Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KONSEP PERTAHANAN INDONESIA ADALAH RAKYAT SEMESTA, JIKA AJARAN JIHAD DIHILANGKAN, KONSEP INI JADI OMONG KOSONG


Oleh : Maulana Jati

Setelah pengangkatan mentri kabinet Jokowi 2.0, pada rapat kerja bersama Komisi I DPR, Prabowo Subianto sebagai menhan memaparkan konsep pertahanan dan keamanan yang akan dijalankan Indonesia. Menurutnya, konsep pertahanan dan keamanan Indonesia harus didasarkan pada konsep pertahanan rakyat semesta atau concept of the total people's war. Konsep ini memang sudah menjadi doktrin pertahanan Bangsa Indonesia sejak dari awal. Sehingga jika pada saat tertentu, Indonesia terlibat perang, baik militer dan non-militer, maka seluruh rakyat Indonesia harus ikut andil dalam pertempuran.

Pertahanan jenis ini negara tidak hanya diperkuat oleh tentara sebagai komponen utama pertahanan negara. Negeri ini tidak akan diduduki atau sulit diduduki oleh penjajah jika seluruh rakyat merupakan bagian komponen pertahanan negara yang integral. Rakyat merupakan komponen cadangan yang bisa berasal dari beragam sektor.

"Kita mengerti dan memahami bahwa mungkin saat ini secara teknologi mungkin kita tidak bisa mengalahkan kekuatan teknologi bangsa lain tapi pertahanan kita, berdasarkan pemikiran atau konsep pertahahan rakyat semesta," ujar Prabowo.

Terus motivasi apa yang menyebabkan rakyat Indonesia bisa berperang dan berani mati membela negeri, ini tiada lain dan tiasa bukan adalah konsep Jihad, Perang Suci dalam Islam. Seorang muslim tidak akan pernah mau mati dalam keadaan mati konyol atau membela kezhaliman. Namun jika mereka disuruh untuk berjihad membela kehormatan dan Islam maka bukan hanya uang, harta dan kedudukan, nyawa saja mereka akan berikan untuk kejayaan Islam dan kaum muslim.

Buktinya, Indonesia pernah beberapa kali terlibat perang besar dengan negara lain, yang paling hebat Indonesia pernah melawan Sekutu yang merupakan pemenang Perang Dunia II, pada pertempuran di Surabaya, kemudian dikenang sebagai hari Pahlawan. Pada saat itu, korban dari pihak Indonesia baik tentara dan masyaraat Surabaya diperkirakan mencapai 20.000 orang. Sementara dari Sekutu diduga mencapai 1.500 orang.

Semangat dan motivasi juang yang luar biasa seperti ini, berasal dari mana, selain dari Fatwa Jihad yang sebelumnya dikeluarkan. Fatwa Jihad ini kemudian menjadi Resolusi Jihad oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari, diyakini memiliki kontribusi dalam membakar semangat juang di Hari Pahlawan.

Cara berpikirnya sederhananya, hari pahlawan berjaya karena adanya Fatwa Jihad. Rakyat melakukan pertahanan karena ada spirit Jihad.

Indonesia itu mayoritas muslim, semangat dan motivasi mereka tinggi, tidak bisa diambil dari konsep lain selain konsep Islam. Orang beriman yang memahami jihad mereka akan siap bertempur kapan saja.

Orang-orang yang bermaksiat dan jauh dari Allah swt semisal LGBT dan para pecinta dunia sampai matahari terbit dari barat juga mereka tidak akan pernah berani mati angkat senjata untuk membela negeri ini dari penjajah.

Pak menteri Agama dan Rezim Jokowi terlihat tidak memahami Agama dan sejarah. Tegaknya Indonesia karena ditegakannya Jihad. Jika anda menghilangkannya dari pembelajaran pada generasi muda, sama juga anda menciptakan generasi yang tidak memahami konsep pertahanan dan penjagaan atas kehormatan diri dan kehormatan Agama. Dan jika masih dilakukan, anda juga menghilangkan bagian dari ajaran Allah swt, pemilik konsep Jihad ini. []

Post a Comment for "KONSEP PERTAHANAN INDONESIA ADALAH RAKYAT SEMESTA, JIKA AJARAN JIHAD DIHILANGKAN, KONSEP INI JADI OMONG KOSONG"