Catatan Tentang Sang Murtadin Cirebon

Catatan Tentang Sang Murtadin Cirebon

1. Pertamakali saya ketemu Yudi Mulyana pas jum'atan. Ketika saya selesai khutbah Jum'at di Masjid Al-Jami'ah, IAIN Cirebon, sekitar tahun 2008. Dia langsung merangkul saya, dan memperkenalkan diri tentang kemualafannya.

2. Tahun 2011, dia pernah bicara ke saya, kalo dia lebih nyaman dengan kelompok Islam ....daripada kelompok FPI dkk.

3. Tahun 2018, dia ceramah di sebuah masjid, dengan sebagian materi yang menjelek2an HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Menurutnya HTI adalah ancaman bagi Indonesia. Dia tidak tau kalo ternyata masjid itu termasuk wilayah "kekuasaan" saya. Akhirnya ada jama'ah yg melapor ke saya.

4. Tahun 2018, dia diamanati untuk membimbing jama'ah haji saya di Mekah, sudah diberi ongkos tapi malah bikin kacau jama'ah di sana. Banyak jama'ah pada ngadu dari sana. Ketika ditelfon baik2, dia justru marah2 dan mengancam mau menghancurkan KBIH saya.

5. Tahun 2020, akhirnya semua orang tau, ternyata dia adalah orang yang telah murtad dari Islam. Pantas saja dia tidak nyaman dengan FPI serta benci dengan HTI. Dalam dirinya masih mengalir darah misionaris yang anti terhadap penegakan syariat Islam secara kaffah.

Awalnya dia masih ngaku Muslim, tapi setelah ditunjukan video pembaptisannya di Surabaya dia kemudian bungkam tak berdaya.

Alhamdulillah, di Bulan yang penuh dengan kemuliaan ini Allah tampakkan semuanya. Ini bukan termasuk ghibah, karena dia adalah orang yang sudah keluar dari Keislamannya.

Ustadz Fahmi al-Anjatani

0 Response to "Catatan Tentang Sang Murtadin Cirebon"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel