Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bendera Tauhid dan Nabi Muhammad Saat Kemerdekaan Indonesia, Busuknya Bu Sukmawati


Oleh : Maulana Jati

Tidak kapok dengan kontroversi sebelumnya, terkait konde, cadar dan adzan. Kini nenek Sukmawati Soekarnoputri mengulang kembali perangnya terhadap umat Islam dan memperlihatkan kebusukan hatinya.

Kita masih ingat, di atas panggung Anna Aventie, produsen kebaya ternama, Sukmawati, melalui puisi yang dibacakan secara publik, mengatakan bahwa wanita Indonesia berkonde lebih indah dari wanita bercadar, dan suara kidung ibu Indonesia lebih indah dari suara azan. Setelah semua diawali dengan pernyataan, "saya tak kenal syariat Islam". Padahal jika tidak kenal Islam, belajar dong nek... Justru kami melihat bukan ketidakkenalanmu tentang syariat Islam, namun kebencianmu nek..

Sukmawati menyatkan seolah-olah bahwa perempuan Indonesia itu mempunyai identitas yang berbeda dengan perempuan Islam, khususnya ibu Indonesia itu adalah perempuan berkonde dengan kebaya, bukan perempuan dengan berjilbab dan bercadar. Padalah Islam sudah menjadi budaya yang tidak bisa lepas dari negeri ini dan Jilbab/Cadar merupakan bagian tidak bisa lepas dari Islam itu sendiri.

Setelah jadi kontroversi, Sukmawati akhirnya meminta maaf atas puisi 'Ibu Indonesia' tersebut. Dia menyatakan puisi yang buatnya itu sama sekali tidak berniat untuk menghina umat Islam. Akhirnya dengan kesabaran umat, dia dimaafkan namun luka tetap jadi memori.

Kini, sudah lupa dengan yang telah dia lakukan. Sukmawati berkata saat menghadiri diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' :

"Saya ingin bertanya lagi, di mana itu bendera hitam dengan tulisan Arab? Di mana?", "Kok ujuk-ujuk sekarang berkibar-kibar seolah-olah mau mendirikan Negara Islam atau khilafah?"

Dia berkata tersebut karena jengkel dengan maraknya bendera hitam bertuliskan Arab, yang kerap dikibarkan kelompok tertentu di Indonesia. Awalnya, pemilik nama lengkap Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri itu membahas tentang perjuangan Bangsa Indonesia melawan pasukan asing di Surabaya saat hari pahlawan pada bulan November 1945. Dan melanjutkan perkataanya :

"Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad atau Insinyur Soekarno? Untuk kemerdekaan Indonesia?

Subhahallah, ini karena ketidaktahuaan pada Syariat Islam lagi atau karena ketidaksukaan dan kesombongannya putri Soekarno ini, justru dari awal memang terlihat ketidaksukaan terhadap Syariat Islam. Dia mengusik tiga hal sekaligus dalam pembicaraanya Bendera Tauhid, Nabi Muhammad saw dan Khilafah.

Namun, jika tidak tahu, maka ini lah kontribusi bendera bertuliskan Arab atau bendera tauhid dan kontribusi Nabi Muhammad pada saat kemerdekaan Indonesia.
Ini salah satunya, Kesultanan Cirebon, yang dipimpin oleh Sunan Gunung Jati memiliki bendera dengan kalimat tauhid. Bendera Macan Ali namanya. Pada bendera kasultanan Cirebon tersebut memuat sejumlah tulisan Arab seperti Basmalah, surat Al Ikhlas, hingga kalimat Tauhid yang membentuk seperti macan.

Kita pasti mengenal sosok Fatahillah yang memimpin aliansi Cirebon-Demak. Panglima asal Pasai ini masih berkerabat dengan Sunan Gunung Jati. Pada akhir 1526, pasukan Fatahillah dapat menaklukkan Banten. Putra Sunan Gunung Jati, Hasanuddin, menjadi wali penguasanya. Satu tahun kemudian, Fatahillah mulai bergerak menyerang basis Portugis di Sunda Kelapa. Pasukan yang dipimpin Fransisco de Sa itu harus mengakui kekalahan. Sejak 22 Juni 1527, Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta dengan arti kemenangan besar.

Ini bukti Bendera betuliskan Arab dalam mengusir penjajajah.

Bendera dengan kalimat tauhid juga dimiliki oleh laskar Hizbullah yang kemudian membentuk TNI. Selain bendera, pada atribut laskar hizbullah lainnya juga seperti emblem atau pin juga menyertakan kalimat tauhid di dalamnya. Bendera kalimat tauhid juga dibentangkan oleh ormas Islam Al-Irsyad, salah satu ormas pejuang kemerdekaan.

Terus apa kontribusi Nabi Muhammad saw terhadap kemerdekaan Indonesia?

Ini sangat jelas sekali, kotribusi Nabi Muhammad saw ada pada setiap petikan takbir bung tomo bersama para pahlawan di hari pahawan. Kontribusi Nabi Muhammad saw juga ada pada restorasi jihad yang dikeluarkan Hadratusysyaikh KH. Hasyim Asyari sehingga para pahlawan di hari pahlawan, mereka memiliki semangat kuat untuk berperang. Kontribusi Nabi Muhamamad saw ada pada seluruh semangat dalam mengusir penjajah di Indonesia. Bahkan kontribusi Nabi Muhammad saw ada pada seluruh ajaran Islam dan kaum Muslimin yang berperang melawan penjajah. Paham?

Bahkan Soekarno saja memperingati Maulid Nabi Muhammad saw dan Nabi Muhammad memiliki kotribusi atas ajaran Islam dam kaum muslimin yang selalu memiliki semangat penuh dalam melawan penjajahan. Khususnya pada tahun 1963, dia berkata :

"Jika benar-benar engkau mencintai Nabi Muhammad, jika benar-benar engkau merayakan Maulid Nabi Muhammad bin Abdullah,"

"Jika benar-benar engkau merayakan Rasulullah yang punya hari maulid, kerjakanlah apa yang beliau perintahkan,"

"Kerjakanlah apa perintah agama yang beliau bawa, kerjakan sama sekali, agar supaya benar-benar kita bisa berkata: kita telah menerima agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad."

Dan kaum muslimin mengibarkan bendera bertuliskan Arab atau bendera Tauhid, memperjuangkan syariat Islam dan berdakwah untuk kembalinya Khilafah, merupakan kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad dan mengerjakan apa yang beliau perintahkan dan kerjakan. []

Post a Comment for "Bendera Tauhid dan Nabi Muhammad Saat Kemerdekaan Indonesia, Busuknya Bu Sukmawati"