Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cinta Nabi Cinta Syariah


Oleh : Maulana Jati

Seorang Muslim yang meyakini Aqidah Islam diwajibkan untuk mencintai Nabi Muhammad saw melebihi kecintaan terhadap dunia, anaknya, istrinya, ibu-bapaknya dan bahkan dirinya sendiri.

Banyak hadis yang mendorong rasa cinta kepada Nabi Muhamad saw, salah satunya hadist dari Anas bin Malik ra yang mengaitkannya dengan Manisnya Keimanan :

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ ِللهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya. (2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagai-mana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam api.” (HR. Bukhari)

Mencintai seseorang tidak hanya termaktub di dalam hati saja atau hanya sebatas pengakuan dalam ucapan, pecinta akan selalu memperlihatkan cintanya kepada yang dicintainya bahkan memperlihatkan bukti rasa cintanya kepada yang dicintaianya. 

Memperlihatkan dan membuktikan cintanya adalah cara pecinta untuk mendapatkan balasan cinta dari orang dicintai atau bahkan hanya sebatas mendapatkan perhatian walaupun tidak mendapatkan balasan cinta. Namun hal itu tidak masalah bagi pecinta, dia akan selalu mencintai walaupun tidak mengaharap balasan dari yang dicintai.

Begitu juga kecintaan para sahabat ra kepada Rasulullah saw. Mereka siap mengorbankan nyawa mereka untuk melindungi Rasulullah saw walaupun mereka tidak dibayar untuk itu. Mereka melakuan itu karena rasa cinta atau hanya ingin terus menemani Rasulullah saw di akhirat nanti, bertetangga dengan Beliau saw. Sebagaimana sabda Nabi saw :

 أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai."

Kita lihat seorang Sahabat Abu Thalhah berdiri untuk membentengi Rasulullah saw dari panah musuh seraya berkata, “Wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku. Jangan sampai engkau terkena panah.” Kemudian Abu Thalhah berkata نَحْرِي دُونَ نَحْرِكَ (Biarkan dadaku melindungi dadamu) sebagai pernyataan nyawanya siap menjadi benteng melindungi Rasulullah saw agar beliau tidak tersakiti.

Sampai Sahabat Qais berkata, “Aku melihat tangan Abu Thalhah menjadi lumpuh, karena dengan tangannya itulah ia telah menjaga Nabi Muhammad saw, pada saat perang Uhud.” (HR. al-Bukhari)

MasyaAllah, ini lah cinta yang tidak bisa dipahami oleh orang yang tidak memiliki cinta.

Para sahabat pun ketika bertemu Rasuluillah saw, mereka tidak melihat tajam kepada wajah Rasulullah saw untuk menghormatinya. Para sahabat juga selalu mentaati setiap perintah Rasulullah saw dengan ketaatan yang luar biasa. Mereka menjalankan Syariah yang dibawa dan yang diperintahkan oleh Rasulullah saw.

Dan memang mencintai Rasulullah saw mengharuskan adanya penghormatan, ketaatan dan keteladanan kepada Beliau serta mendahulukan sabda Beliau saw atas segala ucapan makhluk, serta mengagungkan Syariah yang dibawanya karena mentaati Rasulullah saw merupakan ketaatan kepada Allah swt, Dzat Pembuat Syariah. Sebagaima firman Allah swat :

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
“Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah”

Oleh karena itu, Cinta kepada Nabi mengharuskan mencintai Sunnahnya dan Syariatnya dengan jalan menjalankannya dalam kehidupan kita. Jika tidak maka cintanya hanya kedustaan sebagaimana yang dimiliki oleh kaum munafik. 

Jangan sampai ketika di akhirat kita bertemu dengan Rasulullah saw namun beliau tidak mengakui kita sebagai umatnya dan kita dicampakan oleh karena kita juga telah mencampakkan Ssunnah dan Syariahnya di dunia. Naudzubullah...

Hayu kaum Muslimin! kita katakan kepada Rasullulah saw : "Ya.. Rasulullah kami mencintaimu .. sehingga kami juga mencintai Sunnah dan Syariatmu.. kami siap menjadi pembela dan pelindungmu juga menjadi pembela dan dan pelindung Sunnah dan Syariahmu... Sampai cinta ini betemu dengan engkau dan cukup meminta kepadamu untuk mengakui kami sebagai ummatmu..." InsyaAllah... 

Ya Rasulullah... Saksikanlah! نَحْرِي دُونَ نَحْرِكَ... []

Jati Bumi, 7 November 2019

Post a Comment for "Cinta Nabi Cinta Syariah"