Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

"Ideologi Khilafah" Itu Tidak Ada

Ideologi khilafah itu tidak ada

Lalu sebenarnya IDEOLOGI apa yang mengancam NKRI?

Walau dikit panjang biasakan baca sampai tuntasss ya, biar gak gagal faham...

Sebelumya harus di sepakati dulu definisi dari ideologi itu apa.

Definisi memang penting. Itu sebabnya Ibnu Sina pernah berkomentar: "Tanpa definisi, kita tidak akan pernah bisa sampai pada konsep".

Dalam kamus wikipedia:
Ideologi merupakan suatu ide atau gagasan ,Tujuan utama di balik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif.

Syekh Taqiyuddin An-Nabhani mendefinisikan ideologi sebagai mabda:

Mabda’ adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan.

Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan hidup, serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan, di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini.

Atau Mabda’ adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia, dan hidup. Mencakup dua bagian yaitu, fikrah (ide) dan thariqah (methode).

Jadi dapat kita simpulkan sesuatu dikatakan ideologi kalau memenuhi 3 unsur ;

1. Ada fikroh (ide,gagasan,konsep) tentang kehidupan scara menyeluruh.

2. Ada thoriqoh (methode), cara untuk menerapkan dan mempertahankan serta menyebarkan ide (fikroh) itu.

3. Ada pembawa dan pengemban ideologi tersebut untuk di sebarkan.

Ideologi pun harus mampu memberikan jawaban setiap pertanyaan dari simpul dasar kehidupan dan memberikan solusi terhadap permaslahan manusia.

Apa pertanyaan mendasar itu ;

Yaitu dari mana manusia berasal, untuk apa manusia hidup, dan kemana setelah manusia mati.

Manusia akan menjalani kehidupan nya itu tergantung jawaban apa terhadp 3 pertanyaan itu.

Di dunia ini hanya ada 3 ideologi utama walupun ada turunan-turunannya, yaitu :

1. Komunisme-sosialisme
2. Kapitalisme
3. Islam

Yang pertama dan kedua berasal dari hasil akal manusia, dan yang ketiga berasal dari wahyu yg di bawa oleh Rosululloh SAW.

Jawaban Komunisme terhadap pertanyan mendasar adalah bahwa manusia berasal dari materi terjadi secara kebetulan, hidup untuk mencari materi, dan kembali menjadi materi, yang di situ akan melahirkan sistem ekonomi dan politik sosialis.

Kapitalisme menjawab bahwa manusia ada yg menciptakan (Tuhan), hidup untuk mencari materi bersenang-senang, setelah mati kembali ke Tuhan akan masuk syurga (tidak ada hisab) karena mengambil ide kristen yaitu akan di tebus oleh tuhan yesus, lalu selanjutkan akan melahirkan sistem ekonomi dan politik kapitalis

Islam menjawab bahwa manusia berasal dari Allah, hidup utk ibadah (terikat aturan syariah), kembali ke akhirat ada hisab pertanggung jawaban, selanjutnya manusia akan terbina dengan aturan baik spiritual maupun politik , dari Sang kholiq, hidupnya akan selamat di dunia dan akhirat.

Suatu ideologi jika di terapkan oleh suatu negara scra total (kaffah) akan melahirkan peradaban (hadhoroh), bahkan bisa di segani oleh negara lain , contoh dulu ada uni soviet sekarang 
rusia, Korut,china, yang menerpkan ideologi komunis.

USA menjdi negara adi daya karena menerapkan ideologi kapitalis.
Turki usmani sampe bisa menguasai dua per tiga dunia karena menerapkan ideologi islam.

Lalu bagaimana dengan ideologi pancasila yang di terapkan NKRI ?

Sejatinya pancasila hanya sebuah cita-cita , falsafah , dan keingingan luhur dari para founding father kita, karena  secara fakta , saat zaman pak Sukarno pancasila memakai ide NASAKOM (timur), bahkan pernah di usulkan menjadi eka sila, dan trisila.

Zaman pak Harto pancasila memakai ideologi kapitalis (barat) shingga pak Harto di kenal dengan bapak pembangunan namun kontrak freefort AS di awali pada zaman ORBA.

Zaman Reformasi sampai dengan pancasila menggunakan ideologi neo kapitalis-liberalis dimana keran kebebasan di buka lebar, bahkan sampe tahapan dua ideologi asing (barat) dan Aseng (timur) masuk ke NKRI menggerogoti pemikiran SDM dan menjarah SDA yang diaminkan oleh para politisi atas nama DEMOKRASI padahal sejatinya adalah penjajahan gaya baru NEO IMPERIALISME dan Neo liberalisme.

Lalu kenapa malah Pancasila di benturkan dengan islam padahal yang mengancam NKRI itu bukan islam tetapi faham ideologi Asing dan Aseng.

Justru yang sebenarnya adalah jika NKRI ini menerapkan ideologi islam scara kaffah akan menjadikan Negri ini gemah ripah berkah yang hakiki, karena aturan islam akan memberikan solusi yang praktis sesuai dengan fitrah manusia baik muslim maupun non muslim akan hidup aman sejahtera berdampingan.

Sifat ideologi akan senatiasa saling berebut pengaruh selama manusia dan pemikiran nya masih ada, namun pada akhirnya, ideologi yg ber sumber dari wahyu lah yang akan di menangkanNYA, walaupun syetan-syetan dari kalangan jin dan manusia (kafir, zolim, fasik , musrik, munafiq) tidak menyukai dan berusaha untuk menghalangi.

هُوَ الَّذِيْۤ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ؕ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا ؕ 

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi [QS. Al-Fath: Ayat 28]

لِيُحِقَّ الْحَـقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ ۚ 

agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.

يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـئُــوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّاۤ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْـكٰفِرُوْنَ

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.[QS. At-Taubah: Ayat 32]

وَيُحِقُّ اللّٰهُ الْحَـقَّ بِكَلِمٰتِهٖ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُوْنَ

Dan Allah akan mengukuhkan yang benar dengan ketetapan-Nya walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukainya. [QS. Yunus: Ayat 82]

jadi yang tidak suka terhadap islam dan syariahNya waluapun ngaku muslim itu dia adalah ?

By Hari Abu Aira | Founder Qory as-Syifa Foundation

Post a Comment for ""Ideologi Khilafah" Itu Tidak Ada"