Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BUSUKMA MELAWAN ? UMAT ISLAM KALAH ?


Oleh : Nasrudin Joha 

Nampaknya Busukma tidak akan mengadopsi cara-cara pada saat penghinaan adzan dan cadar, pada kasus penghinaan Rasulullah SAW ini. Busukma sadar, kemarahan umat Islam telah bertumpuk dan berakar kuat, karena ini bukan kasus pertama Busukma berurusan dengan umat Islam.

Pada kasus pertama, Busukma masih menggunakan cara-cara merunduk, tiarap, cari aman dengan berpura-pura menyatakan menyesal dan meminta maaf. Karena ada himbauan MUI untuk memaafkan, akhirnya kasus selesai,

Pada kasus Kedua ini Busukma sadar tak lagi bisa menggunakan MUI sebagai benteng untuk tiarap. MUI bahkan menolak untuk menerima klarifikasi dari Busukma.

MUI saat ini tegas, menyebut Busukma telah menyakiti perasaan umat Islam. Elemen umat Islam juga banyak yang komplain, dan MUI juga mensuport agar semua pihak menempuh jalur hukum yang tersedia.

Harapan Busukma menjadikan MUI sebagai bunker kandas sudah. MUI sendiri tak mau untuk yang kedua kalinya memediasi kasus, terakhir Ma'ruf Amien yang telah menjadi Wapres, mendorong pihak kepolisian sebagai mediator.

Tuntutan proses hukum juga semakin meluas. Jumat (22/1) di Jakarta dan sejumlah daerah elemen umat Islam mengadakan unjuk rasa menuntut Busukma dipenjara. Unjuk rasa ini, berpotensi meluas dan dilakukan di banyak tempat di berbagai daerah.

Umat Islam sendiri tak mau kecolongan untuk kasus yang kedua ini. Pada kasus pertama, mungkin saja ada sebagian yang melihat faktor keteledoran Busukma. Namun pada kasus kedua ini, siapapun tak akan mungkin menerima dalih-dalih yang disampaikan Busukma. Semua umat Islam marah !

Jika ada umat Islam tidak marah, maka dipertanyakan keimanannya, dipertanyakan kecintaannya kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW. Pelecehan Busukma begitu kontras, baik dari pilihan kata, cara menanyakan, mimik wajah, aura sombong saat bertanya dan membandingkan. Siapapun yang menonton video Busukma, pasti kontan marah.

Beberapa seri pembelaan Busukma jika di kumulasi, terdiri dari beberapa model :

Pertama, mempersoalkan video yang dipotong, video tak dipahami secara utuh sehingga misspersepsi. Bahkan, Busukma meminta aparat penegak hukum menindak Pengedit video.

Dalam hal ini sebenarnya, baik menonton video secara utuh atau fokus pada ujaran yang membandingkan nabi Muhammad SAW dengan Soekarno, semua pasti akan marah. Bedanya, jika video utuh yang ditonton marahnya nunggu loading sesuai durasi video. Jika video fokus pada ujaran perbandingan, penonton langsung marah.

Bahkan, detik.com memviralkan ulang video utuh Busukma. Penontonnya jutaan. Diawal video, pasti penonton langsung marah karena video detik diawali dari adegan yang melecehkan Rasululah SAW yang dibandingkan dengan Soekarno.

Kedua, Busukma tidak mau meminta maaf karena tak merasa bersalah. Pernyataan ini merupakan strategi melawan, setelah Busukma yakin tak lagi bisa menggunakan MUI sebagai sarana untuk menghentikan kasusnya. 

Namun sayangnya, Busukma akan terbentur karena hukum tak memerlukan pengakuan kesalahan juga tak membutuhkan permaafan. Kasus penistaan agama adalah delik umum yang tak bisa berhenti karena adanya upaya damai.

Apalagi, polisi juga tak mau ambil resiko dianggap membela penista Nabi SAW jika tidak memproses Busukma. Kapolri Idham Azis dikenal taat agama, tak mungkin akan melepas penista agama.

Ketiga, Busukma menuding pelapor sembrono mengadukan kasus ke ke polisi. Ancaman model ini diharapkan menggentarkan pelapor dan mencabut laporannya.

Sayangnya, ini tidak mungkin karena pelapor adalah orang yang mencintai dan membela Nabi SAW. Jangankan cuma melapor, berkorban nyawa untuk Rasulullah SAW pun mereka sudah siap.

Terlebih lagi mengadu ke polisi adalah saluran hukum yang sah dan dijamin konstitusi. Pasca keluarnya sikap MUI dan himbauan MUI agar masyarakat menempuh jalur hukum, jelas akan mendorong banyak laporan lainnya baik di Jakarta maupun di daerah. Jika laporan lebih banyak, akan sulit menghentikan dengan cabut perkara. Apalagi, penistaan agama adalah delik umum bukan delik aduan.

Yang lebih substansi, perkara ini adalah perkara antara Busukma dengan umat Islam. Umat Islam jelas tak mau Rasulullah SAW dihina oleh Busukma. Umat Islam juga tak mungkin mau kalah dengan Busukma.

Siapa menang ? Busukma ? Umat Islam ? Kita lihat kelanjutan kasusnya. [].

Post a Comment for "BUSUKMA MELAWAN ? UMAT ISLAM KALAH ?"