Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

LOGIKA MENEGAKKAN KHILAFAH BERTENTANGAN DENGAN LOGIKA KEKUASAAN DALAM SISTEM DEMOKRASI

jika anda menginginkan Islam tapi menempuh jalan demokrasi, itu sama saja anda sedang membangun utopia politik. Anda mungkin bisa mewarnai UU agar terlihat lebih islami, tapi anda tak akan mungkin mencabut ruh sekulerisme yang merupakan akidah sistem demokrasi.

Oleh : Ahmad Khozinudin | Aktivis, Anggota Hizbut Tahrir

Jika anda menginginkan membaiat Khalifah, menerapkan hukum Allah SWT, mengemban misi dakwah Islam ke seluruh penjuru alam, maka keinginan anda ini tidak akan wujud menggunakan sarana demokrasi. Pemilu dalam demokrasi, mau anda tunggu sampai hari kiamat, tidak akan mungkin digunakan untuk memilih khalifah dan menerapkan hukum Allah SWT.

Pemilu dalam demokrasi adalah methode baku untuk memilih Wakil rakyat di DPR untuk membuat hukum sekuler, dan memilih Presiden untuk menerapkan hukum sekuler.

Jadi, jika anda menginginkan Islam tapi menempuh jalan demokrasi, itu sama saja anda sedang membangun utopia politik. Anda mungkin bisa mewarnai UU agar terlihat lebih islami, tapi anda tak akan mungkin mencabut ruh sekulerisme yang merupakan akidah sistem demokrasi.

Lantas, bagaimana cara menegakkan Khilafah ? Karena Khilafah adalah warisan Rasulullah SAW, maka memperjuangkan Khilafah wajib menteladani perjuangan Rasulullah SAW.

Pertama, anda wajib menghimpunkan diri dalam kelompok politik yang murni memperjuangkan Islam, tidak terpengaruh dengan sesuatu apapun yang berasal dari luar Islam.

Dalam kelompok dakwah ini, anda wajib menginternalisasi ideologi Islam, memahami secara utuh bagaimana sistem Islam ditegakkan dalam Institusi Negara, dan memahami rincian bernegara dalam khilafah, sebagai sistem pengganti untuk menggusur sekulerisme demokrasi.

Kedua, anda wajib berinteraksi dengan Umat, melakukan perjuangan politik, membongkar makar penguasa zalim dan kafir penjajah beserta anteknya.

Ketiga, anda wajib mencari dukungan dan pembelaan dari Ahlun Nusroh untuk menegakkan Khilafah. Jika dukungan umat dan penjagaan ahlun Nusroh telah ada dalam genggaman, maka pendirian khilafah itu hanya soal waktu saja.

Itulah, rincian sederhana yang mencontoh aktivitas perjuangan Rasulullah SAW sejak diutus menjadi Nabi. Beliau SAW menghimpun para sahabat dalam pembinaan akidah Islam.

Beliau, bersama para sahabat juga berinteraksi dengan masyarakat, mencela berhala-berhala yang disembah kaum Kafir Quraisy. Membongkar makar para penguasa, mencela praktik perdagangan mereka yang zalim, membongkar makar Abu Jahal, dst.

Lantas, beliau juga meminta dukungan dan pertolongan dari Ahlun Nusroh, baik yang di Thoif, ke Bani Hanifah, Bani Sho'soah, dll.

Hingga akhirnya, duta beliau, Mus'ab Bin Umair mendapat Nusroh dari suku Aus dan Khazraj, hingga masyarakat Madinah mendukung dakwah beliau SAW, hingga beliau dibaiat dan hijrah ke Madinah, maka berdirilah Daulah Islam yang pertama di Madinah.

Mengembalikan Kekhilafan Islam, setelah diruntuhkan oleh Mustofa Kamal La'natullah di Turki pada tahun 1924, wajib menteladani urutan perjuangan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW saat pertama kali mendirikan Daulah Islam di Madinah. Bukan membebek pada sistem demokrasi warisan Yahudi. [].

Post a Comment for "LOGIKA MENEGAKKAN KHILAFAH BERTENTANGAN DENGAN LOGIKA KEKUASAAN DALAM SISTEM DEMOKRASI"