Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Barat Takut Khilafah Bangkit : Melalui Proxynya Monitor ketat Indonesia melarang penyebaran Khilafah dan sejarah Perang Rasulullah


[THREAD] Joked Abdurrahman (@Abdurra36041876)

Saya beruntung ikut diseminar buku "Jejak Islam di Nusantara", bunga rampai yg ditulis sejumlah profesor: Adi Teruna Effendy, Sutrimo Sumarlan, Bunyan Saptono, Mohammad Sadikin, Abdurrahim Jabbar, Mukhtar Yusuf, dan Lalu Pharmanegara, di Pasca Sarjana UI.

Mereka ini, para profesor sejarah. Itu yg membuat saya gembira hari itu. Mereka bicara sejarah Islam karena kompetensinya ilmu sejarah. Maksud saya, bukan karena mereka ahli agama. Sehingga analisisnya, adalah sejarah, bukan syar'i.

Saya bertanya tentang Khilafah. Mengapa Khilafah dimusuhi? Apa salah dia? Sekarang, malah mau dilarang Wiranto orang bicara Khilafah. Lo, apa salahnya Khilafah? Ganyang saja HTI. Jangan Khilafah! Saya keberatan karena ia ajaran Islamku. Mentang2 kau berkuasa, agama orang kau udak2. Gak bener tuh si Wiranto.

Saya sarankan agar Wiranto membaca buku ilmiah rujukan saya: 1. "Islam Pembaruan", Prof Harun Nasution, rektor IPB, 1984. 2. "Politik Islam Hindia Belanda", Prof Aqib Suminto, rektor IAIN, LP3ES, 1986, Disertasi. 3. "Dekonstruksi Syariah", Prof Abdullahi Naim, 2009.

Selain itu, "Al ahkumul Sultoniyyah", Al Mawardi, berikut Al Maududi, lagi lupa namanya. Itu saja. Ditambah, "Komite Hejaz", penelitian IPNU/IPPNU. Saya tak tahu, penelitian itu diterbitkan atau tidak. Itu saja dulu deh. Agar Robikin Emhas, tak serampangan melarang Khilafah.

Ada pernyataan menarik dari seminar itu. Mereka tak paham mengenai Islam Nusantara yg termuat bukunya Kang Agil Sirodj dan Umar. Jadi, yg menurut prof agama jelas, bagi sejarawan, malah tak jelas. Islam Nusantara itu memang paradok. Islam ditambahi Nusantara dgn penjelasan minim.

Di zaman Hasyim Muzadi, belum ada Isnus itu. Islam ya islam. Tak pake Nus. Tak pake Anus, sehingga sepi dari gimmick dan gunjing. Nus ditambahkan agar ada gimmicknya. Jadi sengaja dibuat ribut. Dicarilah kisah2 Islam di nusantara. Heboh, ternyata banyak sejarah yg bohong.

Rencana pemerintah selain melarang Khilafah, juga menghilangkan perang dari buku sejarah. Kelak tak ada lagi perang Diponegoro, dan Sentot. Diponegoro dan Sentot nantinya hanya seorang tokoh saja, sama seperti kita. Cuma silat lidah.

Barat takut sekali kpd kekuatan Islam. Karena Indonesia negara muslim terbesar, potensi kekuatan Islam ada di Indonesia. Dulu, Barat kudu jungkir balik utk melumpuhkan Khilafah Islamiyah Turki. Utk melumpuhkan Khilafah Turki, diledakkan Perang Dunia 1 (perang balkan).

Turki bekerjasama dgn Jerman, dan duluan menyerang. Maka Turki Jerman disebut negara Entente. Sedang sekutu Barat, disebut negara entente (sekutu bertahan). Perang Dunia dimulai dari Perang Balkan, berawal dari terbunuhnya Alexander Balkan oleh Turki.

https://t.co/MNpqTissbu - Hingga awal abad ke-20, Kekalifahan Ottoman masih merupakan negara besar dengan wilayah hingga ke Semenanjung Balkan.
Namun, pada 8 Oktober 1912, Liga Balkan yang terdiri dari Bulgaria, Serbia, Yunani, dan Macedonia menyatakan perang melawan Ottoman.

Konflik bersenjata yang berlangsung hingga Mei 1913 ini kemudian dikenal dalam sejarah sebagai Perang Balkan I yang membuat Ottoman kehilangan wilayahnya di Semenanjung Balkan.

70% lebih, penyidik KPK adalah Non Muslim. Tapi tudingan malah KPK dikuasai oleh Radikal. Adu domba yg dungu. https://t.co/rGo6pXyWCL

Jadi yg radikal adalah Non Muslim. Belakangan gencar serangan yg menyebut KPK dikuasai kaum radikal. Tentu agamanya Islam. Nyatanya agama mayoritas di KPK adalah Kriten. https://t.co/ZxzWDN9QiP

Jelas sudah, tak ada Khilafah Islam di KPK. Tapi Barat tetap takut kpd Khilafah Islamiyah bangkit seperti tahun 1900 an dari Indonesia. Karenanya, adu domba spt di KPK akan terus meningkat ngawur2an. KPK yg agamanya mayoritas Kristen bisa dituduh radikal, khilafah.

Turki bekerjasama dgn Jerman, dan duluan menyerang. Maka Turki Jerman disebut negara Entente (sekutu penyerang). Sedang sekutu Barat, disebut negara detente (sekutu bertahan). Perang Dunia dimulai dari Perang Balkan, berawal dari terbunuhnya Alexander De Balkan oleh Turki.

Menurut Kolonel Hascaryo: Ttg " kekuatan Islam RI " lebih tepat "daya tawar " dlm bargaining power. Tapi dgn syarat: bersatu, inklusif, modern . Sebab hancurnya Khalifah Islamiyah Otsmani, krn 100 thn sebelumnya , kehidupan bangsawan ber foya2 di PD1, salah berpihak ke Jerman.

Selain jerman dgn Austro Hongaria melawan
Inggris-Perancis-Rusia yg akhirnya sbg pemenang, dipicu pēmbunuhan Alexader De Balkan di Serajevo. Keterlibatan AS setelah 2 tahun meletusnya perang, akibat kapalnya diserang kapal selam Jerman.

Sebab perang lainnya yg jauh sebelumnya sudah ada, ialah perang dagang: Inggris vs Jerman. Produk Jerman ingin merebut pasar Inggris. Kelak sejumlah tokoh perang bertemu lagi di PD II = de gaul, churchil , eisenhower vs hitler.

Sampai kini, kekuatan Khilafah Islamiyah masih menakutkan Barat. Diramal, khilafah Islamiyah akan tumbuh dari Indonesia sebagai negara muslim terbesar dunia. Karena itu, Indonesia dimonitor ketat oleh Barat agar tidak berkembang Khilafah Islamiyah. Issu Khilafah dibenturkan terus

Utk itu, anasir khilafah islamiyah, oleh proxy Barat akan melarang penyebaran Khilafah dan sejarah Perang Rasulullah. Jika tak begitu, semangat Rasulullah bisa menghidupkan mesin khilafah Islamiyah.

Khilafah Islamiyah menurut Prof Harun Nasution, memiliki UU Khilafah, yaitu Din U Devlet. UU ini diamandemen oleh Yani Alama (Young Ottoman Empire) setelah menggulingkan Sultan Mahmud II (Old Ottoman yg terakhir) pada 1917.

Alasan amandemen itu adalah sejumlah pasal di UU Din U Devlet, menyatakan "Sultan tidak berdosa". Itu menurut Yani, menyebabkan kemunduran Khilafah Islamiyah. Utk memulihkannya, maka sejumlah pasal yg menyebut Sultan tak berdosa, didrop.

Kesultanan di Indonesia adalah bagian langsung dari Ottoman Empire. Semua yg menyebut diri kesultanan. Mataram misalnya, adalah Sultan Mataram dilantik oleh Ottoman. Mataram sebagai raja diraja, adalah sultan Agung, bagian dari Ottoman.

Islam telah mempertemukan Ottoman dgn seluruh kerajaan di Nusantara. Itu sebabnya, titel raja tidak lagi menarik, dan diganti Sultan. Secara power, sultan lebih absolit daripada titel raja. Yaitu, di UU Khilafah Din U Devlet ada pasal bahwa "sultan tidak berdosa".

Saya ke seminar "Jejak Islam di Nusantara" diajak Hatta Taliwang. Saya malah dibelikan bukunya oleh Hatta. Para profesor sejarah itu teman dekatnya Hatta Taliwang. Entah sejak kapan hatta bergulat dgn ilmu sejarah.

Ketika Ottoman kalah perang Dunia 1 (perang balkan 2), seluruh kerajaan Islam (Moghul, Persia, Turki) dikuasai Sekutu. Khusus Turki dibawah kekuasaan Perjanjian Versailles. Sekutu lalu mengangkat Kemal Attaturk bukan sebagai Sultan, melainkan presiden, dan Turki jadi republik.

Praktis Khilafah Islamiyah bubar karena republik tidak kompatibel dgn Khilafah. Republik dibuat oleh Hobbes demokratis, sedang khilafah dibuat monarkhi absolut oleh John Locke. Republik Turki adalah kelinci percobaan Thomas Hobbes, dibuat utk bentuk jajahan.

Pada perang Balkan 2, ada jenderal perang tersohor Ottoman. Yaitu Pasha Bersaudara. Kabarnya mereka bersembunyi di Jerman dan ikut dgn Hitler. Mereka adalah DPO LBB dan PBB.

Tahun 1924, Khilafah Islamiyah sudah berubah Pan Islamic, dan Dewan Mahkamah Agung Islam, diusir dari Turki, pindah ke Mesir. Diusir lagi, pindah ke Saudi. Diantara anggota majelis Mahkamah Agung Islam adalah Rasyid Ridho dan Ibnu Saud yg berdarah murni Kurays, putera Mahkota.

Ini rezim mengerikan: sejarah rasulullah mau dihapus. Bicara khilafah mau dilarang. Kayak mbahmu yg punya agama itu.

Post a Comment for "Barat Takut Khilafah Bangkit : Melalui Proxynya Monitor ketat Indonesia melarang penyebaran Khilafah dan sejarah Perang Rasulullah"