Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hukum Mandul Bagi Penista Agama Dalam Demokrasi

Kasus perendahan terhadap ajaran Islam di negeri ini berulang-ulang terjadi. Ada yang sifatnya secara transparan adapula tidak. Salah satunya yang dilakukan oleh dua publik figur, Diaz Hendropriyono dan Dedy Corbuzier yang merendahkan sikap santri menutup telinga ketika diperdengarkan alunan musik barat. Hal ini terdapat dalam video yang diunggah oleh Diaz di akun Instagramnya. Ia menyatakan bahwa para santri tersebut sudah diberikan pendidikan yang salah dan tidak bisa menikmati hidup. Dalam lanjutan videonya, Diaz juga memperlihatkan sejumlah orang Arab Muslim yang menari-nari dan berjoget menikmati lantunan musik. Seakan membandingkan bahwa umat muslim lain bisa menikmati musik dan hidup secara modern. Selain itu, yang tak kalah menjadi sorotan ialah komentar dari Dedy Corbuzier yang seakan mendukung tanggapan dari Diaz tersebut.

Oleh : Gita Agustiana,S.Pd. (Ibu Rumah Tangga)

Kasus perendahan terhadap ajaran Islam di negeri ini berulang-ulang terjadi. Ada yang sifatnya secara transparan adapula tidak. Salah satunya yang dilakukan oleh dua publik figur, Diaz Hendropriyono dan Dedy Corbuzier yang merendahkan sikap santri menutup telinga ketika diperdengarkan alunan musik barat. Hal ini terdapat dalam video yang diunggah oleh Diaz di akun Instagramnya. Ia menyatakan bahwa para santri tersebut sudah diberikan pendidikan yang salah dan tidak bisa menikmati hidup. Dalam lanjutan videonya, Diaz juga memperlihatkan sejumlah orang Arab Muslim yang menari-nari dan berjoget menikmati lantunan musik. Seakan membandingkan bahwa umat muslim lain bisa menikmati musik dan hidup secara modern. Selain itu, yang tak kalah menjadi sorotan ialah komentar dari Dedy Corbuzier yang seakan mendukung tanggapan dari Diaz tersebut.

Jelas sikap ini merupakan jenis merendahkan ajaran Islam dan para pengembannya. Sikap dari para santri menutup telinga harusnya dihormati karena itu bagian dari keyakinan mereka. Walaupun dalam Islam terdapat perbedaan hukum musik. Sebagian ulama ada yang mengharamkan, namun ada pula yang membolehkan. Kebolehan ini terletak jika musik tersebut tidak menghantarkan pada perbuatan haram dan tidak melalaikan kewajiban. Namun, perlu dipahami bahwa permasalahan khilafiyah boleh-boleh saja berbeda tergantung dari keyakinan dan pandangan masing-masing.

Ironisnya, di era sekarang musik sudah menjadi trend dan mendarah daging di berbagai kalangan. Hingga timbullah persepsi bahwa jika tidak menyukai musik itu kuno. Padahal sikap para santri merupakan perwujudan dari identitas mereka sebagai seorang muslim yang seharusnya dihormati. Namun inilah faktanya hidup dalam demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan individu dan hak asasi manusia. Setiap manusia bebas bersuara tanpa melihat benar atau tidak. Ditambah dengan kemandulan hukum pada sang Penista agama. Seperti halnya pada kasus penistaan agama Islam yang dilakukan oleh seorang youtuber Muhammad Kace yang hanya dijerat hukum 6 tahun penjara.

Muhammad Kace telah mengupload videonya sebanyak ratusan video yang semuanya melecehkan agama Islam. Diantara isi konten videonya menyatakan bahwa nabi Muhammad Saw ialah pengikut jin dan tidak berada dalam syurga. Mirisnya, Muhammad Kace telah lama dilaporkan ke polisi pada April 2021 yang lalu, namun baru di proses hukum baru-baru ini.

Solusi Islam

Adanya kasus penistaan agama Islam dan para pengembannya yang terus berulang terjadi menggambarkan gagalnya sistem kapitalisme di dalam menjaga kemuliaan agama dan umat Islam. Satu – satunya sistem yang dapat menjaga agama hanyalah sistem yang datang dari sang kholiq. Sebuah sistem yang menerapkan hukum dari pencipta secara kaffah. Sistem tersebut adalah khilafah Islamiyyah, yang telah terbukti memberi aman dan nyaman bagi umat dalam menjalankan syariat Islam.

Pernah seorang wanita yang berjalan menuju kepasar Yahudi Bani Bainuqo dengan membawa perhiasan. Wanita tersebut duduk di kedai tukang emas milik seorang Yahudi. Tiba – tiba datang seorang Yahudi dari arah belakang dengan mengendap – endapan dan mengikat baju wanita itu dengan alat pengait dipunggungnya. Ketika wanita tersebut berdiri tersingkap lah baju hingga terlihat auratnya. Lalu orang Yahudi tadi tertawa terbahak – bahak sambil menghinanya. Seorang muslim yang kebetulan melihat peristiwa tersebut marah dan menikam Yahudi tersebut hingga tewas hingga menyebabkan kaum Yahudi yang ada dipasar tersebut mengeroyok seorang muslim tadi hingga tewas. Yang akhirnya peristiwa ini terdengar oleh Rosululloh SAW keluar bersama kaum muslim dan mengepung Bani Bainuqo’ secara rapat. Setelah bermusyawarah dengan kaum muslimin senior akhirnya memutuskan untuk membunuh semua orang Yahudi Bani qoinuqo’. Namun Abdullah bin Ubay Bin salul, seorang tokoh Yahudi Bani tersebut mengiba dan meminta agar jangan dibunuh. Akhirnya Rosululloh SAW mengulurkan tangan dan mengambil sikap tidak jadi dibunuh namun diusir dari kota Madinah.

Adapun sikap yang harus dilakukan seorang muslim terhadap para penista agama, Rasulullah saw. telah memberikan contoh. Pernah terjadi pada zaman Rasulullah saw., ada kisah seorang sahabat buta yang memiliki budak wanita yang setiap hari menghina Nabi Muhammad saw.. Suatu malam dia menghina Nabi saw kembali, sehingga sahabat buta itu membunuhnya. Keesokan harinya, Nabi mendengar kabar tersebut dan membenarkan sahabat buta itu. (HR Abu Daud 4363, Ad-Daruquthni 3242 dan disahihkan Al-Albani).

Hal senada juga dicontohkan Khalifah Abdul Hamid II pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah ketika Inggris berencana mementaskan drama karya Voltaire yang berisi penghinaan Rasulullah saw.. Sang Khalifah langsung memberikan ultimatum kepada Kerajaan Inggris, “Kalau begitu, saya akan mengeluarkan perintah kepada umat Islam dengan mengatakan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasul kita! Saya akan mengobarkan jihad akbar!” Setelah menerima peringatan tersebut, pihak kerajaan akhirnya ketakutan dan langsung membatalkan drama Voltaire.

Begitulah peran khilafah dalam menjaga agama dan umatnya. Tentu sangat berbeda dengan sistem kapitalisme. Ketegasan hukum dalam khilafah memberikan efek jera pada pelaku Penista agama. Wallahu a'lam bi'shawab.

Post a Comment for "Hukum Mandul Bagi Penista Agama Dalam Demokrasi"