Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

GHAZWUL FIKRI; UPAYA MEMADAMKAN CAHAYA ISLAM


Oleh. Lathief Abdallah

"Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an. So long as there is this book, there will be no peace in the world (Selama ada al-Qur’an ini, maka tidak akan ada perdamaian di dunia). Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam, oleh karena itu, tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”  ujar Gleed Stones mantan PM Inggris ke 4 dihadapan Parlemen Inggris thn 1886 M

Pernyataan Gleed Stones diatas sebagai upaya penghancuran umat Islam melalui metode lain yang disebut ghazwul fikri (perang pemikiran dan budaya). Setelah sebelumnya dilakukan ghazwul 'askari (perang pisik dan senjata).

Allah SWT berfirman:

يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـئُــوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَ فْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّاۤ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْـكٰفِرُوْنَ

"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai." (QS. At-Taubah 9: Ayat 32)

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ  يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.

" Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya." (QS. Ash-Shaff [61] : 7-8)

Menurut para mufasir maksud 'Nurullah' cahaya itu adalah Dinul Islam. Mereka orang-orang kafir berupaya menghentikan laju Islam, tersebarnya Islam dan tegaknya Islam oleh mulut-mulut mereka, media -media mereka dengan menyebarkan propaganda fitnah, dusta dan rekayasa.
(Tafsir Almunir Al Zuhaily 5 hal 536)

Tujuan utama mereka memadamkan cahaya Allah agar umat menjauh dari Islam, agar islam tidak tersebar luas, hingga kaum muslimin keluar dari Islam dengan mengikuti budaya atau agama mereka. 

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

"Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah [2] : 217)

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…(QS.al-Baqarah (2): 120)

Rasulullah Saw, mengingatkan, 

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ فَمَنْ؟

“Sungguh, kalian akan mengikuti langkah orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta. Kalaupun mereka menempuh jalur lubang dhabb (binatang sejenis biawak), niscaya kalian akan menempuhnya.” Kami mengatakan, “Ya Rasulullah, apakah jalan orang-orang Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?”  (HR. al-Bukhar dan Muslim)

Untuk tujuan itu mereka siapkan anggaran, mereka gelontorkan uang untuk membayar publik figur, pengamat, politikus, ilmuan,  budayawan, hingga agamawan. Membiayai partai politik, media, NGO, hingga ormas. Sebagai contoh, Stigma Radikal,Teroris  hampir 99% istilah tersebut ditujukan kepada Islam akibat semburan opini dari dari berbagai lini. Nama berbau arab dicurigai, hijab, jenggot, celanan cingkrang dianggap simbol radikalis, bahkan al Qur'an dijadikan alat bukti teroris. Hingga bendera bertuliskan tauhid alliwa arroya diperskusi dan kajian tentang khilafah sesuatu yang ditakuti. 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ َ 

Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. . (QS. Al-Anfal (8) : 36-37)

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama dengan mereka" (QS.an-Nisâ`(4):89].

Dalam perjalanan dakwah nabi (sirah nabawiyah), upaya pembungkaman terhadap dakwah Islam kerap dilakukan.  Ada tujuh cara yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy untuk memadamkan cahaya Allah Ta’ala:

1. Tasywiih (Perusakan citra); Nabi Muhammad diberitakan sebagai tukang sihir (sahir), dukun(kahin), orang gila(majnun), penyair(sya'ir). 
2. Tahdiid (Intimidasi); Abu Jahal bahkan mengancam Nabi Muhammad agar tidak shalat di Ka’bah.
3. Ta’dziib (Penyiksaan); Penyiksaan ini dilakukan Quraisy terhadap orang-orang yang lemah dan tidak memiliki perlindungan. Menyiksa Bila bin Rabbah, Amar bin Yassir. Bahkan Quraisy pun menyiksa Abu Bakar dan melempari Rasulullah dengan isi perut unta ketika sedang shalat.
4. Targhiib (Rayuan); Nabi Muhammad dirayu dengan harta, kekuasaan, dan wanita agar beliau menghentikan dakwah. Quraisy juga merayu Abu Thalib agar memberikan Nabi Muhammad kepada Quraisy, sebagai gantinya, Abu Thalib akan diberikan pemuda paling cakap dari Quraisy.
5. Ta’jiiz (Pelemahan); Abu Jahal pernah menjenggut Zainab binti Rasulullah hingga Zainab keguguran. Abu Jahal juga menampar Asma binti Abu Bakar. Tujuannya untuk melemahkan Rasulullah dan Abu Bakar. 
6. Al-Ightiyaal (Upaya pembunuhan); Upaya pembunuhan Nabi Muhammad dilakukan berkali-kali oleh Quraisy. Abu Lahab pernah membuat jebakan dan menaruh ranting-ranting untuk menghalangi jalan Nabi Muhammad. Nazhar bin Harits pun pernah mencekik Nabi Muhammad.
7. Muqoothoah(Pemboikotan); Nabi dan para sahatabat mengalami pemboikotan ekonomi, sosial dan politik. 

Namun semua tidak bisa menghentikan perubahan. Cahaya Allah terus bersinar. Islam di masa Nabi dan sahabat terus berkembang hingga menguasai seluruh jazirah arab. 

{ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ }

Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.(QS. At-Taubah 9: Ayat 32)

Invasi Pemikiran Ditengah Umat

Serangan (invasi) pemikiran dihunjamkan ketengah tengah umat qurun ini dalam rangka menjauhkan Islam dari umat; agar Islam yang sampai ke umat sudah keruh, bercampur, bukan islam yang sesungguhnya. Juga dalam rangka menjauhkan umat dari Islam; agar umat merasa tidak nyaman, takut dan tidak percaya diri dengan agamanya. 

Langkah langkah untuk mencapai target tersebut melalui tasykik, tasywih, tadzwib dan taghrib; 

Pertama, tasykik;  yaitu pendangkalan pemahaman ajaran agama, yaitu membuat umat ragu-ragu terhadap agamanya. 

Upaya tersebut antara lain; 
Membuat Qur'an palsu, menyebarkan pemahaman seolah Qur'an ayat-ayatnya saling bertentangan, Quran kumpulan budaya arab dll. Menolak sunnah (inkar sunah) sebagi sumber Islam, menyebarkan haidits palsu. Masuknya faham filsafat. Menolak sahabat sebagai penyambung riwayat dari nabi kecuali Ali, Miqdad, Ammar dan Salman. 
Dari sini muncullah aliran-aliran, bukan lagi ikhitilaf tetapi firqah. dalam perjalanan sejarah lahirlah kelompok Mu'tazilah, Murji'ah, Syiah, Inkar Sunnah, Ahmadiyah dll. 

Tentang serangan pada sumber pokok Islam, pada tahun 2009 terbongkar pemalsuan Qur'an yang dilakukan oleh Penerbit Amerika, Omega 2001 dan One Press dengan judul “Furqanul Haq” dalam huruf Arab dan “True Furqan” dalam huruf Latin. Jauh diawal perjalanan Islam, Musailamah al Kadzab berupaya membuat Wahyu palsu sebagai tandingan al Qur'an yang diwahyukan kepada Rasululah Saw. 

Kedua,Tasywih yaitu pengaburan fakta kebenaran yang disampaikan oleh ajaran Islam.

Dengan cara stigmatisasi (pencitraan buruk) ajaran Islam dan umatnya. Misal  tuduhan hukum hudud dan jinayat sebagi hukum barbar. Hukum waris dan poligami bias jender, sistem khalifah itu diktator. Tuduhan kepada kelompok islam sebagai intoleran, radikal dan teroris. Penyebaran ide pluralisme, liberalisme dan sekularisme. 

Pluralisme adalah pemahaan semua agama dipandang sama benar tidak ada klaim kebenaran oleh satu agama.
Liberalisme adalah penafsiran bebas terhadap teks agama sesuia dengan akal. Sekularisme adalah paham pemisahan agama dalam urusan politik

Pada munas ke VII/MUI/11/2005, MUIemgeluarkan fatwa bahaya dan haramnya ketiga pemikirian tersebut (Pluralisme, Liberalisme dan Sekulariseme) diyakini dan diterapkan. Karena bertentangan secara pundamental dengan aqidah dan syariat Islam. 

Ketiga, Tadzwib; yaitu menghilangkan kepribadian dan marwah serta harga diri yang menjadi identitas Islam. 

Dahulu misi yang mereka bawa dalam perang  militer untuk meraih 3G, yakni Gold (kekayaan), Glory (kekuasaan), Gospel (keagamaan). Misi tersebut sampai sekarang tetap namun metodenya dengan perang pemikiran,  invasi kebudayaan. Para generasi ditarik untuk menggandrungi dan membanggakan setiap gaya hidup yang datang dari Barat, tak lagi peduli halal haram.  Serbuan 3F; Fun (hiburan), food (makanan) and fashion (pakaian) ditengah generasi Islam. Ditambah semaraknya miras, narkoba, sek bebas hingga LGBT. Terlebih diera digital, era 4G-5G, saat ini, media ada dalam genggaman masing-masing. Semua membuat generasi umat berkiblat ke dunia barat. Islam tinggal nama dan nasab. bahkan menyandang nama Islam pun merasa ketinggalan! 

Taghrib, atau pembaratan (westernisasi), yaitu mendorong kaum muslimin untuk menyenangi dan menerima pemikiran, kebudayaan dan gaya hidup orang-orang barat. Berusaha keras untuk mengeringkan nilai-nilai islam dari jiwa kaum muslimin dan mengisinya dengan nilai-nilai barat yang menyimpang. 

Diantara langkahnya mengirim orang-orang Islam yang cerdas untuk belajar Islam atau Islamic Studies di negara barat. Dari sini kita melihat mereka yang pulang setelah belajar Islam dari Barat membuat komunitas seperti JIL (Jaringan Islam Liberal). Mereka menawarkan pemikiran semacam Feminiseme (kesetaraan jender), Pluralisme, Liberalisme, Skularisme,  dengan dibungkus tafsiran Islam. Dari mereka kita dengar keinginan revisi fikh waris dan pernikahan yang dianggap bas jender. Mereka juga melegalkan ELGBT dengan dalilih sebagi fitrah dan kebebasan manusia. 

Parahnya lagi, disamping memasarkan pemikiran barat dengan bungkus Islam. Mereka juga terdepan menolak setiap isu perjuangan dan penegakan syariat Islam. Mereka bahu membahu dengan penguasa, media dan Lsm-Lsm untuk menuduh bahayanya penegakan syariat Islam. Maka isu radikal,  ekstrimis, teroris anti keragaaman,  intoleran, menjadi isu utama yang mereka lemparkan. Mereka adalah Al mutsaqqifin al gharbiyyin Istilah syekh Annabhani dalam kitab mafahim, anak-anak dari kaum muslim yang teracuni tsaqafah(pemikiran) Barat. 

Dalam menghadapi invasi pemikiran (ghazwul fikri) terebut umat hendaklah memiliki sikap mental yang kuat. 

Pertama. Keyakian kuat bahwa Allah akan menjaga keberlangsungan Islam sebagaimana di pase awal Islam. 

"  يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.

"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya." (QS. Ash-Shaff [61] : 7-8)" (QS. At-Taubah 9: Ayat 32)

Kedua. Bergerak bersama ulama dan jamaah yang mendakwahkan Islam dan berusaha menegakkan syari'ahnya 

 «إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا»

Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini, pada setiap akhir seratus tahun, orang yang memperbaharui untuk umat agama mereka (HR Abu Dawud) 

لا يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ، حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ ا وَهُمْ ظَاهِرُونَ

“Pasti akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang senantiasa meraih kemenangan, sampai ketetapan dari Allah ‘azza wa jalla datang menghampiri mereka. Dan mereka pun tetap di atas kemenangannya.” (HR Bukhari).

Ketiga. Upayakan memperjuangan Islam secara politik hingga meraih kekuasaan. 

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ 

“Sesungguhnya seorang pemimpin itu adalah perisai, rakyat akan berperang di belakangnya serta berlindung 
dengannya." (HR.Muslim) 

Insya Allah Islam akan tetap berkibar dan akan memimpin peradaban dunia.

Post a Comment for "GHAZWUL FIKRI; UPAYA MEMADAMKAN CAHAYA ISLAM"