Permainkan Agama Kok Malah Dibela

agama ferdinand hutahaean

Kasus mempermainkan agama terus saja terjadi di negeri ini. Seperti baru-baru ini dilakukan oleh seorang Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Cuitannya di Twitter mengundang kisruh masyarakat dengan narasi "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela".

Oleh : Gita Agustiana (Sahabat Tren Opini)

Kasus mempermainkan agama terus saja terjadi di negeri ini. Seperti baru-baru ini dilakukan oleh seorang Politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Cuitannya di Twitter mengundang kisruh masyarakat dengan narasi "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela".

Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh DPP KNPI karena cuitannya, diduga bermuatan ujaran kebencian mengandung unsur SARA. Mirisnya banyak sekali pihak yang membelanya dengan alasan mualaf dan baru belajar agama.

Salah satunya Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera. Ia meminta pihak yang melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri segera mencabut laporannya. Kapitra meminta masyarakat memaafkan perbuatan Ferdinand yang mengaku mualaf sejak 2017 itu. Bagi Kapitra, umat Islam memiliki tanggung jawab untuk membina Ferdinand guna menguatkan keislaman.

Ironisnya hal serupa juga disampaikan oleh Menag Gus Yaqut. Menurutnya, sangat mungkin karena Ferdinand mualaf dan belum memahami agama Islam secara mendalam, termasuk dalam hal akidah. Gus Yaqut meminta semua cooling down. Masyarakat diajak menghormati proses hukum dan tidak buru-buru menghakimi Ferdinand Hutahaean.

Alasan mualaf dan baru belajar agama juga tidak bisa diterima. Hal demikian tetaplah salah. Islam melarang seseorang bicara agama Islam jika tak faham tentang agama. Allah SWT berfirman :

وَ لَا تَقۡفُ مَا لَیۡسَ لَکَ بِہٖ عِلۡمٌ ؕ اِنَّ السَّمۡعَ وَ الۡبَصَرَ وَ الۡفُؤَادَ کُلُّ اُولٰٓئِکَ کَانَ عَنۡہُ مَسۡـُٔوۡل

Artinya : "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui"

Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya”

Maka pembelaan yang dilakukan oleh siapapun itu tidak bisa diterima. Proses hukum tetap haruus berlangsung.

Dalam narasinya yang mengatakan “Allah tak perlu dibela” pun perlu dipersoalkan. Dalam islam membela atau menolong agama Allah merupakan perintah dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad 47: Ayat 7)

Demikianlah sudah sepatutnya kita untuk membela Allah. Menolong agama, bukan berarti agama ini tak berdaya, tapi ini tentang rasa cinta pada agama, yang membuat kita tak bisa diam, saat agama ini dituduh, difitnah, dan diperlakukan semena - mena.

Adanya kasus penistaan agama yang terjadi berulang kali merupakan wujud dari gagalnya negara yang menganut sistem demokrasi-sekuler ini dalam melindungi agama. Kebijakan tentang penodaan agama yang diatur dalam pasal 156a KUHP pun tidak mampu menjamin terjaganya kehormatan agama. Bahkan, sebagian pihak menyangsikan aturan ini karena dianggap sebagai pasal karet sehingga dituntut untuk dihapuskan. Kebijakan yang dibuat oleh manusia memang telah terbukti lemah, tidak solutif, dan tidak membuat jera para pelakunya.

Padahal, keberadaan sebuah negara salah satunya bertujuan untuk menjaga agama, melindungi akidah dan akhlak masyarakatnya. Karena itu, ketika ada pihak tertentu yang sengaja menyebarkan ujaran kebencian, ejekan, dan penghinaan terhadap simbol agama, maka negara sebagai institusi hukum wajib memberi sanksi yang mampu menjerakan dan mencegah orang lain melakukan perbuatan yang sama.

Namun, berharap pada sistem saat ini untuk dapat melindungi agama dari penistaan, baik kepada Allah, Nabi, Al-Quran, maupun ajaran Islam, bak pungguk merindukan bulan. Sesuatu hal yang mustahil. Pasalnya, sistem demokrasi-sekuler dengan empat pilar kebebasannya telah menjamin kebebasan bagi siapa pun untuk berpendapat. Tidak ada standar baku yang ditentukan sehingga seseorang dapat berkata atau menyampaikan apa pun sesuai dengan sekehendak hatinya.

Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna telah meletakkan aturan mengenai penyampaian pendapat. Khilafah sebagai institusi penerap Islam adalah penjaga utamanya. Islam tidak menghalangi siapa pun dalam mengutarakan pendapatnya selama sesuai dengan koridor syara dan dalam hal yang memang diperbolehkan. Bahkan, Islam memandang berpendapat dan memuhasabahi penguasa merupakan hak setiap warga negaranya. Khilafah sebagai pemangku kebijakan akan memfasilitasinya dalam wadah majelis umat.

Khalifah memahami bahwa menjaga akidah umat dan menjamin setiap warga negaranya dapat melaksanakan setiap bentuk ketaatan merupakan kewajiban yang tersemat di pundaknya. Khalifah pun meyakini bahwa negara Islam ada memang diperuntukkan memenuhi tujuan keberadaannya, yakni sebagai pelindung akidah umat dan ajaran Islam. Karena itu, akidah dan syariat adalah dua hal yang harus menjadi prioritasnya. Apabila ada pendapat atau ujaran, pemahaman, bentuk-bentuk aliran kepercayaan yang terbukti menyimpang dari akidah dan ajaran Islam, maka negara akan memberikan sanksi yang tegas. Tidak ada toleransi pada perkara yang menyalahi keduanya.

Pada kasus penistaan agama yang kerap terjadi ini, Islam memiliki pandangan yang jelas. Hal ini tersirat dan tersurat dalam hadis yang mengisahkan seorang sahabat Nabi yang membunuh budak wanitanya karena selalu menghina Nabi Muhammad Saw. (HR Abu Daud 4363, ad-Daruquthni 3242 dan disahihkan al-Albani), tapi kemudian Nabi mendiamkannya. Artinya, siapa pun yang menghina Nabi Saw. maka darahnya halal secara hukum syara.

Begitu tegasnya Islam dalam menghukum pelaku penista agama dengan cara dibunuh. Ini merupakan hukuman atau sanksi yang mampu membabat habis penistaan terhadap agama sehingga akan menjadi pelajaran bagi orang lain yang berniat sama. Cukuplah pelajaran yang dapat kita ambil dari peristiwa penghentian pementasan drama karya Voltaire yang menista Rasulullah Saw. oleh Khalifah Abdul Hamid II. Ultimatum dari sang Khalifah mampu menggetarkan musuh penista Rasulullah Saw. sehingga akhirnya drama itu tidak ditampilkan. Bukan main-main apa yang dilakukan oleh Khalifah karena yang dikumandangkannya secara langsung adalah jihad akbar.

Inilah negara yang mampu menuntaskan masalah penistaan agama apa pun bentuknya. Dengan kewibaan dan kegagahannya dalam menerapkan prinsip Islam, Khilafah akan menjadi pelindung pertama dan utama bagi kaum muslim dan Islam. Sudah saatnya kita mencampakkan sistem buatan manusia dan kembali pada sistem Islam. Sistem yang memberikan kehidupan pada seluruh alam dan mampu menjadi benteng bagi kaum muslim. Wallahua’lam.[]

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,50,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3555,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Permainkan Agama Kok Malah Dibela
Permainkan Agama Kok Malah Dibela
agama ferdinand hutahaean
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiQBKXSRGms3VOsF-o9-qN2QLHezjhP26ifuxBTJ8Ew4NuWXsniM0EX5S9QUNMX3OBJJg9EGDuOwAeEmMlMlI2zERgdIwCrI33KAvs5h0sz4vfLzn8oWQvakscXNbv4FTmjFBXAdEMeBvWtq6LBoj3ClcDRuDMeOR4qqF5LqMD0qeUITmqzG8hrfRrO=s16000
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEiQBKXSRGms3VOsF-o9-qN2QLHezjhP26ifuxBTJ8Ew4NuWXsniM0EX5S9QUNMX3OBJJg9EGDuOwAeEmMlMlI2zERgdIwCrI33KAvs5h0sz4vfLzn8oWQvakscXNbv4FTmjFBXAdEMeBvWtq6LBoj3ClcDRuDMeOR4qqF5LqMD0qeUITmqzG8hrfRrO=s72-c
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/01/permainkan-agama-kok-malah-dibela.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/01/permainkan-agama-kok-malah-dibela.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy