SEKULERISME, VIRUS MEMATIKAN YANG DIABAIKAN!

Oleh : Ust. Abu Ghazi

Setelah penjuru dunia digemparkan dengan adanya wabah virus corona yang mematikan, dan sudah menelan hampir 803 orang meninggal di wuhan cina. 
Hari ini ada juga wabah virus sekulerisme yang lebih mematikan selain virus corona. Kalaulah virus corona ini bisa menjakiti siapapun tak pandang agama, negara, suku dan ras.

Namun virus sekulerisme ini lebih spesifik korban yang terjangkit, kebanyakan korban yang terjangkit virus ini adalah kaum muslimin atau umat islam. Virus sekulerisme ini hampir menyerang seluruh umat islam didunia, termasuk umat islam di negara indonesia. 

Kalaulah virus corona yang ada di wuhan cina ini menyerang saluran pernafasan yang mengakibatkan penderita susah nafas hingga sampai mengakibatkan kematian. Virus sekulerisme ini menyerang akal dan jiwa kaum muslimin.

Ciri-ciri kaum muslimin yang terkana virus sekulerisme ini akan mengalami dua kebripadian ganda. Sebagai muslim ia akan ingat kepada Allah Swt ketika berada dalam tempat ibadah, namun dia akan tinggalkan Allah Swt ketika diluar tempat ibadah. Contohnya sangat mudah dapat dilihat ketika dalam hal berpolitik, pendidikan, hukum, ekonomi, sosial/budaya hingga pemerintahan. 

Atas nama hak asai manusia aturan Allah Swt akan dilupakan, ajaran agamapun akan disingkirkan karena aturan Allah swt dianggap menjadi batu sandungan dan penghalang konon bagi sebuah pembangunan peradaban.

Kerena letak virus sekulerisme ini adalah memisahkan aturan agama dalam segala aspek kehidupan. Segala kebenaran hanya disandarkan pada aspek manfaat bukan atas dasar halal dan haram menurut Allah Swt.

Oleh kerenanya virus sekulerisme ini benar-benar semakin menggejala sampai detik ini. Ia adalah virus jahat yang kian menyebar ke tubuh kaum muslimin. Korbannya tidak pandang bulu dan tak pandang usia. Mulai dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Para cendikiawan muslim, intelektual, pendakwah, pendidik, sampai anak-anak kecil. 

Orang yang terlihat solehpun juga bisa terkena virus ini, seorang profesor yang pandaipun juga bisa terkena virus ini, bahkan level yang paling tinggi yaitu penguasa hingga negara juga banyak yang terjangkit virus sekulerisme, tak terkecuali negri yang berpenduduk mayoritas muslim ini.

Hal ini sangat jelas dan gamblang kita saksikan dinegeri ini, anggapan sebagaian ulama penerapan syariat islam dianggap pemecah belah dan intoleransi, tokoh-tokoh bangsanya mencoba membandingkan Al-Quran dengan Pancasila, atau terbaru yang lebih ekstrim pernyataan dari seorang intelektual yang menjabat sebagai ketua BPIP, mengatakan saat ini agama dianggap musuh terbesar pancasila.
  
Maka sudah sangat jelas wabah virus sekulerisme ini harus segera disembuhkan dan dicarikan obatnya layaknya virus corona. Apabila Allah Swt menjeleskan dalam Al-Quran bahwa segala penyakit pasti ada obatnya. 

Maka dalam islam wabah virus sekulerisme ini juga bisa disembuhkan, dengan metode kembali kepada jalan Allah Swt dengan mengambil dan menerapkan islam secara kaffah. Umat islam wajib mengambil fikrah dan thariqah baginda Rasullullah Saw, Kerena itulah obat paling paten dan mujarab untuk mengembalikan akal dan jiwa umat islam yang telah terjangkit virus sekulerisme ini.

Takutkalah kepada ancaman dan siksa Allah Swt bagi umat islam yang percara dengan pembalasan hari akhir. Singkirkan pikiran atau ide-ide untuk membeda-bedakan dan memilah-milah aturan Allah Swt dan Syariat Islam, jauhi sifat menjual ayat-ayat Allah Swt dengan harga murah untuk memenuhi  kepentingan syahwat dunia dan kekuasaan yang sementara.

Allah Swt berfirman dalam Al Quran Surat An-Nisa Ayat 150

 إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir).

Post a Comment

[disqus][facebook][blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.