Ada Apa Dibalik Larangan Menghadirkan Penceramah Radikal?

penceramah radikal

penceramah radikal

Oleh: Dwi Aminingsih, S.Pd (Pemerhati Masalah Sosial dan Politik Islam)

Lagi, pemerintah membuat kontroversi di tengah umat Islam. Kali ini terkait isu penceramah radikal. Pasalnya, baru - baru ini telah beredar daftar nama penceramah radikal. Sejak Presiden Joko Widodo meminta kepada semua jajaran TNI dan Polri agar tidak memanggil penceramah radikal dalam kegiatan beragama. Menurut Jokowi jangan sampai dengan mengatasnamakan demokrasi lantas mengundang penceramah radikal. Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Selasa, 1 Maret 2022 (suara.com, 06/03/2022).

Seolah memang sudah dirancang, BNPT pun merespon dengan cepat pernyataan Jokowi. Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Brigjen Ahmad Nurwakhid, menyebutkan 5 ciri penceramah radikal sebagai berikut:

Pertama, anti Pancasila atau pro ideologi Khilafah.

Kedua, mengajarkan paham takfiri atau mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham.

Ketiga, menanamkan sikap anti pemerintahan yang sah.

Keempat, memiliki sikap ekslusif terhadap lingkungan.

Kelima, memiliki pandangan anti budaya ataupun anti kearifan lokal (m.bisnis.com, 07/03/2022).

Namun ciri-ciri yang dikeluarkan oleh BNPT tersebut patut dipertanyakan lebih lanjut. Yang poin pertama, apakah memang layak dikatakan radikal seseorang yang menyampaikan bahwa setiap muslim itu wajib menerapkan Islam secara kaffah dan Islam kaffah hanya bisa tegak jika ada Khilafah, sedangkan apa yang disampaikan itu adalah kebenaran yang ada di dalam Islam.

Poin kedua, apakah juga radikal jika menjelaskan kepada masyarakat bahwa haram hukumnya mengucapkan hari raya pemeluk agama lain apalagi sampai turut serta merayakan, sedangkan yang disampaikan adalah kebenaran yang ada dalam Al Qur'an. 

Poin ketiga, apakah disebut anti pemerintahan yang sah jika bersikap kritis atas kebijakan pemerintah yang tidak tepat, sedangkan hal tersebut bagian dari amar makruf nahi mungkar yang diwajibkan di dalam Islam. Begitupun poin keempat dan kelima, juga perlu didetili. Dengan demikian sangatlah aneh mengklaim radikal terhadap orang - orang yang menyampaikan kebenaran Islam dan melakukan amar makruf nahi mungkar kepada penguasa bahkan melarangnya memberikan ceramah.

Mencermati persoalan ini, sebenarnya pernyataan Jokowi yang melarang memanggil penceramah radikal dalam kegiatan keagamaan, sejalan dengan program penguatan moderasi beragama yang dijalankan oleh pemerintah. Bahkan pemerintah telah mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun toleransi. Harapannya Indonesia menjadi barometer kerukunan umat beragama di dunia (nasional.tempo.co, 01/01/2022). Maka jelaslah, adanya orang - orang yang diklaim sebagai penceramah radikal sangat dikhawatirkan bisa menggagalkan proyek moderasi beragama. Karena orang-orang ini selain diklaim radikal juga dianggap intoleransi yang bisa mempengaruhi masyarakat menjadi masyarakat radikal dan intoleransi.

Padahal toleransi ala moderasi beragama yang dipraktikkan pemerintah bertentangan dengan toleransi yang diajarkan dalam Islam. Toleransi ala moderasi beragama menganggap semua agama benar sehingga tidak boleh mengkafirkan agama lain, membolehkan mengucapkan hari raya pemeluk agama lain bahkan turut serta merayakannya, mengajak untuk doa bersama antar pemeluk agama yang berbeda-beda, dan masih banyak lagi penyimpangan yang itu justru dianggap toleransi.

Sedangkan toleransi dalam Islam sudah ada sebelum manusia berbicara tentang toleransi. Islam tidak pernah memaksa non muslim untuk masuk Islam. Karena setiap orang yang memeluk Islam harus disertai dengan kesadaran penuh. Islam juga menghargai keberadaan agama lain dengan tidak memperbolehkan mengganggu peribadatan mereka dan tidak melakukan tindak kekerasan terhadap mereka. Islam pun membolehkan untuk membantu atau menolong non muslim yang sedang dalam kesulitan seperti memberi makanan dan minuman. Namun Islam bersikap tegas jika itu berkaitan dengan keyakinan (aqidah) yang wajib diimani oleh seorang muslim. Seperti, haram hukumnya bagi orang Islam mengucapkan hari raya agama lain apalagi turut serta merayakannya. Karena sudah sangat jelas disampaikan oleh Allah dalam Al Qur'an surat Al-Kafirun ayat 6 yang artinya :

"Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku"

Sejatinya moderasi beragama adalah proyek global AS yang diterapkan di banyak negara khususnya negeri - negeri muslim. Dengan program - program moderasi beragama yang mereka gulirkan di negeri - negeri muslim, mereka hendak mengubah cara pandang umat Islam agar sesuai dengan cara pandang barat, mau menerima nilai-nilai barat, pro dengan setiap kebijakan barat, pro demokrasi, pro liberalisme, sehingga umat Islam terpaling dari keinginan menerapkan Islam kaffah. Mereka menghadirkan para ulama dan cendekiawan muslim yang pemikirannya sudah tercuci dengan pemikiran barat sebagai corong yang menyuarakan ide moderasi beragama di tengah-tengah umat Islam. Mereka kutip ayat-ayat Al Qur'an kemudian mereka tafsirkan semaunya. Mereka otak atik Al Qur'an agar sesuai dengan kondisi saat ini. Padahal seharusnya kondisi saat ini yang harus disesuaikan dengan Al Qur'an.

Dengan kata lain, moderasi Beragama dijadikan alat politik AS untuk membendung umat Islam yang mulai masif memperjuangkan agar Islam diterapkan secara kaffah dengan menghadirkan institusi Khilafah. Dan itu membahayakan eksistensi ideologi kapitalisme yang diemban oleh AS. Dengan kapitalisme-lah AS mampu menjadi negara pertama tanpa pesaing mengusai dunia. Dengan kapitalisme pula AS mencengkram negara-negara yang ada di dunia, mendikte, menekan, dan mengambil keuntungan materi dari negara-negara tersebut. 

Dan Indonesia salah satu negara yang diincarnya karena memilik SDA yang sangat banyak dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Untuk itu para penceramah yang mereka anggap radikal perlu dihalangi agar penceramah radikal tersebut tidak bisa lagi menyampaikan pemahaman - pemahaman Islam yang justru akan membangkitkan kesadaran umat Islam akan pentingnya penerapan syariat Islam kaffah dengan tegaknya Khilafah. Karena mereka tahu dengan bangkitnya kembali Khilafah mereka tidak akan bisa menindas umat Islam dan tidak lagi bisa menjajah negeri-negeri muslim demi mengeruk kekayaan negerinya.

Namun sungguh, oang - orang kafir dan antek-anteknya telah membuat makar (tipu daya) bagi umat Islam dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. Munculnya daftar nama - nama penceramah radikal justru membuka mata umat Islam untuk mengetahui siapa saja ulama yang hanif dan siapa ulama yang su' (ulama yang buruk). Dan justru nama - nama yang terdaftar sebagai penceramah radikal adalah ulama yang senantiasa dirindukan umat Islam untuk memberikan pemikiran - pemikiran cerdasnya, mengurai problematika umat dengan hukum - hukum Islam yang bersumber pada Al Qur'an dan As Sunnah.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Imran ayat 54 yang artinya :

"Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya."

Wallahu a’lam bishawab

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,51,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3556,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Ada Apa Dibalik Larangan Menghadirkan Penceramah Radikal?
Ada Apa Dibalik Larangan Menghadirkan Penceramah Radikal?
penceramah radikal
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjMiYXBu95KpmP8CDYofHYVebjscE4NkHncH9pwODkGct1cmuyRLQpkqokvBgGFAvCOf7-xJwvXWrWzgFYeEvpus1dzLPa4NCj2sO1qN74e1MVZDH7YsEn6x2_0uL8TCA_AW-jMmpweUns1ZMM_J7IzKHryZeLkxJgoua-y7Yz01fqwyrdxXMR82iuM=s16000
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjMiYXBu95KpmP8CDYofHYVebjscE4NkHncH9pwODkGct1cmuyRLQpkqokvBgGFAvCOf7-xJwvXWrWzgFYeEvpus1dzLPa4NCj2sO1qN74e1MVZDH7YsEn6x2_0uL8TCA_AW-jMmpweUns1ZMM_J7IzKHryZeLkxJgoua-y7Yz01fqwyrdxXMR82iuM=s72-c
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/03/ada-apa-dibalik-larangan-menghadirkan.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/03/ada-apa-dibalik-larangan-menghadirkan.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy