Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PAK MAHFUD, ANDA TIDAK PAHAM BETAPA PEDIHNYA DITINGGAL MATI KELUARGA, DIJADIKAN KORBAN KERAKUSAN KEKUASAAN !


Oleh : Nasrudin Joha 

"Ah, sudah lah enggak usah diributkan, kalian enggak ngerti arti pelanggaran HAM,"
[Mahfud MD, 13/12]

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta pernyataan dirinya soal tidak ada pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak usah diributkan. Mahfud pun tak menjawab saat dikonfirmasi mengenai pernyataan tersebut dengan dugaan tindakan represif polisi saat penggusuran warga Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12).

Dalam kesempatan itu, Mahfud hanya menjawab ketus bahwa tidak ada yang paham apa itu pelanggaran HAM. Pernyataan ini, seolah menampik realitas adanya pelanggaran HAM di era Jokowi, sekaligus merendahkan nalar publik. Publik dianggap manusia bodoh yang tak paham terminologi pelanggaran HAM, seolah hanya Mahfud saja selaku Menkopolhukam yang paham urusan HAM.

Baiklah Pak Mahfud, kami ini rakyat kecil, bukan pejabat apalagi kami jelas bukan menkopolhukam. Tapi kami paham dan merasakan langsung, bagaimana pedihnya ditinggal mati oleh anak, adik, kakak, ayah, istri, atau anggota keluarga kami.

Kami merasakan betapa pedihnya anggota keluarga kami menjadi korban kematian kerakusan kekuasaan, saat berkontestasi merebutkan jabatan Presiden, sehingga 700 anggota KPPS meninggal tanpa kejelasan penyebabnya. Nalar kami dipaksa tumpul, diminta untuk percaya dan yakin bahwa kematian anggota keluarga kami di KPPS disebabkan kecapekan.

Kami merasakan betapa pedihnya ayah Reyhan, ayah Harun, dan ayah-ayah yang lain mendapati anaknya tewas menjadi korban kebengisan perebutan kekuasaan. Padahal, mereka tidak tahu menahu dan tidak peduli pada pemilu atau Pilpres. Sakit Pak, pedih, bahkan ayah Harun sampai hari ini masih terus meratapi kepergian putra tercintanya.

Kami tahu Pak, rasanya sakit sekali ketika dua mahasiswa di UHO Kendari meninggal saat melaksanakan aksi menjalankan hak menyatakan pendapat. Mereka meninggal dan itu sangat menyakitkan. Pak Mahfud paham tidak ? Merasakan tidak ? Atau jangan-jangan Pak Mahfud justru tertawa bahagia ?

Ada adik kami yang di STM dipersoalkan secara hukum hingga harus berhadapan dengan hukum. Hukum begitu tajam kepada rakyat tapi tumpul kepada rezim dan barisan pendukungnya. Sakit sekali rasanya itu Pak, Pak Mahfud tak bisa paham ? Tak
Mampu rasakan ?

Kami sakit sekali Pak, kami menyampaikan pendapat dituding makar, dituding menebar kebencian dan permusuhan, dituding SARA. Tapi para penista agama, mereka semua aman di rezim Jokowi ini, semua bebas menista, bebas berbuat sesuka hati.

Dalam agama Islam, membunuh satu nyawa seoran muslim tanpa alasan yang hak itu sama saja membunuh manusia semuanya. Bahkan, hancurnya Ka'bah itu dimata Allah SWT itu lebih kecil ketimbang meninggalnya seorang muslim.

Lantas apa maksud Anda di rezim Jokowi tak ada pelanggaran HAM ? Apa karena Pak Mahfud menjadi jongos Jokowi di menkopolhukam sehingga tutup mata atas korban pelanggaran HAM yang begitu nampak jelas ?

Ayolah ! Saya tak paham apa yang ada dibenak Anda, sehingga berani mengumbar aksara tak ada pelanggaran HAM di era Jokowi. Anda sendiri begitu kritis terhadap rezim jokowi soal pelanggaran HAM ketika sebelum menjadi menteri.

Saya semakin kehilangan akal ketika Anda merasa paling pintar soal HAM sehingga berani ngawur menyebut tak ada yang paham soal pelanggaran HAM. Sudahlah, saya tidak akan berdebat dengan Anda.

Jika hanya Anda yang paham HAM, apakah Anda paham betapa sakitnya menjadi rakyat kecil yang terzalimi ? Hak nya dirampas ? Bahkan nyawanya dihilangkan secara paksa tanpa dasar dan alasan yang hak ?

Bertakwalah Pak Mahfud, sebab di akherat kelak semua ucapan Anda akan dimintai pertanggungjawaban. Kami, jutaan umat Islam dinegeri ini akan menjadi saksi atas semua pernyataan Anda yang sangat menyakitkan. [].

Post a Comment for "PAK MAHFUD, ANDA TIDAK PAHAM BETAPA PEDIHNYA DITINGGAL MATI KELUARGA, DIJADIKAN KORBAN KERAKUSAN KEKUASAAN !"