Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jilbab Tak Wajib Bagi Muslimah? Apa Alasannya?


Oleh : Abu Mush'ab Al Fatih Bala (Pemerhati Politik Asal NTT)

Jilbab tak wajib bagi Muslimah adalah statement atau ungkapan yang tidak syar'i dan tidak politis. Kalau ada yang bertanya tentang kewajiban berjilbab itu sama seperti bertanya tentang syariat Islam yang lain.

Apakah shalat, puasa, zakat dan berbakti kepada orang tua wajib bagi kaum Muslimin? Tentu jawabannya iya dan tidak perlu diterjemahkan secara kontekstual agar tidak merubah makna tekstualnya.

Contohnya Shalat, setiap Muslim wajib melaksanakan Shalat lima waktu apa pun situasi dan kondisinya. Entah orang yang wajib shalat itu dalam keadaan suka atau duka, kaya miskin, muda tua, damai perang. Orang yang kaya kemudian menjadi miskin melarat tidak menggugurkan kewajiban shalatnya.

Islam mengatur pakaian pria dan wanita. Khusus wanita, dalil tentang  kewajiban berjilbab ada dalam Al Qur'an.

Perintah mengenakan jilbab sebagaimana diterangkan dalam ayat,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Tentang wajibnya Khimar ada pada Surah An-Nuur Ayat 31 

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖوَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖوَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ  …

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka ….” (QS. An-Nuur: 31)

Jilbab adalah pakaian yang menjulur dari leher hingga menutupi mata kaki. Sedangkan Khimar atau kerudung menutupi seluruh kepala dan dada kecuali wajah.

Jilbab tidak bisa diterjemahkan secara bahasa yaitu sebagai hijab, yakni penghalang atau pemisah yang terbuat dari benda keras. Jilbab harus dilihat dari makna syar'inya (hukum). Bahwa jilbab adalah busana Muslimah. Shalat pun demikian bukan bermakna doa secara bahasa namun harus dilaksanakan makna syari'inya yakni perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Orang yang berdoa saja tidak bisa dikatakan telah shalat. 

Entah apa alasan orang-orang yang tidak mewajibkan jilbab bagi Muslimah. Pernyataan mereka membuat bingung publik. Apakah status jilbab menjadi sunnah, mubah makruh atau haram? Mengingat mereka sangat kontekstual memahami ayat yang jelas maknanya secara tekstual.

Jika alasannya tidak sesuai dengan budaya Indonesia maka Islam itu agama yang sangat mewarnai kehidupan bangsa Indonesia. Dulu pakaian wanita pra Islam banyak mengumbar aurat dan Islam datang memuliakan wanita dengan busana yang menutup aurat. Beberapa sumber sejarah menyebutkan pakaian wanita Indonesia dulu adalah jilbab misalnya pakaian wanita Bima, Jawa dan Aceh adalah jilbab.

Jika jilbab merupakan budaya Arab itu juga keliru karena wanita Arab jahiliyah tidak memakai jilbab. Mereka memakai pakaian ala gurun yang tidak menutup aurat. Jejak pakaian ala gurun bisa dilihat sumbernya di jazirah arab bahkan dalam film Aladin dan Lampu Ajaib pada tokoh Putri Jasmine.

Jika yang dimaksud jilbab telah ketinggalan zaman maka alasan itu tidak ilmiah. Lebih dipengaruhi oleh gaya fashion barat yang sekular yang bertentangan dengan Islam. Bertentangan juga dengan budaya Timur yang menjunjung tinggi nilai kesopanan.

Jilbab itu adalah wahyu Allah SWT yang ditetapkan sebagai aturan bagi Kaum Muslimah agar mereka berbusana Syar'i. Jilbab juga sebagai penanda bahwa keIslaman seorang Muslimah.

Apa pun kebangsaan, suku, latar belakang profesinya seorang Muslimah dapat dengan mudah dikenali lewat busananya. Berbeda dengan kaum Pria yang jika tidak berbusan khas Muslim lebih sulit dikenali identitasnya.

Pakaian Muslimah akan melindungi kehormatan wanita. Fashion yang anggun dan bermartabat. Di Barat busana seksi menjadi salahsatu faktor tingginya angka kejahatan kepada wanita.

Semoga tidak lagi ada ajaran Islam yang disalahtafsirkan. Mari menerapkan Islam secara Kaffah agar Islam lebih mudah dipahami dan diamalkan oleh Umatnya serta menjadi Rahmatan Lil 'Aalamiin (Rahmat bagi Alam Semesta beserta isinya).

Bumi Allah SWT, 20 Januari 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

Post a Comment for "Jilbab Tak Wajib Bagi Muslimah? Apa Alasannya?"