Negeriku Sayang Negeriku Malang, Bahaya Narkoba diberbagai Kalangan

Bahaya Narkoba

Negeriku Sayang Negeriku Malang, Bahaya Narkoba diberbagai Kalangan

Oleh : Ina Ariani | Pegiat Literasi Muslimah Ideologis Pekanbaru

Pada peringatan Hari Antinarkoba Internasional (HANI) tahun ini di adakan di Bali pada tanggal 26 Juni, dengan tema "Addressing drug challenges in health and humanitarian crises, atau mengatasi tantangan narkoba dalam krisis kesehatan dan kemanusiaan." Peringatan HANI tahun ini diharapkan mampu memperkuat aksi dan kerjasama secara global demi mencapai dunia bebas penyalahgunaan narkoba.

Sehingga muncul wacana legalisasi ganja di Indonesia, berbagai alasan pun dikemukakan dari kebutuhan medis, pengobatan bahkan sampai untuk meningkatkan wisata di Indonesia. Hal ini bukan tanpa sebab, karena ada negara yang telah melegalkan ganja, sebut saja Amerika bahkan negara tetangga terdekat di Asia Tenggara yaitu Thailand melegalkan barang haram ini dengan alasan untuk kepentingan medis dan pengobatan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol.Petrus Rienhard Golose menyampaikan beliau tetap konsisten untuk tidak membahas wacana leglisasi ganja di Indonesia.(Koran.Jakarta.co)

Beliau juga menyampaikan pada pembukaan Turnamen Tenis Meja Internasional “Smash on Drug” di Universitas Udayana bahwa Bali bukan cuma the Island of Gods (Pulau Dewata), dan Island of Tolerance (tempat penuh toleransi), melainkan kami nyatakan Bali adalah Island of Zero Tolerance of Drug Abuse (pulau yang tidak menoleransi penyalagunaan narkotika), (19/06/2022).

Realitas Pengguna Narkoba di Indonesia
Namun fakta di lapangan pengguna narkotika di Indonesia ada di semua level masyarakat, dari rakyat jelata sampai pejabat, dari orang tua sampai anak balita. Ada saja berita tentang para pengedar dan pengguna barang haram ini.

Walaupun hampir semua pemangku kebijakan menyatakan penolakan keras terhadap narkoba, penanaman ganja dan perdagangan obat terlarang karena tahu bahaya besarnya bagi bangsa dan generasi. Namun peredaran barang haram ini semakin hari semakin meluas. Pertanyaan kok bisa begitu? Kebijakaan nya yang salah ataukah aturan nya yang tak membuat efek jera kepada pengedar dan pengguna nya! Seakan berbanding terbalik barang haram ini semakin dilarang semakin eksis. Negeriku Sayang Negeriku Malang, sebutan inilah yang cocok bagi negera ini.

Sehingga tidak menyadari bahwa induk beragam kerusakan tersebut berakar dari Sistem Demokrasi Kapitalis Sekuler. Selama Dunia khususnya Indonesia masih mengadopsi sistem kufur lagi menyesatkan, maka akan terus ditumbuh suburkannya liberalisme. Karena Sistem ini mengusung kebebasan. Dan faktanya hari ini Indonesia bukan lagi penganut Ideologi Demokrasi yang memisahkan antara aturan Agama dengan kehidupan. Tapi sudah mengarah pada Ideologi Komunisme yang tidak mengakui adanya Agama(Tuhan) yang mengatur manusia serta kehidupan.

Biang keroknya adalah liberalisme. Liberalisme adalah suatu ideologi dan pandangan yang menghendaki adanya kebebasan atau kemerdekaan individu di segala bidang, baik dari bidang politik, ekonomi maupun agama.

Perdagangan Narkotika ini tidak terlepas dari penerapan liberalisasi perdagangan di negeri ini. Dengan adanya liberalisasi perdagangan tentu saja Indonesia menjadi pasar bebas, barang dan jasa bebas untuk keluar masuk di Indonesia termasuk narkotika.

Kalau sudah begini wajar saja semua ini bisa terjadi bahkan wajar wacana legalisasi ganja, legalisasi miras/minol dan legalisasi zina di Indonesia tetap ada. Karena negeri ini menganut liberalisme yaitu kebebasan dalam segala hal, ditambah Indonesia juga mengadopsi kapitalisme yang mengutamakan keuntungan. Asalkan menguntungkan maka akan dibuatkan kebijakan tanpa memikirkan efek negarif yang akan timbul atas kebijakan-kebijakan yang diambil atau yang diterapkan.

Rasanya percuma kebijakan demi kebijakan keras digaungkan namun sumber dari masalah tersebut tetap dibiarkan. Bila negara konsen untuk mengatasi masalah narkoba, tentu saja harus banyak berbenah dari aturan sampai pada sistem yang diterapkan di negeri ini.

Tak cukup para pemangku kebijakan menyatakan penolakan keras terhadap narkoba, penanaman ganja dan perdagangan obat terlarang saja, karena bahaya besarnya bagi bangsa dan generasi. Namun para pemangku kebijakan harus memetakan sumber utama dari masalah ini yaitu liberalisme. Apabila anda cinta, sayang dan ingin memperjuangkan keberlangsungan generasi dan negeri ini maka langkah awal adalah menolak dengan keras Liberalisme di negeri ini. Gaungkan dengan keras anti Liberalisme maka Narkotika akan lenyap di negeri pertiwi ini.

Islam Solusi Narkoba
Islam sangat melarang hambanya untuk mengkonsumsi narkotika. Sesuai dengan firman Allah SWT, (artinya) “Allah melarang terhadap minum khamar, menyembah berhala, dan mengundi nasib dan melarang menjatuhkan diri dalam kebinasaan.” (QS. Al-Ma’idah:90).

Dari Aisyah RA, dari Rasullulah SAW, ia bersabda: "Setiap minuman yang memabukkan adalah haram" (HR Bukhari dan Muslim).

Menurut kesepakatan ulama, Shekh Qadadhawi mengatakan bahwa narkotika termasuk dosa besar yang dapat membinasakan. Penggunanya wajib dikenakan hukuman. Sedangkan, pengedar atau pedagangnya harus dijatuhi hukuman mati. Dia telah memperdagangkan ruh umat untuk memperkaya dirinya sendiri.

Dalam Islam hukuman dan sanksi bagi pengedar dan pengguna narkotika itu jelas dan tegas. Islam juga mengutamakan tindakan pencegahan, yaitu ketaqwaan individu, keluarga, masyarakat dan negara.

Ketaqwaan negara ini tentu saja hanya bisa dilakukan oleh para penguasa yang bisa dengan mudah mengambil kebijakan dan membuat aturan untuk diterapkan. Jadi tidak ada pilihan lagi kecuali kembali kepada sistem yang shahih yang berasal dari dzat yang maha sempurna yaitu Islam. Hanya dengan Islam anti narkoba akan benar-benar terwujud. Jadi apa bila Islam di terapkan secara kaaffah di setiap lini sendi-sendi kehidupan, maka bukan hanya narkoba saja yang akan pergi dari negeri ini tapi semua permasalahan hidup akan terselesaikan, bahkan alam pun akan bersinergi bila Islam diterapkan secara kaffah maka Rahmatan lil’alamiin pun akan tercipta.

Wallahu’alam bish-shawwab***

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,84,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3558,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Negeriku Sayang Negeriku Malang, Bahaya Narkoba diberbagai Kalangan
Negeriku Sayang Negeriku Malang, Bahaya Narkoba diberbagai Kalangan
Bahaya Narkoba
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu7yVYFii9TOtuRU5yk8nlRXKNtYG8pN1jVx-kD-XT9i2Qf_Pwk8qdk5HfbpYyYrYQGKrZpcgy6h1PPh4xY4IRpS9LlWqzuOK4dD-IEeoih3fzIrC_88eU5HSneaVRTaClwikXtWn-U8zdfex5USScGQ4LVkj2DDS7t7QF5Zk_pagE79rOyQzD5OH4/s16000/PicsArt_07-16-10.09.20_compress50.webp
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgu7yVYFii9TOtuRU5yk8nlRXKNtYG8pN1jVx-kD-XT9i2Qf_Pwk8qdk5HfbpYyYrYQGKrZpcgy6h1PPh4xY4IRpS9LlWqzuOK4dD-IEeoih3fzIrC_88eU5HSneaVRTaClwikXtWn-U8zdfex5USScGQ4LVkj2DDS7t7QF5Zk_pagE79rOyQzD5OH4/s72-c/PicsArt_07-16-10.09.20_compress50.webp
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/07/negeriku-sayang-negeriku-malang-bahaya.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/07/negeriku-sayang-negeriku-malang-bahaya.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy