Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ayo Akademisi...!!! tunjukan nyalimu seperti prof. Suteki

JHON KAU HEBAT ! BENAR JHON, MAQOM MU LEBIH TINGGI DENGAN UJIAN

Oleh: Nasrudin Joha

"Jhon, gegap gempita kabar yang menyudutkanmu, tak membuat jiwaku khawatir atas ihwalmu, aku tiada menulis satu bait pun risalah pembelaan untukmu, karena aku tahu kau lebih kuat dari apa yang kubayangkan"

"Jhon, mana mungkin nilai kebenaran yang kita cerna, setelah memamahnya puluhan tahun dengan beragam postulat, mengkristal didalam benak, dapat luntur oleh sejumput guyuran deterjen tirani kekuasaan ?"

"Mereka sedang berlomba, menampakan kedunguan dan tirani. Mereka salah mengira, tempaan itu akan mengkerutkan atau membopengkan azam dihati"

"Mereka salah..."

"Sangat keliru !"
"Tempaan ini justru semakin menguatkan bara perjuangan umat, Sundutan ini justru mengobarkan api revolusi,"

"Rumus hidup yang diperoleh dengan berbagai ujian dan cobaan, tidak mungkin hapus hanya oleh tekanan politik seberat miligraman"

"Ah Jhon"

"Aku salut kepadamu,"

"Maqom tinggi dan kemuliaan sosok dalam pandangan manusia, tidak melabuhkanmu pada dunia, dan menyerahkan urat lehermu pada penguasa"

"Kau tetap kokoh, sebagai petapa Agung, pemberi sabda Agung, fatwamu tetap menunjukan identitasmu sebagai sang Guru sejati"

"Jhon, perjalanan hidup ini terlalu singkat, aku ingin membuat sejarah, lebih panjang dari bilangan usia, dan diantara puzzle sejarah itu, kucuri secuil mahkota hidupku, dari rangkaian selaksa samudra perjalanan hidupmu"

"Jhon...."

"Doakan Aku bisa Istiqomah seperti dirimu, aku rindu kelak, membaca puisi bersamamu, merayakan kejatuhan tirani dan keangkuhan makhluk,"

"Manusia-manusia dungu, yang merasa kehidupan ada pada genggamannya, padahal..dia juga akan menemui ajal, sebagaimana Firaun juga binasa dijemput ajal, Qorrun & hamman yang tiada kuasa ditelan bumi, dan seluruh sejarah kelam tiran, tidak ada satupun yang bertahan hingga saat ini"

Pojok bumi, 23 Mei 2018

Post a Comment for "Ayo Akademisi...!!! tunjukan nyalimu seperti prof. Suteki"