancasila, sehingga umat Islam wajib menolaknya karena membela Pancasila.

Kelompok ketiga ini pada hakekatnya telah menjadikan Pancasila sebagai agama baru, yang dibela dan dianggap akan memberikan syafaat di akhirat. Jika anda, menolak RUU HIP atas motif sebagaimana kelompok ketiga ini, maka anda termasuk orang-orang yang tertipu.

Di akhirat kelak, semua amalan dikembalikan kepada niat. Bagi siapa saja kaum muslimin yang menolak RUU HIP, dikarenakan RUU HIP bernafaskan Komunisme, sementara komunisme berakidah atheisme yang bertentangan dengan akidah Islam, sehingga umat Islam wajib menolaknya karena membela akidah Islam, maka orang tersebut akan mendapat pahala berdasarkan niatnya.

Bagi mereka, yang menolak RUU HIP karena membela Pancasila hanya sebagai taktik semata, meskipun sebenarnya membela Islam, akan diklasifikasi sebagai orang yang lemah, karena tidak mampu menampakkan pembelaan kepada Islam secara terbuka.

Bagi mereka, yang menolak RUU HIP karena membela Pancasila, menjaga kesucian dan kemurnian Pancasila, maka kelak di akhirat anda tidak memiliki bagian apapun, dan tak mendapat pahala secuil pun. Anda termasuk orang-orang yang tertipu, karena tak ada perintah agama Islam berjuang atas dasar membela selain pembelaan terhadap Islam.

Lantas, ada pada kelompok manakah anda saat ini ? [].

Post a Comment for "MENOLAK RUU HIP KARENA APA ?"