Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kontroversi Rilis 200 Mubaligh memimbulkan kegaduhan baru

setelah Kemenag merilis daftar 200 Mubaligh rujukan umat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan pihaknya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait nama muballigh yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka. “Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan,  permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” terang Menag di Jakarta, Jumat (18/05).
Hal ini mendapatkan respont positif dari masyarakat, disamping itu banyak juga respont-respont negatif atas rilis yang dikeluarkan kementerian yang dipimpin oleh Lukman Hakim Saifuddin ini, dimana surat rekomendasi tersebut dinilai kontroversial karena tidak mewakili aspirasi umat, banyak mubaligh-mubaligh dambaan umat yang tidak dimasukan kedalam daftar tersebut, diantaranya Habib M. Rizieq Shihab, Lc., M.A., Abdul Shomad, LC. MA., Bachtiar Nasir, Lc. MM, Felix Siauw, Tengku Zulkarnain, MA. dUstadz Adi Hidayat dan lain sebagainya yang rekam jejaknya mendapatkan hati di Umat islam.
menanggapi hal tersebut, Ustadz Abdul Somad dengan enteng menjawab, "Sebab Kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakat, karena saya penuh sampai april 2020", begitu pula Ustadz Felix Siaw beliau menyampaikan dengam santai perihal ini.

Banyak yang menyayangkan isi daftar tersebut, karena ada diantaranya orang-orang liberal yang justru dengan celotehannya membingungkan umat. malah ada sebagian Ustadz yang telah masuk rilis tersebut minta untuk dicoret, diantaranya Ustadz Yusuf Mansur, Beliau menilai rilis 200 nama mubalig tersebut dapat menimbulkan perpecahan.
"Saya berdoa dan berharap enggak ada kegaduhan sebab daftar nama itu," tulis Yusuf Mansur seperti dikutif dari akun media sosial instagram pribadinya, Sabtu (19/5).
Ustadz Fahmi Salim, yang namanya tertera dalam rilis tersebut, dalam akun IGnya menulis "Abangda Dr. Adhyaksa Dault menyimak serius sikap saya terkait rilis daftar 200 penceramah terekomendasi oleh Kemenag RI. Intinya dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Sdr. Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut karena berpotensial menimbulkan syak wasangka, distrust di antara para muballigh dan dai, dan saya tak ingin menjadi bagian dari kegaduhan tersebut yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air. 

Biarkanlah saya menjadi diri saya sendiri, apa adanya, sebagai seorang dai. Saya tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak manapun. Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan ummat. Saya telah terima dengan ikhlas pencoretan nama saya dari daftar pengisi tausiyah Ramadhan di masjid lembaga tinggi negara setingkat kementerian tahun lalu 2017 dan bahkan dicoret pula dari pengisi kajian rutin tiap bulan.

Insya Allah saya memiliki idealisme dalam berdakwah yang tak bisa diatur atau dibeli oleh siapapun dengan harga dunia berapapun. Kecintaan saya kepada NKRI pun tak usah dipamerkan dan diteriakkan. Silakan simak isi khutbah, ceramah dan tausiyah kajian saya, wawancara di media online dan cetak, bahkan di seminar atau konferensi yang saya ikuti.

Demikian rilis saya terkait kontroversi daftar 200 penceramah versi Kemenag yang dirilis kemarin hari Jum'at, 18 Mei 2018.

Rocky Gerung dalam cuitannya ditwitter menyoroti rilis daftat ini dengan kata-kata yang cukup menohok
"Jadi, siapa layak masuk surga, siapa menuju neraka, yang tahu pemerintah? Keren kalian..!

akun @Rakyat_Krikil mengomentari "Dulu saat dia usung kotak2.. Kirain cuman baju biasa!
Tapi ternyata, itu adalah gambaran besar dari visi-misi sang "konseptor"..Segala telah dikotak2 sesuai selera.. (politik, sosial, hukum dsbny) Sekarang Agama pun dia belah dgn irisan tajam..
Ibu pertiwi pasti berduka hati.."

Rilis yang dikeluarkan saat bulan ramadhan ini, seharusnya membuat kedamaian, kesejukan ini justru malah terjadi sebaliknya malah menimbulkan kegaduhan baru.
Ya Allah muliakan umat Muhammad ini dan lindungi dari berbagai fitnah dunia...

Post a Comment for "Kontroversi Rilis 200 Mubaligh memimbulkan kegaduhan baru"