Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kekayaan Pejabat Melangit Disaat Kondisi Sulit

disaat semua rakyat menjerit kesulitan dalam berbagai bidang kehidupan, ekonomi yang semakin merosot banyak usaha yang gulung tikar, pendidikan yang kian memprihatinkan generasi putus sekolah dari tingkat dasar hingga bangku kuliah, kejahatan yang semakin merajalela setiap detik terjadi dari perampokan hingga pembunuhan, dan masih banyak lagi prolematika yang dialami rakyat yang semakin semrawut bagai benang kusut.

Oleh : Titin Kartini

Apa yang bisa dikatakan saat ini, disaat semua rakyat menjerit kesulitan dalam berbagai bidang kehidupan, ekonomi yang semakin merosot banyak usaha yang gulung tikar, pendidikan yang kian memprihatinkan generasi putus sekolah dari tingkat dasar hingga bangku kuliah, kejahatan yang semakin merajalela setiap detik terjadi dari perampokan hingga pembunuhan, dan masih banyak lagi prolematika yang dialami rakyat yang semakin semrawut bagai benang kusut.

Namun, miris disisi lain kekayaan pejabat yang semangkin meningkat. Hal tersebut diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sebanyak 70,3 persen penyelenggara negara mengalami kenaikan harta kekayaan selama pandemi Covid-19. Hasil dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LKHPN) kepada lembaga antirasuah tersebut.(merdekadotcom/9/9/2021)

Begitu fantastis peningkatan harta para pejabat, ironis di belahan daerah ada rakyat yang meregang nyawa satu keluarga,ketika berjibaku mencari nafkah. Mereka tewas karena tertimpa puluhan tumpukan baju di sebuah rumah yang menjadi gudang penyimpanan pakaian (kumparandotcom/12/9/2021)

Rakyat begitu kesulitan, pekerjaan apapun dilakukan demi sesuap nasi, bahkan yang mengancam nyawa sekalipun. Negara kian abai akan kesejahteraan rakyat kecil, para pejabat asyik mengumpulkan pundi-pundi keuangan diatas derita rakyat. Rasa empati kian terkikis dalam sistem demokrasi kapitalisme. Sistem yang kental dengan sekuler, dimana aturan agama sama sekali tak boleh ikut campur dalam urusan kehidupan.

Para pejabat yang mewakili aspirasi rakyat hanyalah slogan belaka, mereka tidak hadir ketika rakyat menderita, mereka hadir ketika membutuhkan suara rakyat. Demokrasi membuka lebar para pejabat untuk memperkaya diri sendiri, sementara rakyat kian terpuruk kesulitan karna tertutupnya akses walau sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Sistem demokrasi kapitalisme yang liberal dan sekuler telah nyata menghasilkan para pejabat yang tak memikirkan urusan rakyat.Rasulullah Saw.dan para sahabat menjadi contoh nyata sebagai para pejabat pada masa kejayaan Islam. Rasul dan para sahabat hadir dalam suka dan duka rakyat, terlebih ketika masa paceklik. Mereka berlomba-lomba memberikan pelayanan kepada umat, bahkan menyerahkan harta mereka untuk umat.

Banyak kisah keteladanan dari Rasulullah Saw.maupun para sahabat, namun sayangnya penguasa maupun para pejabat negeri ini tak mau mencontohnya. Umat tak akan pernah mendapatkan pelayanan yang sempurna maupun paripurna selama sistem yang dipakai di negeri ini masih sistem buatan manusia, yang hanya berlandaskan hawa nafsu belaka, standar manfaat dan mementingkan kepentingan diri pribadi dan golongannya saja.

Umat butuh sistem yang menghasilkan penguasa dan pejabat yang benar-benar memberikan pelayanan dan selalu berusaha untuk mensejahterakan rakyat diatas kepentingan diri sendiri maupun golongannya, hingga kesejahteraan bukan saja dirasakan oleh penguasa dan para pejabatnya namun rakyat pun merasakannya.

Saatnya negeri ini kembali kepada sistem Islam, sistem yang menerapkan syariat-Nya dengan sempurna dan paripurna, yang telah terbukti mampu menghasilkan dan menghadirkan penguasa dan para pejabat yang akan mengurusi semua keperluan rakyat karna mengharap ridha Allah semata demi meraih surga-Nya. Mari segera buang dan campakan sistem busuk demokrasi kapitalisme sekular liberal dan segera terapkan dan tegakkan sistem Islam Khilafah. Wallahu a'lam

Post a Comment for "Kekayaan Pejabat Melangit Disaat Kondisi Sulit"