Gempar Ritual 1000 Sesajen dan Dupa, Umat Islam Harus Bagaimana?

1000 sesajen

Ramai menjadi perbincangan, adanya acara ritual 1000 sesajen dan dupa yang diadakan di balai kota Malang, pada malam tanggal 22 Januari 2022. Sebagian masyarakat merasa khawatir dengan acara tersebut terutama di kalangan umat Islam, sebagian justru mengapresiasi. Berkembang pula info yang menyatakan bahwa acara ini adalah sebagai wujud perlawanan atas sikap yang intoleran dari seorang muslim yang melempar sesajen oleh HF di Semeru yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Acara lintas agama ini diharapkan mampu memelihara keberagaman dan memupuk toleransi di Indonesia. Pasalnya setelah kejadian HF, toleransi di Indonesia seolah terciderai.

Oleh : Habiba Mufida (Pegiat Literasi Pena Langit)

Ramai menjadi perbincangan, adanya acara ritual 1000 sesajen dan dupa yang diadakan di balai kota Malang, pada malam tanggal 22 Januari 2022. Sebagian masyarakat merasa khawatir dengan acara tersebut terutama di kalangan umat Islam, sebagian justru mengapresiasi. Berkembang pula info yang menyatakan bahwa acara ini adalah sebagai wujud perlawanan atas sikap yang intoleran dari seorang muslim yang melempar sesajen oleh HF di Semeru yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Acara lintas agama ini diharapkan mampu memelihara keberagaman dan memupuk toleransi di Indonesia. Pasalnya setelah kejadian HF, toleransi di Indonesia seolah terciderai.

Koordinator kegiatan, Gus Hisa Al-Ayubbi mengatakan, ada dua tujuan utama dalam kegiatan tersebut. Pertama, adalah doa bersama lintas agama dan juga memperkenalkan budaya Jawa yang selama ini dianggap miring oleh masyarakat. Sedang yang kedua, sebagai bentuk doa kepada Tuhan agar wabah covid-19 segera berakhir (timesindonesia.co.id). Selain itu, di spanduk kegiatan, bertuliskan bahwa tujuan doa lintas agama ini adalah untuk mempererat persatuan. Melihat hal ini, ada beberapa yang harusnya kita perhatikan, terkhusus bagi umat Islam.

Hal pertama yang perlu didudukkan adalah haruskah umat Islam mengikuti ritual semacam ini, padahal MUI sendiri telah mengharamkan doa lintas agama sejak tahun 2005. Pengharaman acara doa lintas agama sebagaimana tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 3/MUNAS VII/MUI/7/2005 tentang Doa Bersama. Namun nampaknya justru kegiatan ini semakin digalakkan akhir-akhir ini. Bahkan, menjadi program dari kementerian agama di Indonesia. Padahal, aktivitas doa yang dilakukan secara bersama-sama antara kaum Muslim dan penganut agama-agama lainnya tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Di sisi lain, setiap aktivitas seorang muslim wajib terikat dengan hukum-hukum Islam. Teladan praktis untuk itu ada pada amal perbuatan Rasulullah saw. Allah Swt. berfirman, yang artinya : "Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah dia. Apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah." (QS al-Hasyr [59]: 7). Ayat ini berarti, apa yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, atau tidak pernah diperintah melalui ucapan beliau apalagi menyangkut perkara ibadah, tidak boleh dilakukan. Rasulullah saw. bersabda: "Siapa saja yang melakukan suatu perbuatan yang tidak aku perintahkan maka perbuatan tersebut tertolak.” (HR Muslim).

Lalu, dengan melakukan ritual dupa dan sesajen apa mungkin doa tersebut akan diterima? Bahkan, bukan saja melanggar syari'at Islam, namun hal ini sudah mencederai aqidah. Bukannya sesajen tersebut dipersembahkan kepada para jin atau roh yang mereka anggap bisa memberikan keberuntungan? Lalu apa bedanya dengan penyembahan berhala yang dilakukan kaum jahiliah sebelum datangnya Islam? Sepertinya memang kondisi masyarakat kita saat ini sudah tak jauh beda dengan zaman jahiliah. Sejatinya ritual itu justru mengantarkan penduduk negeri muslim ini jatuh kepada kesyirikan.

Selain itu, juga diungkapkan alasan bahwa acara 1000 sesajen dan dupa untuk melestarikan kebudayaan dan mempererat persatuan. Benarkah demikian? Berkenaan dengan pelestarian budaya, di dalam Islam mengharuskan syariat Islam bisa mewarnai budaya, bukan justru budaya yang akan mepengaruhi syariat dan aqidah Islam. Maka, dalam menempatkan budaya, umat Islam harus bisa memandang apakah budaya tersebut sesuai dengan aqidah dan syariat Islam ataukan tidak. Berkenaan dengan budaya mempersembahkan dupa dan sesajen merupakan perbuatan yang jelas bertentangan dengan aqidah dan syariat Islam, maka patutlah untuk menolak kebudayaan tersebut. Terlebih, budaya tersebut berkaitan dengan ritual agama lain dan sama sekali tidak pernah diajarkan di dalam Islam.

Begitu juga, persatuan di Indonesia tak perlu diwujudkan dengan mecendari aqidah umat beragama. Bagi umat Islam, memperlakukan umat agama lain dengan baik, lalu menghormati dan membiarkannya beribadah sesuai dengan ajaran agama mereka adalah sikap toleransi yang diajarkan Islam. Sebagaimana di dalam Q.S. Al-Kafirun yang artinya, "Katakanlah, Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah. Kalian tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalian agama kalian dan untukkulah agamaku. (QS al-Kafirun [109]: 1-6).

Lebih jauh lagi, ritual yang mengundang kesyirikan sangat mengkhawatirkan akan mendatangkan adzab Allah SWT. Tidakkah cukup musibah demi musibah telah terjadi karena telah dicampakkannya hukum Allah SWT di muka bumi? Jangan sampai ritual ini akan menambah kemurkaan Allah SWT. Maka, umat Islam harus saling mengingatkan agar tidak terjerumus semakin dalam. Perlu juga umat Islam menyadari bahwa kekacauan terjadi saat ini berkenaan dengan mendudukkan tata cara ibadah, doa lintas agama, acara ritual budaya sejatinya terjadi karena tidak adanya perlinduangan aqidah. Lebih lanjut, agama telah dicampakkan dalam kehidupan sehingga manusia bebas melakukan aktivitas sesuai dengan pemikirannya.

Di sisi lain, perlu diwaspadai arus moderasi agama yang memang sengaja diaruskan di tengah-tengah umat. Karena, dikhawatirkan justu akan menimbukan banyak problematika. Ada ancaman adu domba dan pecah belah di antara masyarakat. Terlebih di tubuh umat Islam sendiri, yang seharusnya ikatan aqidah menjadi pemersatu di antara mereka, justru hancur karena ada moderasi agama.

Sudah selayaknya kaum muslim menolak aktivitas tersebut. Sebab antara haq dan batil berikut juga keimanan dan kekufuran tidak akan dapat dipersatukan dengan alasan apa pun. Kaum muslim memiliki andil untuk saling amar maruf nahi mungkar. Karena, jika tidak ditegakkan justru akan mengundang adzab Allah Swt. Lebih lanjut, semua ini adalah bukti bahwa negara ini telah gagal melindungi aqidah umat. Maka, amar ma'ruf yang harus kita utamakan juga adalah mewujudkan negara yang menjamin penerapan hukum Allah SWT serta menjadikannya pelindung aqidah ummat. Wallahu a'lam bi showab.

COMMENTS

Name

afkar,5,agama bahai,1,Agraria,2,ahok,2,Analysis,50,aqidah,9,artikel,13,bedah buku,1,bencana,23,berita,49,berita terkini,228,Breaking News,8,Buletin al-Islam,13,Buletin kaffah,54,catatan,5,cek fakta,2,Corona,122,curang,1,Dakwah,42,demokrasi,52,Editorial,4,Ekonomi,186,fikrah,6,Fiqih,16,fokus,3,Geopolitik,7,gerakan,5,Hukum,90,ibroh,17,Ideologi,68,Indonesia,1,info HTI,10,informasi,1,inspirasi,32,Internasional,3,islam,192,Kapitalisme,23,keamanan,8,keluarga,50,Keluarga Ideologis,2,kesehatan,83,ketahanan,2,khi,1,Khilafah,289,khutbah jum'at,3,Kitab,3,klarifikasi,4,Komentar,76,komunisme,2,konspirasi,1,kontra opini,28,korupsi,40,Kriminal,1,Legal Opini,17,liberal,2,lockdown,24,luar negeri,47,mahasiswa,3,Medsos,5,migas,1,militer,1,Motivasi,3,muhasabah,17,Musibah,4,Muslimah,87,Nafsiyah,9,Nasihat,9,Nasional,2,Nasjo,12,ngaji,1,Opini,3555,opini islam,87,Opini Netizen,1,Opini Tokoh,102,ormas,4,Otomotif,1,Pandemi,4,parenting,4,Pemberdayaan,1,pemikiran,19,Pendidikan,112,Peradaban,1,Peristiwa,12,pertahanan,1,pertanian,2,politik,320,Politik Islam,14,Politik khilafah,1,propaganda,5,Ramadhan,5,Redaksi,3,remaja,7,Renungan,5,Review Buku,5,rohingya,1,Sains,3,santai sejenak,2,sejarah,70,Sekularisme,5,Sepiritual,1,skandal,3,Sorotan,1,sosial,66,Sosok,1,Surat Pembaca,1,syarah hadits,8,Syarah Kitab,1,Syari'ah,45,Tadabbur al-Qur’an,1,tahun baru,2,Tarikh,2,Tekhnologi,2,Teladan,7,timur tengah,32,tokoh,49,Tren Opini Channel,3,tsaqofah,6,tulisan,5,ulama,5,Ultimatum,7,video,1,
ltr
item
Tren Opini: Gempar Ritual 1000 Sesajen dan Dupa, Umat Islam Harus Bagaimana?
Gempar Ritual 1000 Sesajen dan Dupa, Umat Islam Harus Bagaimana?
1000 sesajen
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEikHpb5eA6ENyXAnsUdhZY4W6tdfgMRHh4eUYNG8ACPXBaM1ZalHHVhtKwdtW2duZhMNZtfo4b_wZsmO21DlYCup79DArFJ5RYt9kaxK4Lnuy7T_pXdNQNAdwE0fwVo7ATOh9zBaUDPQaIHIMPA-OMzJo2dIirtsZZt7QGBYIfjiHPbguH6y2JwuStz=s16000
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEikHpb5eA6ENyXAnsUdhZY4W6tdfgMRHh4eUYNG8ACPXBaM1ZalHHVhtKwdtW2duZhMNZtfo4b_wZsmO21DlYCup79DArFJ5RYt9kaxK4Lnuy7T_pXdNQNAdwE0fwVo7ATOh9zBaUDPQaIHIMPA-OMzJo2dIirtsZZt7QGBYIfjiHPbguH6y2JwuStz=s72-c
Tren Opini
https://www.trenopini.com/2022/01/gempar-ritual-1000-sesajen-dan-dupa.html
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/
https://www.trenopini.com/2022/01/gempar-ritual-1000-sesajen-dan-dupa.html
true
6964008929711366424
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy