Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PEREMPUAN BUTUH KEPEMIMPINAN ISLAM


Oleh : Arlianah Santi (Korda Muslimah KARIM Yogyakarta)

Perempuan adalah sosok yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap suatu peradaban, karena merekalah pembentuk peradaban tersebut. Ia memiliki peran yang luar biasa dalam kelangsungan estafet manusia . Mulai dari melahirkan, mengasuh sampai mendidik , pantaslah ia memiliki kemuliaan tersendiri dalam sudut pandang Islam. 

Pada zaman jahiliyah atau Sebelum datangnya Islam, perempuan adalah sosok yang tidak berharga ,bukan hanya kehormatan tapi bahkan harga diri. Bayi-bayi perempuan dibasmi, dibunuhi hingga dikubur hidup-hidup karena dianggap suatu aib pada zaman itu. Bahkan perempuan hanya dijadikan pemuas nafsu seksual para lelaki, hingga pengakuan anak hanya berdasarkan undian diantara laki-laki yang telah menghamili. 

Begitu tidak berharganya perempuan pada saat itu. 
Namun, Ketika Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasulullah dengan membawa Islam sebagai Petunjuk hidup bagi manusia, disinilah awal perubahan yang drastis terjadi pada kaum hawa. 

Ketika Rasulullah menyebarkan Islam hingga sampai mendirikan Daulah Islam di Madinah, disitulah mulai ditetapkan Sistem Pengaturan Hidup  berdasarkan Islam. Segala perbuatan kaum muslim harus berdasarkan Hukum Allah. 

Salah satu keistimewaan Islam, wanita mendapat porsi yang khusus dalam pengaturannya. Perempuan terangkat harga dirinya, menjadi sangat dihargai dan dimuliakan. 

Perempuan dalam Sistem Islam mendapat perhatian khusus bahkan perlindungan yang luar biasa. Pengaturan Islam terhadapnya meliputi kewajiban menutup aurat, menjaga kehormatan, larangan berkhalwat dengan lawan jenis, larangan keluar rumah tanpa seizin walinya, larangan safar tanpa mahram hingga melebihi 24 jam, dsb.  Beberapa pengaturan tersebut adalah dalam rangka menjaga perempuan itu sendiri. Perempuan yang fitrahnya adalah membutuhkan perlindungan, maka Islam memberikannya melalui peraturan tersebut. 

Dalam kehidupan berkeluarga, wanita tidak diwajibkan untuk bekerja namun diperbolehkan asal tidak melalaikan kewajiban utamanya sebagai Ibu dan Pengurus Rumah Tangga. Ia diberikan hak sepenuhnya dalam mencetak generasi melalui didikan dan edukasinya terhadap anak-anaknya. 

Tak cukup dalam ranah pribadi, dalam area publik pun perempuan mendapat porsi yang sama dengan laki-laki. Perempuan diperbolehkan hadir dalam majelis Ilmu, diperbolehkan memilih dan dipilih dalam Majelis Syuro, aktif dalam memberikan kritikan terhadap kebijakan negara, hingga berwenang membenarkan penguasa saat ia mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai dengan hukum Allah. 

Perlindungan terhadap wanita oleh negara Islam salah satunya digambarkan pada masa khalifah al-Mu’tashim Billah, khalifah kedelapan Bani Abbasiyah.
Kota Amurriyah yang dikuasai oleh Romawi saat itu berhasil ditaklukkan oleh al-Mu’tashim. Pada penyerangan itu sekitar 3.000 tentara Romawi tewas terbunuh dan sekitar 30.000 menjadi tawanan. Dan di antara faktor yang mendorong penaklukan kota ini adalah karena adanya seorang wanita dari sebuah kota pesisir yang ditawan di sana. Ia berseru, “Wahai Muhammad, wahai Mu’tashim!” Setelah informasi itu terdengar oleh khalifah, ia pun segera menunggang kudanya dan membawa bala tentara untuk menyelamatkan wanita tersebut plus menaklukkan kota tempat wanita itu ditawan. Setelah berhasil menyelamatkan wanita tersebut al-Mu’tashim mengatakan, “Kupenuhi seruanmu, wahai wanita!”

Dalam kisah lain, diceritakan dalam ar-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Mubarakfury, bahwasanya ada seorang wanita Arab yang datang ke pasarnya orang Yahudi Bani Qainuqa.
Dia duduk di dekat pengrajin perhiasan. Tiba-tiba beberapa orang di antara mereka hendak menyingkap kerudung yang menutupi wajahnya. Diam-diam tanpa diketahui Muslimah tersebut, pengrajin perhiasan ini mengikat ujung jilbabnya, dan ketika ia bangkit, auratnya seketika itu juga tersingkap.
Muslimah ini spontan berteriak dan seorang laki-laki Muslim yang berada di dekatnya melompat ke pengrajin perhiasan itu dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi kemudian membalas dengan mengikat laki-laki Muslim tersebut lalu membunuhnya.

Kejadian ini membuat kesabaran Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam habis ketika sebelumnya mereka berupaya mengadu domba Aus dan Khazraj sehingga hampir saja di antara kedua suku ini terjadi peperangan, mengganggu kaum Muslimin dan mengabaikan nasihat Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam. Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam bersama pasukan kaum Muslim berangkat menuju tempat Bani Qainuqa dan mengepung mereka dengan ketat.

Bani Qainuqa yang pongah dan sombong ini akhirnya bertekuk lutut dan menyerah setelah dikepung selama 15 hari. Allah Subhanahu Wata’ala memasukkan rasa gentar dan takut ke dalam hati orang Yahudi ini.
Hampir saja semua kaum laki-laki Bani Qainuqa ini dihukum mati oleh Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam. Namun keputusan itu berubah ketika dedengkot kemunafikan, Abdullah bin Ubay mendesak Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam untuk memaafkan mereka. Dan akhirnya Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam bermurah hati dan memerintahkan Bani Qainuqa ini untuk pergi sejauh-jauhnya dan tak boleh lagi tinggal di Madinah.

Kedua kasus diatas cukup menggambarkan kepada kita betapa tingginya penjagaan negara terhadap perempuan pada masa ditegakkannya sistem Islam. 
Bagaimana dengan hari ini? 

Perlu disadari bahwa saat ini, Sistem Islam telah ditinggalkan sejak runtuhnya Khilafah (Sistem Kepemimpinan Islam)  pada 03 Maret 1924 di Turki. Tragedi ini menjadi Pintu sekaligus induk atas lahirnya berbagai kerusakan dan kehancuran umat hingga hari ini. 

Umat mengalami kemerosotan berfikir, kehilangan identitas sebagai umat terbaik, kejumudan dalam mengatasi problematika umat, umat terpecah belah hingga berkiblat kepada hukum Sekuler yang diciptakan oleh Manusia berhati Srigala, yakni para Kaum Barat yang membenci dan memerangi Islam. 

Hari ini, kaum muslim digerus mengikuti trend-trend barat yang berasaskan Kebebasan. Kaum perempuan tidak lagi mendapatkan perlindungan yang seharusnya. Bahkan mereka menjadi objek penjualan demi pundi-pundi kekayaan . Perempuan dicuci otaknya untuk menelan mentah-mentah pemikiran barat. Tanpa mereka sadari, mereka terjerumus dengan segala permainannya . Melalui dunia kerja, Perempuan dieksploitasi . Tak dianggap berhasil apabila tidak terjun dalam peningkatan ekonomi. Percuma sekolah apabila endingnya tidak untuk bekerja. 

Dari segi penjagaan terhadap diri, perempuan dipaksa meninggalkan pakaian khasnya sebagai seorang muslimah, menjadi pakaian ala kadarnya sesuai dengan permintaan mereka. Jadilah Aurat tak lagi berharga, hingga dipamer murah untuk mata siapa saja. 

Sedangkan untuk perempuan yang masih bertahan dengan prinsip AgamaNya, justru mendapat perlakuan yang tidak seharusnya. Mereka dicelah, dicemooh, dibuatkan framing negatif layaknya teroris, dipersulit kepentingannya, hingga dianggap tak berharga karena tak berguna bagi mereka. 

Saat ini, Barat sengaja mencabut hak-hak perempuan , dipaksa hidup bebas hingga bablas hingga rusaklah kehormatannya. Kembali mencuci otak perempuan muslim akan sejarah AgamaNya. Berdongeng bahwa Islam telah berbuat diskriminasi kepada mereka karena adanya perbedaan dengan laki-laki. Sengaja melontarkan informasi hoax untuk memyembunyikan Sejarah yang sesungguhnya  . Mengompori ajaran Islam agar tidak diterima oleh kaum muslim itu sendiri. Seperti poligami dan dakwah. 

Mereka membuat framing negatif tentang poligami agar perempuan takut dengannya. Mendorong perempuan untuk menyuarakan kebebasan layaknya laki-laki, serta mencegah penyebaran dakwah yang mereka rasa akan membinasakan kedudukan mereka. 
Dalam hal perlindungan kehormatan, tak ditemukan dalam era saat ini. Justru perempuan mendapat perlakuan yang sangat menjatuhkan harga diri. Pemerkosaan, pembunuhan, pencabulan serta kebebasan yang kebablasan semua dibiarkan terjadi kepada perempuan. 

Pada intinya, perempuan pada Masa Sistem Islam dengan Sistem Barat saat ini adalah sangat bertolak belakang. Tak ditemukan perlakuan negara kepada perempuan pada masa Sistem Islam dengan Sistem saat ini. Dulu perempuan adalah prioritas , sekarang menjadi alat eksploitas. Dulu berharga karena keimanan, sekarang berharga karena keindahan yang terpampang. 

Selama Sistem Islam tidak diterapkan, maka selama itu juga perempuan kehilangan hak perlindungan. Selama Sistem barat masih bercokol dalam kehidupan kaum muslim, selama itu juga kaum muslim berada dalam kehancuran. Maka tak ada solusi lain selain kembali kepada Sistem Islam yang akan menerapkan hukum Allah swt. Sudah cukup penderitaan kaum muslim selama ini, mari berjuang demi tegaknya Hukum Allah dan keamanan hidup manusia.

#PerempuanRinduKepemimpinanIslam
#PerempuanButuhPemimpinJujurdanAmanah

Kami Ada | Kami Nyata | Dan Terus Berlipat Ganda
#RoyatulIslamHidupSelamanya

Post a Comment for "PEREMPUAN BUTUH KEPEMIMPINAN ISLAM"