Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

HTI, I Miss You But I Hate You


Oleh : Maulana Jati

Judul di atas bisa jadi merupakan ungkapan dari Rezim Jokowi yang selalu mengkambinghitamkan HTI untuk lari dari masalah yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah dan belum bisa move on dari ketertarikanya terhadap HTI. Setelah beberapa menteri menciptakan kegaduhan terkait pelarangan celana cingkrang dan cadar di kalangan aparatur sipil negara (ASN), pendidikan mahram anak SD sebagai paham radikal, pelarangan ceramah mengandung ayat dan hadits sensitif juga mendagri yang ingin membersihkan ASN agar tetap satu pemikiran.

Harus diakui, pengamat memang memandang bahwa formasi kabinet jokowi 2.0 saat ini dirasa tepat untuk mengatasi radikalisme. Misalnya dengan adanya Menkopolhukam Mahfud MD, Menhan Prabowo Subianto, Mendagri Tito Karnavian, Menag Fachrul Razi dan penunjukan Idham Azis sebagai Kapolri pun bisa memaksimalkan peran untuk menangani radikalisme.

Begitu juga Jubir Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan tiga fokus program yang akan dilakukan Wakil Presiden RI, salah satunya adalah program deradikalisasi untuk mengkonter penyebaran paham-paham radikal di Indonesia.

Sehingga muncul lah narasi-narasi radikal radikul ini, namun ketika umat melawan akhirnya pemerintah kelabakan sendiri dan salah satu menteri menyerah serta setuju untuk menyudahi polemik soal cadar dan celana cingkrang. Muhammadiyah pun mengkritik Pemerintah dan diminta mengurangi pembicaraan terkait radikalisme karena dianggap sudah melebihi dosis.

Kemudian pemerintah kebingungan mencari definisi radikalisme untuk memuluskan aksinya setelah beberapa pengamat menanyakan hal tersebut. Namun akhirnya juru bicara Presiden Joko Widodo berbicara mengenai pengertian radikalisme menurut pemerintah.

"Kalau terkait radikalisme dalam pengertian pemerintah adalah terkait langsung ormas terlarang, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia," kata jubir Istana.

jadi...

jadi..

jadi..

Semua ini..

Semua kelakar ini, semua menteri kabiner terkati radikalisme ini dan fokus program Wakil Presiden Negara ini ditunjukan hanya untuk HTI?.

Sekali lagi, ini semua ditunjukan hanya untuk HTI?

Oh My God.. Ya Allah... Ya Rabbana Ya Karim... Luar biasa sekali ini ormas. Seriusan ini...?

HTI sebenarnya bukan ormas terlarang di Indonesia tapi hanya dicabut BHP-nya, seolah-olah menjadi teman sparing, vis a vis bagi rezim sejak jokowi periode 1. Ini justru menunjukkan kehebatan HTI, jika dulu Masyumi setelah pembubaran diri maka susah sekali untuk bergerak secara politik bahkan beralih menjadi lembaga dakwah DDII (Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia), namun beda HTI yang sejatinya tidak pernah membubarkan diri dan justru terus memperlihatkan taring politiknya.

Maka sekali lagi, saya salut dengan HTI ini, modal mereka hanya Ideologi Islam dan senjata mereka hanya kata-kata, tapi bisa membuat rezim ini begitu merindukannya walaupun sudah memutuskan hubungan. Jadinya benci... benci.. benci... tapi rindu jua...

Dan menariknya jika Syabab HTI berkata : "Jangan rindu, ini berat. Kau tak akan kuat, biar aku saja." he.. he.. he... []

Post a Comment for "HTI, I Miss You But I Hate You"