Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Arsip Nuansa Kebencian Terhadap Islam Di Tulisan Dirut TVRI

jejak digital yang penuh kontroversi, dari mulai jejak Pornografi sampai jejak pembelaan terhadap GERWANI


Jejak digital itu memang sulit untuk dihapuskan, apalagi jejak tersebut berkaitan dengan sosok terkenal, tokoh politik, agama, artis dan lain sebagainya, jejak-jejaknya "bergentayangan" memenuhi ruang dunia maya.

Tokoh yang saat ini sedang trending didunia maya, yaitu imam brotoseno yang baru-baru ini diangkat sebagai Dirut TVRI.
Sosok yang satu ini tak henti-hentinya diterpa "badai" jejak digital yang penuh kontropersi, dari mulai jejak Pornografi sampai jejak pembelaan terhadap GERWANI

Baru-baru ini, politikus sekaligus Influencer sosmed Mustofa Nahrawardaya, lewat cuitannya mencoba mengungkap jejak digital tokoh tersebut, kali ini tulisan yang berkaitan dengan Islam.

"Nuansa kebencian terhadap Islam di tulisan orang yang sekarang jadi Dirut TVRI memang warbiasah. Simak saja. Dihapuspun, masih ada arsipnya. Permanen". Ungkap Mustofa dalam cuitannya yang dipublish 2 juni 2020.

Redaksi coba telusuri jejak tersebut, dan memang nuansa kebencian, fitnah tergambar jelas dalam tulisan yang diungguh pada tahun 2012 tersebut.

Berikut kutipan dari arsip tersebut
Islam sebagai agama mayoritas ternyata telah menggoda orang orangnya dengan bungkus syariat untuk bertindak seolah sebagai satu satunya pemilik sah negeri ini. Pemaksaan , ancaman dan kekerasan adalah cara yang paling mudah untuk memaksakan sebuah ide besar tentang negara Islam yang ideal.
Bukan omong kosong, jika eskalasi jumlah kekerasan terhadap kaum minoritas atau bahkan mayoritas yang berseberangan semakin meningkat. Cara cara preman untuk memberangus kemajemukan dan demokrasi itu sendiri. Akhirnya Islam menjadi alat pemukul. Benar benar Sontoloyo.

Penasaran dengan arsip tersebut ?, silahkan kunjungi link dibawah ini
Arsip Imam Brotoseno
Atau di cuitan om Tofa ya.

Post a Comment for "Arsip Nuansa Kebencian Terhadap Islam Di Tulisan Dirut TVRI"