Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KETUM FPI BENAR, KHILAFAH SOLUSI TUNTAS MASALAH MUSLIM UIGHUR


Oleh : Nasrudin Joha 

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Sobri Lubis menyerukan penegakan khilafah Islamiyyah untuk menaungi seluruh negara Islam di dunia. Menurutnya hal itu bisa mencegah penindasan terhadap umat Islam seperti pada muslim Uighur di Xinjiang, China. Selama ini ide penegakan khilafah, khususnya di Indonesia, selalu direndahkan. 

"Makanya kita harus berjuang, khilafah Islamiyyah. Kita berjuang sama-sama tegakkan kerja sama antarseluruh negara Islam, kuatkan persatuan negara Islam, betul? Kita satukan ekonomi negara Islam betul? Jadi kita tidak diintervensi lagi oleh dolar atau yuan China," demikian, tegasnya saat berorasi dalam aksi bela Uighur di depan Kedubes China, Jakarta, Jumat (27/12).

Memang benar, khilafah adalah solusi tuntas untuk menyelesaikan problem penindasan rezim China terhadap Muslim Uighur. Dunia Islam tak mungkin berharap pada PBB atau penguasa antek yang bercokol di berbagai penjuru negeri.

PBB tak akan bertindak kecuali atas mandat Amerika Serikat, sementara penguasa antek yang saat ini bertebaran di negeri kaum muslimin termasuk Jokowi, terpasung penjara nasionalisme. Mereka, hanya bergerak jika kezaliman itu melanda wilayah teritorinya.

Ikatan kebangsaan (nasionalisme) telah memupus persaudaraan Islam. Mereka punya tentara, senjata, pesawat tempur, rudal, tapi tak ada satupun tentara atau satupun peluru yang diarahkan pada rezim China untuk menghentikan perilaku biadabnya kepada kaum Muslim Uighur.

Jika khilafah tegak, maka Khalifah akan mengambil tindakan sbb :

Pertama, Khalifah mengajukan ultimatum resmi dari Daulah khilafah yang surat ultimatum ini diteken langsung oleh Khalifah, yang amar dari surat ultimatum itu memerintahkan kepada rezim China untuk menghentikan kebiadaban atau tentara kaum muslimin akan dikerahkan untuk berjihad membebaskan muslim Uighur.

Kedua, paralel dengan pengiriman surat ultimatum, Khalifah segera melakukan inspeksi penyiapan pasukan. Pesawat-pesawat tempur akan mendapat prioritas pertama bergerak, disusul pasukan infanteri dan kafileri.

Selain menyiapkan tentara reguler yang digaji oleh negara, Khalifah juga mengeluarkan maklumat umum, berupa seruan Jihad kepada segenap kaum muslimin, yang laki-laki, yang baligh, yang memiliki kemampuan, untuk melakukan serangan umum bersama tentara reguler khilafah.

Ketiga, melalui departemen penerangan dalam negeri, Khalifah mengutus para ulama, para da'i, untuk terus menyuarakan gelora jihad, menyampaikan amar perintah jihad dari sang Khalifah, melalui mimbar Khutbah Jum'at dan ceramah-ceramah agama. Selain menjelaskan kewajiban jihad, para ulama juga memotivasi para pemuda untuk terjun ke Medan jihad dengan menjelaskan keutamaannya.

Keempat, Khalifah akan berkoordinasi dengan departemen penerangan luar negeri, menggaungkan opini internasional tentang zalimnya rezim biadab China, sekaligus mengkondisikan dukungan internasional sebelum pelaksanaan ekspansi pembebasan muslim Uighur, melalui perintah jihad.

Kelima, Khalifah akan berkoordinasi dengan Amirul Jihad yakni Jenderal Tertinggi, Panglima Militer Daulah Khilafah untuk memonitor situasi dan mencari waktu yang tepat untuk menyerang, sambil melihat kondisi lawan.

Jika China gentar dan menghentikan kebiadaban pada muslim Uighur, atau bahkan China mengirim utusan meminta Khalifah tidak melakukan serangan, perintah jihad ditangguhkan. Namun jika China bungkam, apalagi justru berlaku sombong dan menantang kaum muslimin, semakin zalim terhadap muslim Uighur, maka demi Allah SWT, dengan bertawakal kepada-Nya, Khalifah memencet tombol jihad dan seketika seluruh tentara reguler dan tentara cadangan melakukan pengepungan dan penyerangan.

Demikianlah, penyelesaian persoalan muslim Uighur jika ada khilafah. Selama ini, kaum muslimin darahnya dianggap murah, karena kaum muslimin tidak memiliki junnah, tidak memiliki pelindung, yakni tidak memiliki khilafah. [].

Foto : IG @indonesiabertauhid

Post a Comment for "KETUM FPI BENAR, KHILAFAH SOLUSI TUNTAS MASALAH MUSLIM UIGHUR"