Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tolong Seriuslah Mengurusi Kami

Tolong Seriuslah Mengurusi Kami

Oleh: Iliyyun Novifana (Ibu Rumah Tangga)

Pandemi covid-19 masih terus berlangsung. Kurva masih menunjukkan jalan yang naik menuju puncak. Jumlah korban jiwa pun sudah mencapai ratusan. Kondisi perekonomian yang makin sulit harus dirasakan oleh seluruh rakyat terlebih mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Sampai muncul pernyataan, "Belum ada corona aja udah susah, sekarang lebih susah lagi." Sangat terasa kesulitan hidup di depan mata dan mereka dipaksa melaluinya. Tak peduli apa sebenarnya keinginan mereka.

Kondisi hari ini menuntut rakyat memiliki pemimpin yang peduli akan nasib mereka. Pemimpin yang mampu dan mau melindungi serta mengayomi rakyat. Pemimpin yang siap siaga di garis depan menyelesaikan permasalahan rakyat dengan niat yang ikhlas dan penuh tanggung jawab. Pemimpin yang simpati dan empati terhadap perasaan rakyatnya. Pemimpin yang tegas dan bijaksana dalam setiap tindakan yang diambilnya.

Akan tetapi, tampaknya kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Rakyat masih harus berjuang sendiri untuk tetap hidup dalam kondisi yang serba sulit. Dana prakerja diberikan kepada pengusaha ruang guru yang nilainya mencapai lebih dari 50T. Dana untuk guru dikurangi hingga 33T. Dana untuk mahasiswa dialihkan untuk penanganan wabah. Di sisi lain, proyek pembangunan ibukota baru senilai 400T tetap terselenggara. Banjir air mata melihat fakta ini. Pengaturan anggaran yang sejatinya haruslah memihak pada rakyat, justru terlihat lebih memihak kepada para kapitalis. Beginilah pemerintahan yang dibangun di atas landasan kapitalis liberal.

Sungguh berbeda dengan pemerintahan dalam sistem Islam. Sistem yang berasal dari Pencipta manusia akan bisa mewujudkan pemerintahan yang sesuai fitrah, yang menjadi perisai bagi umat, dan tidak mendzaliminya. Inilah saatnya tuk beralih ke sistem Islam agar berkah dari langit dan bumi segera turun karena keimanan penghuni bumi terhadap Rabbnya.

Post a Comment for "Tolong Seriuslah Mengurusi Kami"