Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

WABAH CORONA MERAJALELA. AKIBAT LALAINYA NEGARA!


Oleh : Lia Eviyanti, S.I.K (Aktivis dan Pendidik)

Wabah corona (covid-19) asal Kota Wuhan china ini kini makin merajalela. Setelah beberapa Negara di dunia terkena penyebaran virusnya, kini Indonesia menjadi salah satu korban nya.

Dilansir dari cnnindonesia.com Jubir Pemerintah untuk Covid-19, dr Achmad Yurianto pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, kamis sore (19/3) mengatakan bahwa total kasus positif covid-19 sebanyak 309 kasus. Sementara untuk kasus meninggal bertambah dari yang sebelumnya 19 orang menjadi 25 orang. penambahan pasien meninggal tersebut terjadi di DKI Jakarta sebanyak 5 orang dan Jawa Tengah 1 orang.

Sebelumnya pasien sembuh berjumlah 11 orang. Kemudian ada penambahan pasien yang sembuh dari DKI Jakarta berjumlah 4 orang. Total 15 pasien yang dinyatakan sembuh. sehatnegeriku.kemkes.go.id

Sedangkan jumlah pasien positif virus Corona per Jumat (20/3), bertambah menjadi 369 orang. Sebanyak 32 orang di antaranya meninggal dunia, dan 17 orang dinyatakan sembuh.

“Ada 60 kasus baru, sehingga kasus positif adalah 369,” ujar Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Corona, Achmad Yurianto, di Jakarta, Jumat (20/3).

Diantaranya berasal dari Bali (4 kasus), Banten (37), DIY (4), DKI Jakarta (215), Jawa Barat (41), Jawa Tengah (12), Jawa Timur (15), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Timur (10), Kalimantan Tengah (2), Kepulauan Riau (4). Sulawesi Utara (1), Sumatera Utara (2), Sulawesi Tenggara (3), Sulawesi Selatan (2), Lampung (1), Riau (1), serta dalam proses investigasi 13 kasus. cnnindonesia.com

Lamban nya pemerintah menghadapi wabah Covid-19

Sejak awal kasus 2 pasien positif covid-19 di Depok, Pemerintah berusaha menutupi isu kasus tersebut ditengah-tengah masyarakat. Bahkan Pemerintah enggan mengatakan bahwa virus corona ini adalah bencana Nasional sebelum akhirnya WHO memaksa pemimpin Indonesia.

Selain itu, langkah Pemerintah dalam menangani Covid-19 dinilai sangat lamban. Pemerintah bahkan lebih sibuk mengurusi sektor pariwisata daripada sibuk menyelamatkan nyawa rakyatnya. Padahal setiap hari kasus positif corona menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.

Peningkatan kasus corona yang begitu signifikan di Indonesia ternyata tidak membuat pemerintah segera mengambil keputusan untuk (lockdown) total, namun hanya menyerukan untuk melakukan pembatasan (social distancing), yaitu dengan menjaga jarak. Masyarakat diminta menghindari kerumunan dan bepergian. Tetap tinggal di rumah, belajar dan beribadah di rumah. Bahkan di beberapa daerah aktivitas belajar mengajar diliburkan hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Banyak pihak menilai anjuran ini tidak cukup membentengi rakyat dari serangan virus corona yang semakin merajalela.

Lalu bagaimana seharusnya Pemerintah bersikap?

Pemerintah harus serius dan mengambil langkah tegas demi keamanan seluruh rakyat Indonesia, yaitu dengan memberi intruksi untuk mengisolasi diri atau lock down terhadap wilayah yang terdeteksi pasien positif corona.

Pemerintah juga harus bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikan masalah corona. Pemerintah tidak boleh angkat tangan dan membiarkan rakyat mencari solusi sendiri-sendiri. Sikap pemerintah pusat yang tak segera melakukan lockdown secara total akhirnya membuat para kepala daerah menetapkan lockdown lokal.

Dari sini sudah sangat jelas bahwa Pemerintah telah berlepas diri dan membiarkan masing-masing kepala daerah mengambil kebijakan tersendiri. Hal ini tentu kian meresahkan rakyat, dan terbukti kepanikan tersebut justru membuat pasien virus corona semakin meningkat tajam.

Seperti apa seharusnya Kepala Negara bertindak menghadapi covid-19?

Saat ini pergerakan manusia demikan masif. Banyak orang datang dan pergi ke berbagai Negara setiap harinya. Inilah yang mempercepat penyebaran covid-19 yang di akhir tahun 2019 masih di Wuhan China, kini menyebar ke berbagai Negara di seluruh dunia.

Seorang pemimpin harus memiliki visi misi yang mendunia. Ia harus bisa membaca peta politik Internasional saat ini. Termasuk melakukan isolasi terhadap daerah-daerah yang telah teri

dentifikasi pasien positif covid-19.
Selain itu, seorang pemimpin juga harus mampu berpikir cepat, bertindak tepat, dan bersikap tegas. Karena penyebaran virus corona ini berlangsung sangat cepat. Setiap hari terjadi penambahan signifikan terhadap pasien baru covid-19. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus mampu berpikir dan bertindak cepat, sekaligus tepat. Pemimpin tak boleh berpikir lambat, karena hal itu bisa berakibat fatal.

Kemudian, seorang pemimpin juga harus memiliki ketakwaan yang tinggi sehingga mampu menjaga suasana iman ada di tengah masyarakat. Bekal utama untuk melawan penyakit adalah akidah, yakni yakin bahwa setiap penyakit ada obatnya, yakin Allah SWT adalah Yang Maha Menyembuhkan, yakin takdir Allah SWT pasti baik, dan tetap memaksimalkan ikhtiar untuk kesembuhan.

Selanjutnya seorang pemimpin tak boleh bersikap meremehkan terhadap urusan apa pun. Termasuk virus baru seperti corona yang telah ditetapkan menjadi pandemik dunia.

Terakhir, seorang pemimpin harus menjadi Raa’in (pengurus umat).
Dalam kondisi normal, pemimpin harus menjadi pengurus rakyat. Dalam kondisi darurat, lebih-lebih lagi. Pemimpin harus optimal dalam mengurusi rakyat, bekerja siang malam demi mencukupi kebutuhan rakyat. Pemimpin tak boleh bersikap sebagai pedagang yang selalu menggunakan hitung-hitungan untung rugi materi ketika mengurusi rakyatnya.

Maka jelas, bahwa pemimpin yang kita butuhkan saat ini adalah seorang negarawan yang bukan hanya mampu melindungi dan mengayomi rakyatnya, tapi juga mampu bertanggungjawab penuh atas apapun yang terjadi pada negara yang dipimpinnya.

Kontributor : MuslimahBantenIdeologis

Post a Comment for "WABAH CORONA MERAJALELA. AKIBAT LALAINYA NEGARA!"